5 Hal tentang Nilai Share of Life Merek Besar yang Bisa Dipelajari untuk Bisnismu

Semua entrepreneur pasti sudah tahu bahwa pengembangan merek sangat penting bagi pertumbuhan bisnis. Namun, banyak yang belum terlalu mengenal tentang pentingnya nilai share of life. Share of life didefinisikan sebagai banyaknya waktu dalam sehari suatu merek dilibatkan dalam kehidupan seseorang.

Lima perusahaan raksasa yang disebut Frightful Five (Lima yang Menakutkan) yaitu Apple, Amazon, Facebook, Microsoft dan Google berhasil melekatkan merek mereka pada lebih dari 1 triliun kehidupan orang di seluruh dunia. Mereka bahkan bisa mengendalikan kehidupan sehari-hari seseorang.

Walaupun kamu seorang entrepreneur muda, bukan berarti kamu enggak bisa mengambil pelajaran dari merek-merek ini. Yuk pelajari 5 hal tentang nilai share of life merek besar tersebut untuk mengembangkan bisnismu.

1. Konsumen selalu berubah

share of life merek besar
via staticflickr.com

Kalau kamu seorang entrepreneur dengan perusahaan yang sedang berkembang, kamu enggak memiliki kendali akan perubahan tren. Ekspektasi dan minat konsumen akan diarahkan oleh perusahaan-perusahaan raksasa. Kamu perlu mencari celah produk yang dibutuhkan oleh konsumen namun belum terjamah oleh perusahaan besar.

Agar sukses melakukan ini kamu perlu memiliki pengetahuan mengenai kebutuhan konsumen dan mampu menciptakan nilai merekmu terus menerus. Sebagai contohnya adalah Amartha, yaitu perusahaan fintech yang menyadari adanya kebutuhan investasi dari golongan yang enggak masuk dalam kriteria bank.

Amartha juga melihat bahwa ada investor yang bersedia mendanai pengusaha-pengusaha kecil tersebut. Akhirnya mereka menciptakan solusi bagi celah kebutuhan investasi untuk membangun pengusaha kecil. Jadi, perhatikan konsumenmu, amati perubahan yang terjadi, dan cari tahu apa yang benar-benar mereka butuhkan.

2. Rumah adalah tujuan terpenting

A post shared by firanafirah (@firanafirah) on

Setiap merek atau perusahaan besar akan berusaha untuk menjadi bagian dari kehidupan konsumen di rumah. Apa gunanya mencicipi sup panas enak kalau enggak bisa dengan mudah membeli dan membawanya ke rumah?

Google misalnya, membeli sistem operasi Android seperti Nest Lab yang mampu mengkoneksikan peralatan elektronik rumah secara digital. Akibatnya nilai share of life Google naik sedangkan Apple sebagai saingan dari layanan serupa turun 20%.

Bagaimana dengan bisnismu? Memantapkan posisi suatu merek di rumah konsumen sangat bergantung pada mudahnya upaya yang harus dilakukan konsumen untuk membeli produk dan membawa ke rumah. Sebagai contoh, kalau kamu punya toko online, pastikan barang sampai ke rumah pelanggan dengan secepat mungkin dan permudah akses layanan pelanggan.

3. Cari data sebanyak-banyaknya

share of life merek besar
via pexels.com

Merek dan perusahaan yang paling sukses adalah yang terus menerus mencari cara untuk membuat kehadiran mereka semakin penting dalam kehidupan orang banyak. Baik Google dengan Google Map-nya atau Facebook dengan event calendar-nya. Mereka terus-menerus memikirkan cara untuk memudahkan hidup konsumen. Bagaimana caranya? Jawabannya adalah dengan data.

Perusahaan besar seperti McDonald dan Nike selalu mencari cara untuk mendapatkan data. Mereka ingin tahu kenapa pelanggan memilih produk tertentu dan mengaplikasikannya pada produk mereka. Kalau kamu memiliki bisnis roti misalnya, cari tahu mengapa konsumen menggemari roti yang dibeli di toko tertentu. Aplikasikan pada produkmu.

4. Kembangkan merek menjadi gaya hidup

share of life merek besar
via wikimedia.org

Mempelajari pola hidup masyarakat adalah kunci kesuksesan dari meningkatkan nilai share of life. Buat agar merekmu bukan hanya sekedar merek produk namun menjadi merek bagi hidup yang lebih baik.

Kalau kamu menjual paket makanan misalnya, buat produkmu bukan hanya sekedar menjual makanan namun menjual makanan untuk hidup yang berkualitas. Buat agar merekmu sinonim dengan gaya hidup yang diinginkan oleh konsumen.

5. Menghubungkan dunia digital dengan merekmu

share of life merek besar
via staticflickr.com

Di era digital ini semua orang adalah pengguna dari teknologi dan memiliki kehidupan secara online. Perusahaan raksasa seperti Facebook telah menciptakan ruang yang mengaburkan batas antara dunia fisik dan digital. Agar bisnismu enggak ketinggalan, kamu perlu menerjemahkan merekmu ke ruang ini.

Definisikan emosi yang ingin kamu ciptakan dengan merekmu dan perkuat koneksi antara dunia digital dengan merekmu. Kalau kamu memiliki toko, alihkan perhatian konsumen dari gawainya ke produkmu. Buat pemasaran dan penjualanmu menyenangkan, interaktif dan fleksibel.

Bahkan toko-toko kini mulai menerapkan pengalaman berbelanja secara digital dan interaktif. Mereka menempatkan layar-layar sentuh yang mampu memberikan informasi kepada calon pelanggan untuk menemukan produk yang sesuai. Bahkan kini mulai digunakan teknologi pada etalase toko sehingga promosi pada layar berubah sesuai dengan segmentasi orang yang lewat.


 

Leave a Reply