Pemenang Mandiri Jogja Marathon Moment: Apakah Kamu Salah Satunya ?

Hola lagi teman-teman! Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga, yaitu pengumuman pemenang Mandiri Jogja Marathon Moment!

Sebelumnya Jadi Mandiri mau bilang terima kasih sebanyak-banyak karena kalian sudah berpartisipasi di Mandiri Jogja Marathon Moment dengan sangat antusias! Jadi Mandiri sampai bingung mau pilih yang mana. Dari yang lucu sampai panoramik semua ada. Bikin kami jadi gemas sendiri ingin pilih semuanya.

Langsung saja ke urusan yang paling penting. Siapa saja pemenangnya dan apakah kamu salah satunya? Jeng jeng jeng jeng… Pemenangnya adalah:

 

Juara 1

“Selamat pagi Bu” sapa pelari kepada seorang Ibu. Harmonisasi dengan masyarakat sekitar venue bisa dimulai dari saling menyapa. Ibu ini menyaksikan ribuan pelari melintas desanya. Tak jauh dari tempat dia duduk, berjejer umbul-umbul Mandiri Jogja Marathon sampai ke komplek Candi Plaosan Lor. Di tikungan jalan menuju candi, beberapa supporter penggembira memberi semangat kepada para pelari. Suara sambutan yang riuh ramai tidak mengganggu penduduk. Keramahan penduduk desa membuat pelari merasa nyaman. Penyelenggara menyebut lomba lari ini adalah People race & acara Sport tourism? Kami berharap akan kembali tahun depan ??‍♂️??‍♀️ #mandirijogjamarathon2018 #mandirijogjamarathonmoment #jadimandiri . ??‍♂️ ??‍♀️ ??‍♂️??‍♀️ #couplerun #mandiri_jogmar #jogmar2018 #10K #instastory #runninggram #inriotwerun #runchikarun #runaddict #runningrace #running #instarun #instarunners #womanrunning #morningrun #runningday @jadimandiri_ #runaholic #sunnyday #beautifulmorning #happyday #healthylifestyle

A post shared by Yogi Irawanto??????? (@yogiirawanto) on


Juara 2


Juara 3

5 Juara harapan (tidak berurutan)

“Mas-mas, minggir dulu.” Kata beberapa pemotret kepada beberapa laki-laki, yang kebetulan berdiri di belakang cosplayer punakawan. . Wajar saja, yang akan dipotret adalah Menteri BUMN Rini Soemarno, jarang kan mendapati beliau berpose santai seperti ini ?. . Usai memberi keterangan kepada media, bu Rini melihat beberapa peserta #MandiriJogjaMarathon2018 berpose bersama cosplayer. Beliau kemudian bergabung bersama mereka sebagai kenang-kenangan. Para cosplayer sendiri tidak tahu kalau mereka bersama seorang menteri. Saya yang dari tadi “mbegogok” di rerumputan langsung ambil posisi,, tetep “ndeprok”. . Lalu apa bedanya gambari ini dengan gambar yang telah diunggah sebelumnya? Silakan tebak 5 perbedaannya ?. . #cosplayer #punakawan #cosplay #Jadimandiri #MandiriJogjaMarathonMoment @jadimandiri_ #instagram #instagramable #prambanan #candi #jogja #temple

A post shared by Fajar (@metuomah) on

Satu dari resolusi 2018 tercapai lagi!!! FINISH HALF MARATHON. Awal waktu pendaftaran Jogja Marathon 2018 buka, saya telah mendaftar untuk kategori 10K. Tapi beberapa dari anggota @artajasarunners ada yg berencana ikut half marathon, saya pun merasa tertantang & berniat untuk merealisasikan salah satu resolusi yang sudah dibikin di awal tahun. Akhirnya mendaftar lagi kategori 21K. Latihan sudah dimulai dari 3 bulan lalu meski bolong2, niatnya sih biar ga kaget. Pas masa latihan baru tercapai 17K, itupun rasanya udah luar biasa. Menjelang hari H, ada aja dramanya. Mulai dari menang tiket konser Katy Perry yang sempat bikin galau mau nonton konser atau tetap ke Jogja. Dengan beberapa pertimbangan akhirnya melihat Katy Perry secara live diikhlaskan saja. Kemudian jumat pagi tiba2 kena diare dan siangnya langsung demam. Sempat galau juga tetap jadi berangkat atau tidak. Karena dukungan rekan2 akhirnya tetap jalan. Saat keberangkatan pun hampir ketinggalan kereta. Tapi berhasil masuk beberapa detik sebelum keretanya jalan. H-1 demamnya masih naik turun(meski pas difoto-foto jalan2 kelihatan bahagia2 aja?), sempat terpikir untuk tukeran dengan teman2 yang ikut 10K karena hal ini. Malam terakhir yg niatnya mau carbo loading gagal karena pas mau makan udah eneg duluan. Pas minggu pagi badan rasanya udah enakan akhirnya mantap buat tetap half marathon, meski tetap khawatir demamnya balik lagi atau cidera di lutut kambuh. Saat event berlangsung, saat mengikuti half marathon dari awal sampe akhir rasanya macam2. Awal2 pacenya 5an karena latah kebawa2 peserta lain. KM 7 cidera lutut mulai berasa(lupa bawa knee support) akhirnya mulai dipelanin jadi pace 6-7. KM 12 pertama kali dalam hidup keram karena lari, tapi masih bisa teratasi, KM 19 baru keramnya super duper luar biasa, mau teriak tapi malu banyak orang wkwk. Pas ini sempat berenti lama sampe keramnya hilang. KM 20 sudah diambang keputusasaan, tapi ya nanggung tetep dilanjut(sebenarnya dari KM 15 udah males-malesan karena cuaca yang panas). Akhirnya setelah 2 jam 26 menit 40 detik bisa finish juga. Yeay!!! #mandirijogjamarathon2018 #JadiMandiri #mandirijogjamarathonmoment #runner #run #running #jogja #prambanan

