Sukuk Negara Ritel seri SR-010: Menguntungkan, Syariah, dan Membantu Pembangunan

Kalau kamu pernah dengar tentang sukuk, maka kamu perlu mengenal lebih jauh Sukuk Negara Ritel seri SR-010. Kenapa? Selain investasi berbasis syariah yang memberikan banyak keuntungan, SR-010 juga membantu negara dengan mendukung pemerintah menghimpun dana untuk memperluas sumber-sumber pembiayaan APBN, diversifikasi investor dan instrumen dengan risiko investasi yang konservatif serta mendukung pengembangan pasar keuangan syariah. Rugi kalau kamu enggak mau ambil bagian.

Sukuk Negara Ritel seri SR-010: Menguntungkan, Syariah, dan Membantu Pembangunan
via akucintakeuangansyariah.com

Sukuk Negara Ritel Seri SR-010

SR-010 adalah Surat Berharga Syariah Negara sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah. Sukuk Negara Ritel diterbitkan dalam bentuk tanpa warkat (scriptless), namun investor akan diberikan Konfirmasi Kepemilikan dan dapat diwariskan kepada ahli waris yang sah.

Harga per unit Sukuk Negara Ritel adalah Rp1.000.000,- dengan minimal pembelian Rp 5.000.000,- dan kelipatannya. Sedangkan batasan maksimal pembelian adalah Rp 5.000.000.000,-. Pembayaran Nilai kepada Pemegang Sukuk Negara Ritel pada saat jatuh tempo akan dilaksanakan secara otomatis dengan mentransfer ke Rekening Pemegang Sukuk Negara Ritel.

Bentuk transaksi yang digunakan adalah Ijarah Asset to be Leased dimana pemerintah mendapat sumber pembiayaan dari penerbitan SR-010 yang kemudian digunakan untuk mengerjakan proyek infrastruktur. Setelah proyek selesai, maka pihak ketiga akan mengelolanya dengan cara menyewakan kepada pemerintah.

Uang sewa tersebut akan digunakan untuk membayarkan imbal hasil setiap bulannya kepada investor. Setelah 3 tahun Proyek akan dibeli oleh Pemerintah dengan dana penjualan untuk membayar uang investor pada saat jatuh tempo.

Perbedaan Sukuk Negara Ritel dengan Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI)

  • ORI adalah pinjaman modal dari masyarakat kepada Pemerintah, sedangkan Sukuk Negara Ritel adalah bentuk penyertaan modal masyarakat atas bagian dari aset Sukuk Negara Ritel yang dijadikan obyek transaksi.
  • ORI memberikan penghasilan (return) kepada investor berupa bunga, sedangkan Sukuk Negara Ritel memberikan penghasilan (return) kepada investor berupa imbalan sewa, sesuai dengan akad yang digunakan.

Keuntungan

  • Tidak memiliki risiko gagal bayar. Berdasarkan Undang-Undang SBSN dan Undang-Undang APBN, Pemerintah setiap tahunnya menjamin pembayaran Imbalan dan Nilai Nominal Sukuk Negara Ritel sampai dengan jatuh tempo. Dengan begitu investor akan memperoleh pembayaran dana saat jatuh tempo.
  • Sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
  • Imbalan yang diperoleh lebih tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata tingkat bunga deposito counter bank BUMN.
  • Berpotensi memperoleh capital gain.
  • Dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

Persyaratan melakukan transaksi SR-010 di Agen Penjual Bank Mandiri

  1. Pembelian Sukuk Negara Ritel- SR-010 dapat dilakukan dengan mendatangi kantor Cabang Bank Mandiri. Hampir seluruh Cabang Bank Mandiri dapat melakukan transaksi SR-010.
  2. Sudah memiliki rekening Mandiri Tabungan. Jika belum punya maka harus membuatnya terlebih dahulu.
  3. Membuka rekening surat berharga atau rekening Efek (jika belum punya) pada partisipan subregistry yang telah telah ditunjuk (di Mandiri Sekuritas). Pembukaan rekening ini wajib dilengkapi dengan fotokopi NPWP.
  4. Memiliki Single Investor Identification (SID). Ini adalah nomor tunggal identitas pemodal yang menjadi salah satu syarat wajib dalam bertransaksi Surat Berharga.
  5. Memiliki sejumlah dana sebesar nominal pemesanan pembelian Sukuk Negara Ritel SR-010 yang diinginkan. Dana ini akan ditahan di rekening tabungan Nasabah.
  6. Mengisi dan menandatangani Formulir Pemesanan dan kuasa pendebetan yang tertera dibaliknya. Disertai dengan dokumen fotokopi KTP, NPWP(untuk proses pembukaan rekening efek) dan bukti setor (apabila diperlukan). Setelah itu pembeli akan menerima bukti penyerahan dokumen pemesanan dari Cabang Bank Mandiri.

Risiko

  1. Risiko pasar (market risk). Apabila kondisi bunga sedang mengalami kenaikan maka harga Sukuk Negara Ritel akan mengalami penurunan. Jika investor menjual Sukuk Negara Ritel tersebut sebelum jatuh tempo, maka potensi risiko yang akan dialami oleh investor adalah capital loss dimana harga jual lebih rendah dari harga belinya. Risiko ini dapat dihindari dengan tetap mempertahankan Sukuk Negara sampai dengan jatuh tempo.
  2. Risiko Likuiditas (liquidity risk). Potensi kerugian ini dapat dialami jika sebelum jatuh tempo pemegang Sukuk Negara Ritel sedang membutuhkan dana tunai namun mengalami kesulitan untuk menjual Sukuk Negara Ritel dalam harga (pasar) yang wajar.

 

Tertarik untuk investasi Sukuk ritel SR-101 tapi masih punya pertanyaan? Kamu bisa hubungi mandiri call 14000. Yuk investasi sambil ikutan membantu negara.


 

Leave a Reply