7 Makanan Unik yang Dihindari Orang Asing tapi Digemari di Negara Asalnya

Kalau kamu adalah salah satu orang yang enggak suka durian, pasti ngerti rasanya dikucilkan oleh teman-temanmu yang umumnya pencinta duren. Apalagi kalau ada promo all you can eat durian atau makan bareng pas musim durian.

Sebegitu besarnya kecintaan orang Indonesia dengan durian, ternyata enggak dibarengi dengan kecintaan orang asing dengan buah ini. Ternyata orang luar juga punya makanan aneh yang kita enggak suka. Penasaran? Yuk baca 7 makanan unik yang dihindari orang asing berikut ini:

1. Blue cheese, Eropa

makanan unik yang dihindari orang asing
via picserver.org

Blue cheese adalah keju dengan bau dan rasa yang sangat unik. Banyak orang mendeskripsikannya baunya seperti amonia, aneh atau bahkan menjijikkan. Titik-titik berwarna biru pada keju ini adalah jamur yang sengaja ditumbuhkan untuk menciptakan karakter uniknya.

Menurut para ahli sejarah, keju ini senggak sengaja ditemukan ketika keju yang disimpan di gua mulai tumbuh jamur berwarna biru. Orang-orang Eropa jaman dulu ternyata menyukai rasa keju aneh ini sehingga mereka mulai sengaja menumbuhkan jamur di keju buatan mereka. Akhirnya terciptalah blue cheese yang secara harafiah artinya adalah keju biru.

Terdapat berbagai jenis blue cheese dari berbagai negara Eropa, dari Carbonzola dari Jerman, Gorgonzola dari Italia, roguefort dari perancis, dan lain-lain. Bentuknyapun bermacam-macam, dari blue cheese yang seperti krim, sampai yang dimakan seperti saus. Dari yang harganya murah sekali sampai mahal sekali, tergantung dimana dan bagaimana dibuatnya.

2. Lutefisk, Nordik

makanan unik yang dihindari orang asing
via wikimedia.org

Kamu yang pencinta makanan laut mungkin harus mencoba makanan ini. Makanan khas dari negara-negara Nordik (Swedia, Norwegia) ini rasanya memang enggak gampang diterima oleh orang yang enggak memakannya dari kecil.

Lutefisk adalah ikan kod kering yang direndam cairan alkali, kemudian direndam dalam air, baru dimasak dengan cara direbus atau dipanggang lalu disajikan dengan mentega, garam, dan lada.

Beberapa orang mendeskripsikan teksturnya seperti jelatin dan baunya kuat. Jelas bukan rasa yang populer di dunia. Namun orrang-orang negara asal makanan ini justru sangat menyukainya dan menghidangkannya saat hari-hari raya seperti Natal.

3. Vegemite, Australia

via staticflickr.com

Vegemite sangat terkenal di Australia untuk dimakan sebagai sarapan. Cara makannya? Tinggal dioles di roti seperti selai. Namun jangan salah, rasanya jauh dari manis seperti selai pada layaknya. Banyak orang mendeskripsikan rasa vegemite seperti memakan keju asin yang sudah terlalu lama basi.

Enggak heran rasanya unik, karena bahannyapun unik. Vegemite juga bisa ditambahkan ke sup, semur, atau saus sebagai penambah rasa. Vegemite dibuat dari ekstrak ragi yang ditambahi sayuran dan rempah-rempah. Ekstrak ragi ini sendiri adalah produk sampingan dari pembuatan bir.

Vegemite mengandung vitamin B yang sangat tinggi. Lucunya, terdapat berbagai versi di negara-negara Inggris dan persemakmuran Inggris seperti Selandia Baru, yaitu mermaite dan promite. Rasanya? sama-sama aneh… eh unik.

4. Haggis, Skotlandia

via wikimedia.org

Banyak cerita seram dari turis-turis yang disuguhi Haggis dan terpaksa memakannya. Pasalnya makanan ini adalah kebanggaan orang Skotlandia. Memang sih, bahannya enggak biasa buat orang Barat, tapi buat kita yang suka sate usus dan sop kikil, sebenarnya biasa-biasa saja.

Haggis adalah makanan yang dibuat dengan lambung domba yang diisi dengan jantung, paru-paru, dan daging domba, lalu dicampur dengan bawang, ketumbar, air, oatmeal dan lemak. Setelah ditutup rapat, haggis kemudian dimasak dan disajikan sebagai hidangan utama.

5. Chòudòufu, Taiwan

via staticflickr.com

Dikenal juga dengan sebutan stinky tofu atau tahu bau. Tahu ini memang sesuai dengan namanya, alias bau. Makanan unik ini adalah tahu yang difermentasi sehingga memiliki bau yang kuat dan biasanya dijual di pasar malam atau sebagai jajanan.

Bakteri yang digunakan untuk proses fermentasi berbeda dari daerah satu dengan daerah lain, sebagaimana juga persiapan dan cara memasaknya. Secara tradisional, tahu ini dibuat dengan cairan garam yang dibuat dari susu fermentasi, sayur (bayam, sawi), udang, rebung, daging, dan ramuan Cina.

Proses fermentasinya bisa berlangsung sampai berbulan-bulan. Namun, tahu yang dibuat di pabrik biasanya hanya direndam dengan cairan fermentasi tersebut selama beberapa hari. Sehingga tahu tersebut enggak terfermentasi dan hanya mendapatkan baunya saja.

6. Hakarl, Islandia

via Wikimedia.org

Makanan yang satu ini sudah terkenal sebagai makanan yang paling enggak ramah dengan lidah orang asing. Dibuat dari daging sleeper shark atau hiu tidur yang dagingnya beracun sehingga harus difermentasikan di dalam tanah selama 6 sampai 12 minggu.

Enggak heran arti dari nama makanan ini adalah hiu busuk. Setelah selesai difermentasikan, Hakarl digantung dan dikeringkan selama beberapa bulan. Saking enggak enaknya, beberapa koki kenamaan dan jurnalis makanan dunia seperti Anthony Bourdain dan Gordon Ramsay mengatakan kalau makanan ini enggak bisa dimakan.

Enggak ada kata lain yang lebih tepat untuk mendeskripsikan bau makanan ini selain, busuk. Walaupun begitu, rasanya sendiri manis, agak seperti kacang dan seperti ikan pada umumnya.

7. Terasi, Indonesia

via wikimedia.org

Pernah dengar cerita orang Indonesia yang dibongkar kopernya karena ada bau busuk keluar dari barang bawaannya? Bisa dipastikan ada dua hal, dan salah satunya adalah terasi. Saking jeleknya nama terasi, makanan kesukaan kita ini dilarang di beberapa bandara internasional.

Bumbu masakan yang dibuat dari fermentasi udang ini memang baunya akan dianggap sebagai bau busuk oleh orang asing. Namun buat orang indonesia? Bau surgawi!