5 Tips Menagih Hutang Secara Efektif

Menagih hutang adalah salah satu hal yang paling menguras energi dan emosi. Selain rasa kesal karena peminjam enggak menepati janji, kita juga jadi pusing karena uang tak kunjung kembali. Belum lagi kalau kita sendiri sedang butuh uang atau si peminjam adalah orang dekat.

Bingung dan jengah memikirkan bagaimana cara terbaik dan efektif untuk mendapatkan uang kita tapi enggak perlu terjadi konflik. Sebelum berpusing-pusing, sebaiknya kamu mengatur strategi dulu. Yuk baca 5 tips menagih hutang secara efektif berikut ini.

1. Persiapkan semua dokumen

via maxpixel.freegreatpicture.com

Selalu simpan bukti tertulis beserta salinannya kalau kamu akan memberikan pinjaman. Bahkan kepada orang terdekat dan keluarga. Kalau perlu, kamu bisa membuat perjanjian secara hukum mengenai detil peminjaman, pihak-pihak terkait, kapan harus dibayar, bahkan bunga dan sanksi kalau peminjam enggak sanggup memenuhi janji.

Enggak usah berpikir enggak enak. Kalau nanti kamu berseteru masalah uang karena enggak ada kejelasan, hubunganmu malah akan lebih rusak. Ketika waktunya untuk menagih hutang, siapkan dan tunjukkan semua dokumen dengan lengkap untuk meminimalisir debat.

2. Tetap sopan dan kendalikan emosi

via staticflickr.com

Tetap sopan ketika menagih hutang walaupun peminjam enggak memenuhi janji. Siapa tahu dia hanya lupa atau kelewatan tanggal perjanjian. Kalau peminjam memang menghindar, biasanya peminjam akan defensif dan menghindar. Apalagi kalau kamu belum-belum sudah keras padanya. Jadi, nada suaramu sangat menentukan keberhasilan penagihan hutang.

Kalau kamu ramah dan sopan, kemungkinan peminjam akan merespon dengan lebih positif. Tetap kendalikan logika karena tujuan utamamu adalah mendapatkan uangmu kembali, bukan untuk memikirkan persoalan peminjam yang belum tentu benar.

3. Hindari konfrontasi dan manipulasi

via pixabay.com

Cari tahu kebenaran alasan peminjam enggak menepati janji. Sebagai contoh, kalau peminjam menyalahkan orang lain, cek kepada orang itu kebenaran ceritanya. Percayai instingmu akan kejujuran pihak-pihak yang terlibat.

Tetap tenang kalau peminjam mulai agresif saat berbicara dan hubungi lain waktu. Catat dan ingat semua informasi yang dia utarakan agar bisa kamu gunakan di kemudian hari.

4. Buat perjanjian penyelesaian hutang

via pexels.com

Kalau kamu merasa bahwa akan sulit untuk mendapatkan uangmu kembali, namun enggak mau ke pengadilan atau enggak mau merusak hubungan baik, kamu bisa mencoba membuat Perjanjian Penyelesaian Hutang. Perjanjian ini dibuat sebelum transaksi hutang terjadi dan ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Dalam perjanjian ini, kamu bisa menegosiasikan jumlah hutang yang harus dibayar sampai jangka waktu tambahan untuk pelunasan hutang. Dokumentasikan semua lewat email, atau surat. Minta peminjam untuk memberikan kabar kapan dan ketika dia membayar hutangnya.

5. Jalur hukum

via pixabay.com

Kalau semua cara sudah dilakukan, maka kamu perlu melalui jalur hukum. Hubungi penasihat hukum untuk membantumu menempuh jalur hukum secara resmi. Dengan penasihat hukum, kamu bisa meminta surat pengadilan atau memanggil peminjam untuk membicarakan secara resmi.

Diharapkan sih kamu enggak harus sampai melakukan upaya ini ya. Cara ini terkenal berbelit-belit dan memakan waktu. Namun kalau memang sudah buntu, tentu saja kamu perlu memperjuangkan hakmu.

Apakah kamu punya tips lainnya untuk menagih hutang yang efektif? Yuk share di kolom komentar di bawah ini.


 

Leave a Reply