6 Gaya Kepemimpinan Menurut Daniel Goleman

Daniel Goleman adalah seorang penulis, psikolog dan juga seorang jurnalis ilmiah terkenal dari Amerika. Ia sering menjadi pembicara dan memberikan kuliah di depan para profesional, pebisnis, dan juga mahasiswa. Menurutnya ada banyak gaya kepemimpinan di dalam perusahaan. Masing-masing tipe kepemimpinan ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kamu mengenali tipe kepemimpinan yang mana saja dari dirimu, pimpinanmu, maupun rekan sekerjamu?

1. Kepemimpinan dengan Perintah

via wikimedia.org

Gaya kepemimpinan ini menuntut kepatuhan dari bawahannya. Pemimpin yang memiliki gaya ini adalah pemimpin yang ingin memegang kendali. Hal ini dilakukannya untuk mendorong bawahannya agar target perusahaan tercapai. Selain itu hal ini juga akan mendorong para karyawan untuk mengambil inisiatif.

Biasanya pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan ini adalah adanya kalimat “Lakukan yang saya perintahkan!”. Gaya kepemimpinan ini memiliki dampak yang negatif di dalam lingkungan kerja. Namun gaya kepemimpinan ini masih diperlukan atau efektif digunakan saat terjadi keadaan darurat dan pemimpin memiliki kapasitas.

2. Kepemimpinan dengan Wibawa

Gaya kepemimpinan dengan wibawa adalah ketika seorang pemimpin menyamakan visi dengan para karyawan. Hal ini disertai ajakan untuk fokus pada hasil akhir yang dapat diraih dan hasil yang diinginkan. Dengan menyamakan visi maka para karyawan akan terinspirasi untuk bekerja sebaik mungkin. Gaya kepemimpinan ini dapat diterapkan kapan saja karena memberikan dampak yang positif.

3. Kepemimpinan dengan Afiliasi

via wikimedia.org

Kepemimpinan afiliasi adalah kepemimpinan yang mengutamakan sumber daya manusia dengan membangun dan menjaga hubungan antar personel. Dengan menciptakan hubungan emosional, maka akan timbul ikatan yang kuat dan memiliki akan perusahaan. Ketika adanya tekanan yang mengakibatkan stres, tipe pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan ini akan memberikan dukungan kepada para karyawan untuk enggak menyerah pada keadaan.

4. Kepemimpinan dengan Kecepatan

Gaya kepemimpinan ini menginginkan proses dan hasil yang cepat. Gaya kepemimpinan ini menuntut para karyawan untuk melakukan proses kerja secara cepat dan mandiri. Tentunya hal ini dapat memberikan tekanan dan berpengaruh pada emosi karyawan.

Oleh karena itu, gaya kepemimpinan ini enggak bisa diterapkan di sembarang lingkungan. Gaya kepemimpinan ini lebih tepat untuk diterapkan di lingkungan kerja dengan orang-orang yang sudah ahli di bidangnya serta tahu apa yang mereka lakukan untuk mendapatkan hasil kerja yang diinginkan.

5. Kepemimpinan dengan Membimbing

via pixabay.com

Pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan ini menginginkan para karyawan maju dan berkembang. Dengan membimbing maka para karyawan akan memiliki kekuatan baru atau keahlian baru yang dapat mereka pakai selanjutnya.

6. Kepemimpinan dengan Demokrasi

Gaya kepemimpinan ini memiliki ciri mengikutsertakan karyawan dalam pengambilan keputusan Oleh karena itu, karyawan akan merasa pendapatnya sangat dihargai. Walaupun gaya kepemimpinan ini melibatkan karyawan, tapi tentunya ada waktu-waktu tertentu dimana pemimpin harus menentukan atau mengambil keputusan tanpa melibatkan karyawannya.


 

Leave a Reply