Ayo Datangi 7 Destinasi Wisata yang Terancam Punah ini Sebelum Terlambat

Kamu suka traveling tapi masih menunda-nunda dengan berbagai alasan? Rugi! Selain enggak menikmati hidup dan kehilangan manfaat traveling, ada beberapa tempat yang mungkin punah dalam sisa hidupmu ini. Ayo berhenti menunda-nunda dan buruan bikin rencana untuk segera traveling ke 10 destinasi wisata yang terancam punah ini.

1. Venesia, Italia

A post shared by Andrea Zinno (@andzinno) on

Dijuluki sebagai kota paling romantis di dunia, Venesia, Italia, sering menjadi lokasi untuk film romantis dan ribuan lamaran pernikahan. Julukan tersebut enggak berlebihan karena “kota air” ini dihiasi dengan kanal-kanal air yang menawan dan panorama yang indah.

Namun sayangnya, dengan meningkatnya banjir dan jumlah turis, permukaan laut di Venesia naik lebih cepat 5 kali dari prediksi awal. Venesia dan segala romantismenya diprediksi bisa hilang di akhir abad ini.

2. Laut Mati

Terletak di perbatasan Palestina dan Jordan, Laut Mati terkenal karena keunikan sejarah dan khasiat penyembuhannya. Salinitas atau kandungan garamnya yang tinggi, yaitu 33,7 persen, membuatnya menjadi laut paling asin (8,8 kali lebih asin dari laut lainnya) sehingga kamu mustahil tenggelam di sini.

Sayangnya dalam 40 tahun terakhir, laut yang lebih tepat disebut danau ini (karena enggak mengalirkan air keluar) telah berkurang ketinggian airnya sebanyak 1/3 atau 25 meter. Ini terjadi karena air yang biasanya mengalir dari Sungai Yordan sebagai satu-satunya sumber air Laut Mati, dialihkan oleh negara-negara tetangga untuk pertambangan. Ilmuwan berpendapat Laut Mati bisa hilang sama sekali dalam 50 tahun kedepan.

3. Maladewa

Maladewa atau Maldives adalah negara kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau indah di Samudera Hindia. Negara ini juga merupakan negara dengan permukaan terendah di seluruh dunia. Lebih dari 80 persen dari 1.200 pulau-pulaunya berada 1 meter di bawah permukaan laut dan akan menjadi negara pertama yang terendam air karena perubahan iklim.

Saking daruratnya, pemerintah Maladewa bahkan sudah membeli lahan di negara lain agar penduduknya bisa pindah. Menurut prediksi para ilmuwan, Maladewa bisa terendam dalam 100 tahun lagi.

4. Great Barrier Reef, Australia

Terletak di Australia, Great Barrier Reef adalah gugusan karang koral terbesar (344.400 meter persegi) dan terindah di dunia. Saking indahnya, gugusan karang koral ini dijuluki salah satu keajaiban alam oleh UNESCO.

Sayangnya berbagai perubahan alam seperti kenaikan suhu laut, polusi, asidifikasi laut, angin topan berdampak pada kerusakan keajaiban alam ini. Lebih dari setengah karang lautnya telah hilang selama tiga dekade terakhir dan sisanya diprediksi bisa hilang pada tahun 2030.

5. Hutan Hujan Madagaskar

Sekitar 75 persen dari spesies yang ditemukan di hutan hujan Madagaskar seperti Katak Tomat dan Aye-aye enggak ditemui di belahan dunia lainnya. Bahkan katanya, masih banyak spesies lain yang belum ditemukan.

Sayangnya, karena deforestasi, penebangan liar dan pemburu gelap, hutan yang tadinya seluas 120.000 meter persegi kini menjadi 20.000 meter persegi. Hutan yang luar biasa ini diprediksi hanya akan bertahan selama 35 tahun lagi.

6. Machu Picchu, Peru

Machu Picchu yang merupakan peninggalan Kerajaan Inca pada abad pertengahan adalah salah satu destinasi turis yang paling terkenal. Apalagi dengan maraknya legenda Hollywood “the Lost City” yang menarik banyak orang untuk mengunjunginya.

Terletak pada ketinggian 2.430 meter di atas permukaan laut pada pegunungan Andes di Peru, erosi dan tanah longsor membuat peninggalan sejarah ini dikhawatirkan dapat punah. Apalagi dengan ribuan turis per hari yang datang semakin memperburuk kondisi. Kini UNESCO dan pemerintah Peru membatasi jumlah pengunjung menjadi 2.500 turis per hari. Ayo jadi salah satu turis yang beruntung ini.

7. Pulau Komodo, Indonesia

Destinasi Wisata yang Terancam Punah
via wikimedia.org

Sayangnya Indonesia enggak kebal dengan masalah ini. Di negara kita sendiri, ada kekayaan alam yang terancam punah yaitu hewan luar biasa komodo. Pasalnya, komodo hanya dapat bertahan hidup di lokasi yang memiliki ketersediaan air cukup, tempat berlindung aman, banyak pohon rimbun serta makanan berlimpah.

Perburuan rusa dan babi liar yang menjadi makanan komodo serta pembakaran hutan membuat komodo semakin punah. Di Pulau Padar, misalnya, sejak tahun 2000 lalu populasi komodo tidak ditemukan lagi. Secara keseluruhan, jumlah komodo yang masih hidup diperkirakan hanya berjumlah 2.500 ekor yang tersebar di Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Gili Motang.

Dari tujuh destinasi di atas, mana yang paling ingin kamu kunjungi? Ayo share keinginanmu tersebut di kolom komentar di bawah ini.


 

Leave a Reply