7 Pelajaran Kepemimpinan yang Bisa Kita Petik dari Kartun Charlie Brown dan Geng Peanuts

Tepat 18 tahun lalu, Charles M. Schulz, kartunis Amerika pencipta karakter Snoopy, Charlie Brown, dan geng Peanuts lainnya berpulang. Selain lucu dan menghibur, ternyata banyak pelajaran hidup yang tersembunyi di setiap karakter dan jalan cerita Peanuts. Pelajaran apa saja? Simak sama-sama di bawah ini.

 

Belajar Kepemimpinan dari Charlie Brown cs Lewat Film “The Peanuts”
Charlie Brown dan Snoopy via pixabay.com

 

1. Menjadi pendengar yang baik

Charlie Brown paling sering mengeluarkan keluh kesahnya ketika bersama Snoopy atau Linus. Untungnya, kedua karakter itu pendengar yang baik dan bisa sedikit-sedikit memberi sumbang pendapat.

Kalau kamu bercita-cita jadi pemimpin yang baik, miliki kemampuan mendengarkan dengan baik seperti Snoopy dan Linus. Dengan mendengarkan maka kamu akan mengetahui dan memahami banyak hal. Setelah kamu paham, baru deh kamu bisa bertindak sesuai dengan kebutuhan.

 

2. Berani dan tidak mudah menyerah

Linus: “Remember it’s the courage that continue that counts.”

Charlie: “I don’t care what Lucy says. I may have had troubles in the past flying a kite and I may have never won a baseball game. But it’s not for the lack of trying.”

Charlie: “My pitching has to improve. If I come out here to my trusty mound every day. Charlie Brown is not a quitter!”

Charlie: “One small step for kids one giant leap for Charlie Brown.”

Charlie Brown kadang enggak percaya dengan dirinya sendiri. Walau begitu ia berusaha menyemangati dirinya sendiri supaya enggak gampang menyerah. Pelajaran kepempimpinannya adalah seorang pemimpin harus mampu memotivasi dirinya sendiri. Kalau kamu sendiri saja tidak bersemangat melakukan sesuatu, bagaimana orang yang kamu pimpin bisa bersemangat melakukannya?

 

3. Fokus

Linus: “Listen Charlie Brown, ignoring what my sister Lucy says has enabled me to make it this far in life.”

Linus adalah anak kecil yang lucu, setia dan penyayang, namun terkadang kakaknya yang bossy suka merendahkannnya. Untungnya, Linus tidak ambil pusing atas apa yang dikatakan atau dilakukan kakaknya itu.

Pelajaran dari sini adalah seorang pemimpin enggak perlu mengacuhkan hal-hal negatif yang orang lain sampaikan. Kesal pada hal negatif tersebut cuma membuat energi habis. Lebih baik fokus pada apa yang bisa dilakukan dan dikerjakan.

Belajar Kepemimpinan dari Charlie Brown cs Lewat Film “The Peanuts”
Charlie Brown dan Linus via pixabay.com

 

4. Ringan tangan dan rendah hati

Charlie: “Oh uh well okay.The thing is flying a kite isn’t for everyone. It takes a certain type of person. It can be frustrated at times. They tend to have a mind of their own. But with determination and dedictation you can make it happen.”

Charlie diceritakan selalu gagal menerbangkan layang-layangnya. Walau begitu, Charlie tidak segan untuk memberi waktu dan membantu anak lain yang untuk bisa menerbangkan layang-layang. Di sini kita bisa belajar seorang pemimpin harus punya sifat penolong dan rendah hati. Pemimpin yang baik mendorong setiap anak buahnya untuk maju dan mencapai target.

 

5. Tulus

Little Red Haired Girl: “That’s not who you were at all. I like the compassion you showed your sister at the talent show. The honesty you had at the assembly and at the dance. You’re brave and funny. And what you did for me. Doing the book report while I was away was so sweet of you.”

Seringkali Charlie Brown tidak percaya diri. Namun tanpa disadari ia penuh semangat untuk membantu orang lain dan mencoba mewujudkan impiannya. Pemimpin yang mempunyai ketulusan dan semangat akan melawan rintangan yang ada dan menciptakan suatu kondisi kondusif untuk mencapai tujuan.

 

6. Jujur

Charlie: “Before I begin I’d like to thank you for your support. You all have been so kind. It is not often if I get that sort of recognition. But there’s been a mistake. This is not my test.”

Saat Charlie mendapat nilai bagus yang ia rasa bukan miliknya, bukannya diam ia justru menolak mengakui nilai tersebut. Charlie Brown jadi teladan pemimpin yang jujur, yang menghargai kerja keras sendiri dan orang lain.

7. Berterima kasih

Charlie: “What would I do without a good friend like you.”

Charlie menggungkapkan hal tersebut kepada Snoopy dan Linus yang selalu mendengarkan dan mendorongnya. Pemimpin yang baik adalah pemimpin tidak hanya menghargai pencapaiannya tapi juga menghargai pencapaian timnya.

 

Nah, itu dia beberapa pelajaran tentang kepemimpinan yang bisa kamu tonton atau baca di kartun Peanuts. Jadi, penasaran kepingin nonton atau baca lagi kan nih?


 

Leave a Reply