Hidup Hemat dengan Kakeibo ala Ibu-Ibu Jepang

Jepang bisa maju seperti sekarang salah satunya karena penduduknya melek finansial. Sekitar sepertiga atau 30 persen dari pendapatan mereka simpan dalam tabungan. Mereka juga cermat dalam mengelola keuangan. Ibu-ibu Jepang punya kakeibo untuk membantu mengatur keuangan. Kalau kamu tertarik, boleh lho meniru penggunaan kakeibo seperti ibu-ibu Jepang.

Penasaran apa itu kakeibo dan bagaimana menerapkan cara hemat dengan kakeibo? Simak penjelasannya di bawah ini.

 

1. Apa itu kakeibo?

via wikimedia.org

Kakeibo adalah alat pengelolaan anggaran rumah tangga yang banyak digunakan ibu-ibu di Jepang. Kalau diterjemahkan secara harafiah, kakeibo artinya buku besar keuangan rumah tangga.

Kakeibo awalnya berbentuk buku catatan keuangan dengan desain yang lucu dan imut. Seiring waktu, kini kakeibo muncul dalam berbagai bentuk dan rupa. Mulai dari aplikasi smartphone, template spreadsheet, hingga catatan tulisan tangan sederhana. Cara yang terakhir itu banyak dipakai seiring dengan makin populernya bullet journal.

 

2. Bagaimana menggunakan kakeibo?

via media.defense.gov

Kakeibo biasanya terdiri dari halaman bulanan, mingguan, pengeluaran tidak terduga, dan rangkuman tahunan. Untuk memulai, catat pengeluaran rutin (sewa kontrakan, kredit rumah, biaya wifi) dan pendapatan bulanan di halaman bulanan. Tentukan juga nominal tabungan yang ingin kamu simpan. Sisa pendapatan setelah dikurangi pengeluaran rutin dan tabungan menunjukkan besar bujet pengeluaran yang kamu punya untuk sebulan.

Alokasikan pengeluaran selama satu bulan ke berbagai kategori seperti biaya hidup (makanan, obat-obatan, transportasi), sekunder (makan di luar, belanja, rokok), hiburan (buku, musik, bisokop), dan pengeluaran tambahan (pengeluaran tak terduga seperti kado, perbaikan rumah). Pada akhir bulan, perbedaan dari anggaran yang sudah ditentukan dan total pengeluaran jadi tabungan tambahanmu.

 

3. Tips kakeibo: fokus pada pengeluaran makanan

via wikimedia.org

Salah satu fokus utama kakeibo adalah pengelolaan anggaran makanan karena makanan adalah pengeluaran yang biasanya paling besar dan paling mudah untuk dihemat. Jadi dalam kakeibo, pengeluaran untuk makanan tidak dimasukkan dalam satu kategori saja tapi disebar ke berbagai subkategori.

Pada praktiknya, kakeibo biasanya mengelompokkan pembelian bahan makanan berdasarkan jenis nutrisinya seperti karbohidrat, daging dan ikan, telur dan susu, sayur mayur, dan buah-buahan. Cara lain yang lebih sederhana adalah membagi ke dalam kategori besar seperti pos makanan sehari-hari, pos camilan, pos makan di luar, dan lain-lain.

 

4. Tips kakeibo: kelompokkan anggaran dalam amplop

via wikimedia.org

Sesudah dicatat, sediakan uang tunai sesuai jumlah anggaran yang sudah ditentukan dalam sebulan. Pisahkan uang tersebut ke dalam amplop sesuai dengan peruntukkannya. Kalau uang dalam amplop sudah habis, berarti anggaranmu untuk pengeluaran tersebut sudah habis. Kamu enggak boleh curang dengan mengambil dari amplop atau rekening lain.

Cara ini efektif karena mengatur uang tunai terasa lebih nyata daripada sekedar susunan angka di rekening. Alhasil kamu jadi lebih hati-hati dalam mengelola uang.

 

5. Tips kakeibo: menabung uang receh

via pixabay.com

Saat mengatur uang menggunakan sistem kakeibo, tidak boleh ada yang terlewatkan. Uang harus dikelola hingga nominal terkecil. Jadi sewaktu belanja dan dapat kembalian recehan, uang tersebut harus dipindahkan ke dalam tabungan uang receh. Kalau kamu merasa uang receh terlalu remeh, kamu bisa memodifikasinya dengan tabungan dua puluh ribu.

 

Sistem hemat dengan kakeibo enggak terlalu sulit untuk diterapkan, kan? Yuk mulai terapkan dari sekarang supaya punya tabungan untuk jalan-jalan ke Jepang.


 

Leave a Reply