5 Alasan yang Bikin Enggak Bosan Jalan-jalan ke Tabanan

Sebagai daerah kabupaten, Tabanan Bali memang masih sangat asri. Tanahnya yang hijau, lautnya yang berombak, dan udaranya segar membuat daerah ini selalu bikin kamu balik lagi dan lagi. Sebegitu istimewanya Tabanan? Ya, karena 5 alasan ini yang bikin kamu enggak bosan jalan-jalan ke Tabanan Bali!

1. Keasrian Alamnya Masih Perawan

Sebagai daerah dengan potensi wisata alam yang luas, wajar banget kalau Tabanan bikin kamu betah lama-lama di sini. Pasalnya keasrian alam di Tabanan masih perawan banget. Ketika kamu memasuki Tabanan, kamu akan dimanjakan dengan pundak berunden-nya padi di sawah sambil angin sepoi-sepoi menyapu rambutmu yang terurai.

 

A post shared by ISIL (@isilozkanceliker) on

Tabanan memang menjadi lumbung padi bagi masyarakat di Bali dan luar Bali. Enggak heran jika mereka menjaga agar pertanian padi ini tetap subur. Salah satu sawah padi yang indah di Tabanan terdapat di Desa Jatiluwih. Bahkan hamparan padi di desa ini masuk dalam 4 kawasan di Bali yang ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia sejak 29 Juni 2012 lalu.

2. Banyak Desa Wisata

Salah satu yang bakalan bikin kamu betah jalan-jalan di Tabanan karena di sana banyak desa wisata. Desa Jatiwulih dan Desa Pinge menjadi desa wisata favorit. Total, ada 27 desa wisata, dan jumlahnya akan ditambah seiring banyaknya turis yang senang mampir. Kalau kamu ke sini, kamu akan dijamu oleh keluarga yang mengelola desanya menjadi desa wisata.

Kepala keluarga, laki-laki, akan mengantarkanmu ke sawah-sawah, mengajari menanam padi dan edukasi bertani. Sementara ibu-ibunya yang akan menyiapkan makan siang seusai kamu ke kembali ke rumah desa. Kamu juga bisa membeli oleh-oleh khas Tabanan yang dibuat oleh anak-anak muda di desa wisata.

3. Museum Subak

Tanah Tabanan memang tanah pertanian. Karena sebagian besar masyarakat di sini hidup bertani, kamu juga akan menemukan museum yang menyimpanan banyak peninggalan pertanian. Namanya Museum Subak.

 

Museum Subak di Tabanan via paketbalimurah.wordpress.com

Nama subak sendiri diambil dari cara irigasi tradisional di Bali yang sudah dikenal turun-temurun oleh masyarakat Bali. Bahkan teknik irigasi Subak ini sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan.

Pasalnya, Subak dianggap teknik yang unik dalam mengairi sawah di Bali dengan menggunakan konsep filosofi “Tri Hita Karana”, yakni tentang keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan kelompoknya, dan manusia dengan lingkungan serta alam di sekitarnya.

4. Ada Galeri Seni Mario yang Mendunia

Penari Bali I Ketut Mario yang melegenda via pinterest.com/pin/485825878529784183/

I Ketut Mario adalah seniman tari asal Bali yang menghabiskan masa remaja hingga akhirnya hayatnya di Tabanan, Bali. Ia lahir sekitar tahun 1897. Berkat kepiawannya menari khas Bali dan menciptakan salah satu gerak tari, namanya mendunia. Kini, untuk mengenang karya-karyanya, rumahnya dijadikan galeri seni bernama Galeri Seni Mario.

Tak jauh dari Galeri Seni Mario, ada sebuah taman kota yang bisa dinikmati oleh masyarakat umum. Berbagai fasilitas umum di taman seperti area bermain untuk sekadar santai tersedia di sini. Kamu bisa mengambil berbagai spot foto yang instagramable juga di sini.

5. Tanah Lot yang Tak Pernah Pudar Pesonanya

A post shared by Tam Aravena (@tamm_aravena) on

Selain pantainya yang indah dan banyak, Bali juga identik dengan Tanah Lot yang menjadi tujuan wisata banyak turis. Dua pura yang terletak di atas batu besar di pinggir tebing, di Desa Beraban, Kediri, Tabanan ini memang menyajikan pemandangan yang indah sekaligus relijius.

 

Jalan-jalan ke Tabanan ini memang paket super lengkap. Kamu bisa menikmati pantai, gunung, taman, persawahan, hingga menikmati peninggalan karya seninya di sini. Jadi, masih ragu buat ke Tabanan?


 

Leave a Reply