9 Jenis Sambal dari Berbagai Belahan Dunia

Banyak orang Indonesia yang merasa kalau makan tanpa sambal itu rasanya seperti enggak makan. Orang bule bisa sampai geleng-geleng kepala melihat kegemaran kita dengan makanan pedas.

Eh, tapi jangan salah, ternyata enggak cuma orang Indonesia yang terobsesi dengan sambal. Sembilan jenis sambal dari berbagai belahan dunia ini bukti kalau seluruh dunia suka yang pedas-pedas.

 

1. Achaar, India

A post shared by Ranjani Gosai (@ranjanigosai) on

Sebagai negeri yang terkenal akan makanan pedasnya, India tentu memiliki sambal tradisionalnya sendiri. Achaar adalah acar khas India yang terbuat dari buah-buahan, sayuran, dan rempah-rempah yang dimasak dalam minyak atau air garam. Bahan yang biasa dipakai antara lain mangga, jeruk limau, tomat, bawang, kembang kol, timun, dan cabai. Achaar biasa dihidangkan dengan samosa, kari dan bermacam-macam makanan Asia Selatan lainnya.

 

2. Salsa Picante, Meksiko

A post shared by Mai (@g_84_a) on

Salsa yang satu ini bukan tarian yang sering ditampilkan di kafe-kafe ibu kota. Saus salsa adalah sambal tradisional dari Meksiko yang sudah terkenal di seantero dunia. Penggunaannya sangat beragam, mulai dari sekadar menambah rasa pada lauk, celupan keripik kala nonton, hingga campuran koktail Bloody Mary. Konsistensi dan warnanya sama seperti saus sambal di Indonesia namun rasanya tentu saja berbeda.

 

3. Sriracha, Thailand

A post shared by Thesteiness (@thesteiness) on

Kalau kamu generasi milenial yang update dengan berita kekinian, harusnya sih kenal dengan sriracha. Sambal sriracha produksi Amerika yang mendadak banyak penggemarnya itu merupakan adaptasi dari saus sriracha dari Thailand.

Bahan dasar kedua sriracha itu sama, yakni cabai merah, gula, garam, bawang putih, dan cuka. Bedanya, sriracha versi Amerika lebih manis dan encer dari versi Thailandnya. Keduanya bisa dimakan dengan berbagai cara, baik sebagai pelengkap, saus celupan, bumbu marinase, sampai pengganti salsa untuk Bloody Mary.

 

4. Harissa, Afrika Utara

A post shared by OpenTableIndia (@opentableindia) on

Harissa adalah sambal yang sangat terkenal di Afrika Utara. Teksturnya kental dan lembut dengan sedikit butiran cabai kering yang digiling halus. Bahan baku harissa antara lain cabai baklouti Tunisia atau cabai serrano, minyak zaitun, bawang putih, jus lemon, ketumbar, jinten, dan berbagai rempah-rempah lainnya.

Harissa sering dicampurkan dengan falafel, sup, salad dan hidangan khas Afrika Utara lain. Rasa harissa enggak terlalu pedas sehingga cocok dijadikan saus olesan dan pelengkap berbagai jenis masakan.

 

5. Hot Sauce, Amerika Serikat

Hot sauce adalah sambal dari Amerika Serikat yang terkenal di kalangan orang-orang keturunan Afrika. Sambal ini sampai masuk dalam lirik lagu Beyonce, Formation. Dalam lagu tersebut, Beyonce bercerita kalau ia sering banget membawa hot sauce di dalam tasnya.

Sambal ini muncul pertama kali dan dijual secara komersial di Louisiana. Ciri hot sauce adalah teksturnya cair, rasanya sedikit asin, dan bercuka karena difermentasikan berulang kali. Di Indonesia kamu bisa menemukannya di restoran-restoran Italia dengan merek Tabasco. Rasa asamnya memang cocok untuk menyeimbangkan makanan berlemak seperti makaroni keju dan steak daging.

 

6. Gochujang, Korea Selatan

Penggemar tayangan Korea tentu hafal dengan sambal yang satu ini. Setelah kimci, gochujang adalah makanan pelengkap paling terkenal di Korea. Sambal ini juga sudah sejak lama jadi bagian makanan sehari-hari bangsa Korea.

Secara tradisional, gochujang terbuat dari cabai, pemanis alami (gula atau madu), garam, kedelai yang difermentasi, dan beras ketan yang difermentasi dalam pot tanah liat. Seperti yang bisa kamu lihat di tayangan drama atau reality show Korea, sambal ini biasa jadi pelengkap saat makan bibimbap (nasi campur) maupun daging bakar.

 

7. Sos Ti-Malice, Haiti

via wikimedia.org

Sambal dari Haiti ini rasanya campuran asam dan pedas. Ti Malice juga kuat aroma bawangnya karena bahan utamanya memang bawang merah dan bawang putih (plus paprika dan tomat).

Menurut legenda, seorang penipu terkenal bernama Ti Malice menambahkan saus pedas buatannya ke dalam makanannya untuk menghukum temannya yang suka mencuri makanan Ti Malice. Bukannya kejang-kejang, temannya itu malah suka. Sampai sekarang orang Haiti menjadikan sambal Ti Malice untuk pelengkap makan griot (babi goreng) dan ikan.

 

8. Muhammara, Suriah

Negara yang berada di kawasan Timur Tengah ini punya sambal sedap yang terbuat dari cabai Aleppo, kenari, minyak zaitun, dan remah roti. Kadang ada juga yang mencampurkan air lemon, sirup delima, dan jinten. Muhammara biasa dimakan sebagai bumbu pelengkap atau saus celupan roti.

 

9. Peri-peri, Portugal

Orang Portugal pun keranjingan sama sambal. Sambal piri-piri ini sudah menjadi makanan sehari-hari bangsa Portugal sejak cabai piri-piri diboyong penjelajah Portugal dari Afrika tahun 1400-an. Selain cabai, bahan baku yang digunakan untuk membuat sambal ini antara lain cuka, air lemon, bawang bombay dan garam. Sambal piri-piri biasanya digunakan untuk olesan makanan berbahan ayam.


 

Leave a Reply