Cari Tahu dan Maksimalkan Gaya Belajar VAK yang Paling Sesuai Denganmu

Menurut metode gaya belajar VAK (Visual, Auditori, Kinestetik), setiap orang menggunakan tiga indera untuk menerima dan mempelajari setiap informasi. Ketiga indera tersebut yakni penglihatan (visual), pendengaran (auditori), dan gerakan (kinestetik). Dari ketiga indera tersebut, biasanya ada satu atau dua yang dominan digunakan seseorang dalam belajar.

Kamu bisa mengikuti tes VAK secara online untuk mengetahui sekilas gaya belajar VAK yang kamu miliki. Kalau sudah benar-benar yakin, gunakan strategi yang tepat untuk memaksimalkan proses belajarmu.

 

Visual

via pixabay.com

Kalau kamu termasuk orang yang dominan visual, alangkah baiknya sewaktu belajar menggunakan alat bantu gambar, diagram, dan informasi visual lainnya. Gunakan kartu bergambar untuk belajar kata baru saat belajar bahasa asing. Rangkum atau cari materi belajarmu yang dipresentasikan dalam diagram atau grafik.

Kamu juga bisa membuka internet dan mencari kursus dan video online untuk belajar di rumah. Gunakan juga peta pikiran atau mind map. Cara ini efektif untuk mendeskripsikan proses berpikirmu secara visual.

 

Auditori

via pixabay.com

Kalau kamu dominan auditori, berarti kamu lebih cepat menyerap informasi jika informasi tersebut disampaikan secara verbal. Pola belajar di kelas seperti presentasi, diskusi grup, dan penjelasan pengajar sangat cocok untukmu.

Apa strategi dan cara memaksimalkan gaya belajar dominan auditori? Saat pengajar sedang memberikan penjelasan kamu bisa merekam penjelasan atau instruksinya dalam bentuk audio. Kamu juga bisa menggunakan aplikasi pengenalan suara untuk mendengarkan catatan atau materi tulisan secara audio. Dalam situasi belajar mengajar, ciptakan dialog dan diskusi antara kamu dan pengajar serta rekan belajar.

 

Kinestetik

via pixabay.com

Kalau gaya belajarmu dominan kinestetik, berarti kamu lebih suka belajar yang disertai dengan aktivitas fisik atau aplikasi langsung. Misalnya membongkar sendiri bahan yang sedang dipelajari, memainkan pulpen saat di kelas, dan lain sebagainya.

Bagaimana strategi yang tepat untuk gaya belajar yang satu ini? Sebisa mungkin ciptakan lingkungan belajar yang memungkinkanmu untuk praktik langsung dan bereksperimen. Jangan takut untuk bergerak atau berkeliling saat belajar.

Gunakan mainan atau alat bantu belajar seperti bola remas atau permen karet. Agar lebih mudah mengerti, kamu juga bisa memindahkan atau merangkum apa yang kamu sedang pelajari pada kertas, papan tulis atau komputer. Jangan hanya duduk diam sebab belajar tanpa aktivitas fisik akan membuatmu bosan dan frustasi.

 

Demikian penjelasan tentang gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Dari ketiga gaya belajar tersebut, mana yang paling dominan ada di dirimu?


 

Leave a Reply