A post shared by @ afdhol.mr on

Jika Bandung Bondowoso membangun candi Prambanan pada hari minggu, 15 April kemarin, saya yakin ada 2 kemungkinan yang bakal terjadi. Yang pertama Bandung Bondowoso akan memiliki perpanjangan waktu dan berhasil menyelesaikan candi, sebab Roro Jonggrang lupa untuk menabuh lesung dan membangunkan ayam jantan untuk berkokok. Roro akan takjub dengan kawan-kawan pelari yang sedari subuh memadati kompleks candi. Bisa jadi dia malah ikut lari bareng Bu Rini dan Mb Alya Rohali di kategori 5K. Atau sekalian aja mengambil FM dan berlari 42 km keliling candi-candi. Saat tiba di finish dia pun terkejut karena Prambanan sudah berdiri megah dan Bandung Bondowoso membawa cincin di podium lengkap dengan petugas KUA untuk mengesahkan pernikahan mereka. Kemungkinan yang kedua, Bandung Bondowoso gagal membuat candi. Hal ini bukan karena suara kokok ayam yang membuat pasukan jin takut mengira hari sudah pagi. Pasukan tak kasat mata itu takut karena mendengar derap langkah ribuan peserta yang berlari mengikuti #MandiriJogjaMarathon2018 mereka pikir itu adalah pasukan yang akan menyerang mereka. Lalu pasukan jin pun lari terbirit-birit. Candi pun gagal dirampungkan. Bandung Bondowoso sedih. Tapi dia tidak mengutuk Roro Jonggrang. Dia lebih milih lari bareng peserta, dan di sepanjang jalan merenungi hal yang sudah dilakukannya. Because running is healing. Bandung Bondosowo pun tak lagi kecewa. Tak dapat Roro Jonggrang tak apa. Yang penting bisa finish strong dan dapat medali. Ahay. #mandirijogjamarathonmoment #jadimandiri #run #running #marathon #candiprambanan

A post shared by Elisabeth Murni (@elisabethmurni) on

Selamat buat para pemenang! Jangan lupa segera kirim data diri berupa:

  1. Nama
  2. Alamat untuk pengiriman hadiah (jika hadiah berupa barang)
  3. Nomor rekening pemenang (jika hadiah berupa uang)
  4. Nomor telepon melalui direct message (DM) ke Instagram @jadimandiri

Jangan lupa untuk konfirmasi pemenang paling lambat 7 hari setelah pengumuman. Soalnya, lewat dari periode tersebut akan dianulir. Pengiriman hadiah paling lambat 1 bulan setelah pengumuman.

Acara Mandiri Jogja Marathon ini sendiri mendulang sukses besar. Sebanyak 8.000 peserta dari 22 negara bergabung dalam event olahraga ini dan sudah bersemangat melakukan pemanasan sejak pukul 04.00 pagi di tempat start.

Pelari asing paling banyak berasal dari Kenya, Jepang, dan Malaysia. Kemudian disusul oleh pelari dari Brasil, China, Singapura, Filipina, Australia, dan Brunai Darussalam. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno pun ikut membuka acara ini, bahkan ikut berlari di kelompok 5K.

Enggak hanya itu, selama beberapa hari Jogja menjadi destinasi utama di Indonesia. Berbagai kalangan baik domestik maupun mancanegara ada di Jogja untuk acara Mandiri Jogja Marathon ini. Baik yang ingin menyemangati jagoannya atau sekadar menikmati keriaan.

Selain acara olah raga internasional, Mandiri Jogja Marathon yang bertema sport tourisme ini bertujuan untuk mengangkat dan mempromosikan kekayaan budaya dan produk lokal. Hal ini tentunya akan meningkatkan pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya.

Masyarakat di sekitar kawasan wisata Candi Prambanan dan jalur maraton juga dilibatkan dan ikut diuntungkan. Di sepanjang lintasan, pelari maupun pengunjung dapat menikmati jajanan khas Jogja yang dijual penduduk sekitar maupun mereka yang turut berpartisipasi.

Di beberapa titik kita juga dihibur oleh pertunjukan kesenian seperti jatilan, musik keroncong dan seni tradisional lainnya. Enggak hanya itu, lintasan lari yang dihiasi pemandangan indah seperti persawahan hijau, perkampungan desa dan candi-candi megah juga ikut membuat mata segar. Para peserta dan pengunjung akhirnya heboh juga foto-foto.

Sekali lagi, selamat untuk para pemenang Mandiri Jogja marathon Moment. Seluruh pemenang yang sudah ditentukan juri dari Tim Jadi Mandiri adalah mutlak dan enggak bisa diganggu gugat. Nama kamu enggak tercantum sebagai pemenang? Tenang mbak dan masnya. Masih akan ada event-event ke depannya. Itung-itung tahun ini uji coba dan peregangan otot, ya nggak? Sampai ketemu tahun depan!


 

Leave a Reply