5 Makanan Masa Depan yang Mungkin Akan Menggantikan Makanan Favoritmu

Kalau ngobrolin tentang dunia di masa depan, pasti kebanyakan orang akan membicarakan tentang mobil terbang dan rumah berteknologi tinggi. Enggak banyak yang terpikirkan untuk ngobrolin soal apa yang akan kita makan di masa depan. Padahal kalau dipikir-pikir, kita bisa hidup tanpa mobil tapi enggak bisa hidup tanpa makanan.

Di masa depan akan terjadi perubahan demografi, teknologi, dan sumber daya alam yang berpengaruh terhadap stok makanan di dunia. Makanan yang sekarang lazim di masa depan bisa jadi stoknya menipis sehingga makanan masa depan kita adalah makanan yang tidak lazim. Walau tidak lazim tapi bahan makanan ini katanya bisa memberikan solusi ketahanan pangan dan gizi yang lebih baik.

Penasaran?

 

1. Daging non hewan ternak

via wikimedia.org

Industri peternakan saat ini adalah bisnis yang menghasilkan banyak uang namun berdampak buruk bagi lingkungan dan kesejahteraan hewan. Melihat hal ini banyak pihak yang mulai mencari cara untuk menggantikan sumber protein yang berasal dari hewan ternak. Dua solusi yang saat ini sedang dikembangkan adalah daging yang diproduksi di laboratorium dan daging berbahan dasar tumbuhan.

Daging keluaran laboratorium sedang dikembangkan Shir Friedman, ahli bioteknologi asal Israel sekaligus co-founder Yayasan Agrikultur Modern. Visinya adalah memproduksi daging yang bukan berasal dari hewan ternak tapi direkayasa menggunakan sel otot hewan.

Perusahaan makanan lain seperti Impossible Foods dan Beyond Meat menggunakan pendekatan berbeda. Mereka mencoret sama sekali protein hewani sebagai bahan pangan dan membuat imitasi daging dari tumbuhan. Bahan yang digunakan antara lain protein kacang tanpa gluten dan protein heme. Walau dari tumbuhan, namun tampilan, rasa, dan bau daging ini sama persis seperti daging asli. Hebatnya lagi, daging dari tumbuhan ini bahkan ada darahnya.

 

2. Serangga

via wikimedia.org

Kembali ke konsep bahwa industri peternakan saat ini menguras sumber daya alam secara besar-besaran, para ilmuwan kini mulai melirik serangga. Serangga dianggap punya nutrisi setara dengan ayam atau sapi namun dengan kebutuhan sumber daya yang jauh lebih kecil.

Serangga mengonsumsi jauh lebih sedikit air dan pangan serta menghasilkan jauh lebih sedikit jejak karbon atau polusi. Biaya produksi serangga yang diternakkan juga jauh lebih murah ketimbang peternakan ayam atau sapi.

Dari segi lazim tidak lazim, serangga sebenarnya berada di posisi tengah-tengah. Ulat dan belalang sangat populer sebagai makanan di Afrika, tawon dianggap makanan lezat di Jepang, dan jangkrik serta berbagai jenis serangga lainnya umum disantap di Thailand. Walau begitu lebih banyak negara lagi yang menganggap serangga sebagai makanan menjijikkan.

 

3. Soylent

via wikimedia.org

Soylent digadang-gadang sebagai makanan masa depan. Makanan ini seratus persen terbuat dari tanaman, antara lain kedelai, minyak kanola, dan lagi sebagainya.

Produsennya punya visi untuk memudahkan hidup manusia modern yang super sibuk dengan mempersingkat waktu produksi dan konsumsi makanan. Mereka juga ingin menjadikan Soylent sebagai terobosan penting di bidang lingkungan karena memerlukan sedikit sumber daya alam untuk proses produksi, bahannya rendah polusi, serta mengurangi makanan terbuang karena waktu kedaluwarsanya yang lama.

Kekurangan makanan ini cuma satu, rasanya enggak senikmat makanan biasa.

 

4. Ganggang

via wikimedia.org

Ganggang seperti spirulina dan klorela sudah digunakan sejak lama dalam industri makanan. Di Indonesia makanan yang terbuat dari ganggang populer kita jumpai dalam bentuk agar-agar. Dengan jumlahnya yang seabrek-abrek di bumi, ganggang dianggap sebagai makanan masa depan yang dapat mengentaskan dunia dari malnutrisi dan krisis pangan. Beberapa perusahaan seperti Algama, perusahaan startup asal Perancis, mulai memproduksi minuman ekstrak spirulina yang mereka klaim mengandung nutrisi sangat tinggi.

5. Ubur-ubur

via staticflickr.com

Terakhir, bahan pangan yang juga dianggap sebagai makanan masa depan adalah ubur-ubur. Ketersediaannya yang melimpah di bumi menjadi alasan makanan ini cocok untuk menjadi solusi masalah kekurangan pangan di masa depan. Kekurangannya, sama seperti Soylent, ubur-ubur ini rasanya enggak terlalu enak.

 

Hmmm, bagaimana? Apakah kamu kira-kira akan tertarik menyantap makanan yang diprediksi sebagai makanan masa depan di atas?


Leave a Reply