7 Strategi agar Untung Bisnis Musiman

Banyak sekali jenis bisnis dan di antaranya ialah bisnis musiman atau bisnis yang menguntungkan pada kurun waktu tertentu. Di Indonesia sendiri ada banyak sekali momen yang dapat dimanfaatkan sebagai ladang bisnis jenis ini, seperti momen: lebaran, bulan Ramadhan, hari kemerdekaan Indonesia, tahun ajaran baru, dan lain sebagainya.

Keuntungan dari bisnis musiman ini memang terlihat begitu menggiurkan. Akan tetapi, juga menuntut para pelakunya untuk bisa melihat peluang serta memanfaatkannya dengan maksimal. Sebab, jika salah strategi bisa-bisa malah rugi. Oleh karena itu, simak 7 strategi jitu bisnis musiman agar bisnismu tidak berhenti di tengah jalan.

1. Pintar Memanfaatkan Peluang

via wikimedia.org

Mengingat bisnis musiman hanya terjadi dalam periode waktu tertentu, maka kita harus pandai dalam mengelola waktu dan memanfaatkan peluang yang ada, sehingga omset dan profit yang didapatkan sesuai dengan harapan. Jangan sampai kesempatan yang terbuka lebar disia-siakan. Seperti kata pepatah, kesempatan tidak datang dua kali. Maka manfaatkan momen yang ada dengan sebaik-baiknya. Raih omset sebesar mungkin sehingga produk kita dapat tetap dikembangkan walau musimnya sudah berakhir.

2. Totalitas

via flickr.com

Ketika memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis, itu berarti kita siap untuk bekerja keras. Jangan pernah beranggapan bahwa dengan konsumen yang begitu banyak, secara otomatis bisnis kita pun akan laku keras di pasaran. Itu merupakan pemikiran yang salah. Ketika berurusan dengan bisnis musiman, kompetitor-kompetitor yang inovatif akan banyak bermunculan dan di zaman sekarang konsumen juga semakin pintar dalam memilih barang dan jasa. Untuk menghadapi itu semua, maka dibutuhkan sikap totalitas dalam bekerja keras, sehingga tercapai apa yang menjadi tujuan kita di awal.

3. Ide yang Kreatif dan Inovatif

via wikimedia.org

Seorang pebisnis harus kreatif dan inovatif, sebab persaingan semakin ketat dan produk-produk yang unik semakin bertebaran. Ide-ide cemerlang sangatlah dibutuhkan untuk menyiapkan konsep produk baik barang maupun jasa di setiap musim agar tidak keduluan dengan pesaing. Dan juga, ide-ide yang inovatif akan membuat produk kita tetap bisa bertahan dan berkembang meski sudah bukan musimnya lagi. Produk yang fleksibel dengan perkembangan zaman juga merupakan produk yang bagus, sebab produk tersebut bisa menjadi sebuah bisnis yang tetap dan berlaku sepanjang waktu.

4. Perhatikan Kualitas Barang

via flickr.com

Pastikan bahwa kita memberikan produk barang maupun jasa dengan kualitas yang terbaik. Hal ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap bisnis kita. Berilah kesan bahwa pelanggan selalu mendapatkan pelayanan yang terbaik. Oleh karena itu, ketika musimnya mendekati batas akhir, bukan lantas kita menurunkan pula kualitas produk. Karena belum tentu di akhir musim, pelanggan tidak sama sekali berdatangan. Ketika memang pelanggan tetap mecari produk kita, namun kita memberikannya dengan kualitas yang buruk, bagaimana reaksi mereka? Tentu saja pelanggan akan kecewa dan tidak jadi membeli produk kita. Maka berhati-hatilah dengan kualitas produk.

5. Kelola Uang dengan Baik

via wikimedia.org

Mengelola keuangan dengan baik sudah menjadi sebuah keharusan bagi pelaku bisnis. Hal ini sangat membantu kita dalam memperkirakan profit yang akan didapatkan serta meminimalisir pengeluaran-pengeluaran sesuai bisnis musiman yang kita jalankan. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, akan memudahkan kita untuk mengambil keputusan dengan baik serta dapat menggunakan sumber daya se-efektif dan se-efisien mungkin.

6. Promosi yang Kontinyu

via pixabay.com

Promosi adalah pintu awal bagi konsumen untuk mengenal produk kita. Meskipun bisnis kita sudah berkembang, promosi produk tetap saja diperlukan. Jika promosi berhenti, seringkali konsumen beranggapan bahwa usaha kita sudah berhenti. Untuk mengantisipasi pendugaan yang demikian, maka promosi yang berkelanjutan penting sekali untuk kita lakukan. Terlebih media untuk melakukannya sudah sangat mudah. Jika dahulu promosi disebarkan dalam bentuk brosur dan pamphlet, kini tanpa biaya besar konsumen di seluruh wilayah bisa mengetahui produk kita. Hanya dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram, facebook, dan lain sebagainya, dengan mudah kita dapat menjaring konsumen lebih banyak.

7. Evaluasi

via flickr.com

Kegiatan yang satu ini tidak kalah penting untuk dilakukan. Dengan evaluasi, kita bisa tahu apa kekurangan dari bisnis musiman tersebut. Waktu untuk mulai menjalankannya kembali pun juga cukup lama. Sehingga dengan adanya evaluasi, bisnis kita ke depannya akan semakin matang. Hasil evaluasi bisnis dapat dijadikan sebagai referensi untuk memperbaiki atau bahkan menyusun kembali strategi-strategi bisnis yang dirasa kurang ampuh terutama dalam menghadapi kompetitor-kompetitor lainnya.

Jadi apa idemu untuk melakukan bisnis musiman? Cepat realisasikan namun jangan lupa persiapan yang matang ya.


 

Leave a Reply