Apa itu Disleksia?

Disleksia adalah adalah salah satu bentuk gangguan atau kesulitan belajar yang telah dideteksi pada tahun 1896. Arti “Dys” sendiri adalah kesulitan dan “Lexis” adalah bahasa. Secara harafiah Dyslexia atau Disleksia berarti “Kesulitan dalam berbahasa”. Disleksia dapat mempengaruhi kemampuan literasi dan bahasa seseorang secara spesifik, seperti dalam mengeja, membaca atau memahami bacaan.

Siapa saja bisa mempunyai gangguan ini. Dari anak-anak sampai dengan orang dewasa. Sayangnya banyak orang yang enggak mengetahui apa itu disleksia dan terlanjur mencap seseorang bodoh atau malas apabila memiliki kesulitan belajar.

Namun, ternyata disleksi atau orang-orang yang mempunyai disleksia adalah orang-orang yang mempunyai intelegensia di atas rata-rata. Mereka justru memiliki potensi besar. Disleksia berbasis neurologis dimana otak disleksi mengolah informasi kata-kata berbeda dengan otak yang enggak mempunyai dileksia.

Apa itu Disleksia?
Kesulitan membaca via pixabay.com

Tipe Disleksia

1. Developmental Dyslexia

Jenis disleksia ini adalah bawaan lahir yang dibawa seumur hidup. Biasanya disleksia jenis ini didapatkan dari faktor genetik atau turunan.

2. Aquired Dyslexia

Pada jenis disleksia ini, seseorang sebelumnya normal namun kemudian mengalami kecelakaan yang menyebabkan cidera pada pada otak kiri. Cedera ini kemudian menyebabkan gangguan membaca dan bahasa.

Apa itu Disleksia?
Melihat huruf yang terbalik-balik via pixabay.com

Kategori dan Persepsi Disleksia

Menurut para ahli, disleksia terbagi menjadi beberapa kategori dan persepsi menurut apa yang dialami oleh para disleksik. Kategori disleksia ini sendiri adalah:

1. Disleksi Visual (Penglihatan)

Orang yang mengalami disleksia visual akan sulit membaca kata atau kalimat, serta menguraikan kata-kata. Ini mengakibatkan kalimat yang mereka buat jadi enggak teratur. Kata-kata atau huruf-huruf dapat terlihat terbalik-balik. Selain itu mereka juga mengalami kesulitan dalam hal mengingat informasi secara runut dan mengenal huruf atau simbol karena mempunyai memori jangka pendek.

2. Disleksia Auditori (Pendengaran)

Bagi penderita disleksia jenis ini biasanya ia kesulitan dalam hal fonologi. Ia enggak dapat membedakan dan mengingat bunyi fonetik dari huruf yang didengarnya. Mereka sulit untuk menyusun atau menggabungkan suku kata. Selain itu juga kesulitan dalam membedakan bunyi huruf Vokal dan huruf Konsonan.

3. Disleksia Kombinasi (Visual-Auditori)

Seseorang yang mempunyai disleksia jenis ini mempunyai kesulitan dalam melihat dan mendengar kata-kata. Hal ini dikarenakan ia mempunyai kelemahan untuk memproses tulisan secara visual dan audio.

Apa itu Disleksia?
Kesulitan mengingat simbol via pixabay.com

Persepsi-persepsi disleksia adalah:

  1. Persepsi pembalikan konsep, dimana suatu kata dipersepsikan sebagai lawan katanya. Contoh : Sulit membedakan “Kiri” dan “Kanan”, “Gemuk” dan “Kurus”.
  1. Persepsi disorientasi vertical atau horizontal. Huruf atau kata berpindah tempat dari depan ke belakang atau sebaliknya, dari barisan atas ke barisan bawah dan sebaliknya. Contoh: “Taman” menjadi “Mantan”, “Dapat” menjadi “Padat”.
  1. Persepsi teks terlihat terbalik seperti di dalam cermin, dan persepsi dimana huruf atau kata-kata tertentu jadi seperti menghilang. Contoh “Menulis” menjadi “Tulis”.
Apa itu Disleksia?
Menulis via pixabay.com

Gejala Disleksia

Gejala disleksia sangat bervariasi. Diantaranya para disleksik mempunyai kesulitan dalam:

  1. Menyusun beberapa huruf untuk menjadi sebuah kata
  2. Menulis dan menyusun huruf abjad secara benar
  3. Mengingat kata-kata, simbol atau tabel
  4. Mengeja, membaca, menulis
  5. Mengekspresikan ide-ide ke dalam tulisan
  6. Menemukan kata yang tepat ketika berbicara
  7. Mengemukakan ide secara verbal dengan jelas
  8. Membedakan kanan dan kiri, timur dan barat
  9. Menunjukkan waktu
  10. Sering tertekan selama melakukan suatu pekerjaan
Apa itu Disleksia?
Kesulitan menulis via pixabay.com

Walaupun mempunyai kekurangan dalam hal literasi, para disleksik mempunyai keuntungan yaitu:

  1. kreativitas yang tinggi,
  2. sistem motorik yang bagus,
  3. dapat berpikir out of the box ketika menyelesaikan suatu masalah
  4. pintar berbisnis,
  5. pintar dalam melihat sesuatu secara menyeluruh

Para disleksik yang sukses dan terkenal adalah Albert Einstein, Agatha Christie, Leonardo Da Vinci, Muhammad Ali, Thomas Alpha Edison, Will Smith, Johny Depp, Kiera Knightly, Orlando Bloom, dan dari Indonesia adalah Deddy Corbuzier.

Apakah kamu merasa kalau kamu mengalami beberapa gejala disleksia di atas? Untuk lebih pastinya kamu harus melakukan serangkaian tes agar lebih akurat. Enggak semua orang, baik anak-anak atau orang dewasa yang mempunyai gangguan disleksia mengalami gejala seperti yang disebutkan diatas. Gangguan ini juga dapat diketahui setelah usia anak lebih dari usia sekolah.


 

Leave a Reply