Semua yang Perlu Kamu Tahu Seputar Masa Percobaan Kerja

Barangkali dalam waktu yang tidak lama lagi kamu akan memulai masa percobaan kerja. Perusahaan biasanya menerapkan masa percobaan kerja atau yang disebut juga dengan probation untuk memantau apakah kamu cocok dan mampu menjalankan tugas sebelum nantinya diangkat sebagai karyawan tetap.

Pahami segala yang perlu kamu tahu soal probation supaya kamu benar-benar bisa melewati masa ini dengan baik dan enggak jadi kelinci percobaan.

 

Apa itu Masa Percobaan Kerja?

Serba Serbi Masa Percobaan Kerja(Probation)
via pixabay.com

Masa percobaan kerja adalah periode tertentu di mana karyawan baru mulai melakukan pekerjaannya sesuai dengan job description yang diberikan oleh perusahaan. Kalau kamu melamar sebagai staf penjualan maka kamu akan menjalankan pekerjaan sebagai staf penjualan. Begitu juga dengan bidang pekerjaan yang lain. Jenis pekerjaan yang kamu lakukan tercantum dalam perjanjian kerja yang telah disepakati bersama.

Probation hanya berlaku bagi pekerja yang nantinya akan dipekerjakan sebagai pegawai tetap. Kalau kamu statusnya adalah pegawai kontrak atau PKWT (perjanjian kerja waktu tertentu) maka perusahaan enggak boleh menerapkan probation. Aturan ini tercantum dalam pasal 58 dan 60 UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Pada periode ini pekerja baru akan dinilai kemampuan serta performanya oleh perusahaan. Pada masa ini juga pekerja dan perusahaan memiliki hak yang sama untuk melepaskan diri dari perjanjian kerja jika tidak sesuai dengan harapan masing-masing.

 

Berapa lama periode Masa Percobaan Kerja?

via pixabay.com

Pasal 60 ayat 1 UU Ketenagakerjaan menyebutkan kalau perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu (istilah ribet untuk pekerjaan tetap) dapat mensyaratkan masa percobaan kerja paling lama tiga bulan.

Kalau kamu mengalami perpanjangan probation, pastikan aturan tersebut sudah tercantum pada surat perjanjian awal masa percobaan. Perusahaan boleh-boleh saja melakukan perpanjangan seperti itu jika belum bisa melakukan pengangkatan karena masih perlu menilai kinerja pekerja baru.

 

Apa yang saja yang dinilai selama Masa Percobaan Kerja?

via pixabay.com

Beda perusahaan dan beda jenis pekerjaan, tentu akan beda pula aspek penilaiannya. Kalau memakai sudut pandang perusahaan, perusahaan akan menerima karyawan jika karyawan tersebut dinilai punya potensi dan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas yang diberikan. Pada masa percobaan inilah perusahaan akan melihat langsung apakah karyawan tersebut mampu untuk berkontribusi serta memenuhi harapan dan standar perusahaan.

 

Apa keuntungan yang didapat oleh karyawan pada Masa Percobaan Kerja?

via pixabay.com

Selama probation, pekerja baru punya kesempatan untuk belajar dan mengembangkan dirinya lebih baik lagi. Pekerja baru akan diberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya.

Selain skill, pekerja yang berada dalam Masa Percobaan Kerja juga berhak mendapat gaji lho. Sesuai aturan, pekerja berhak atas upah serendah-rendahnya setara dengan upah minimum yang berlaku.

 

Tips untuk lolos Masa Percobaan Kerja

Tiga bulan adalah waktu pendekatan yang cukup antara kamu dengan perusahaan yang menerimamu. Kalau kamu merasa kerasan dengan perusahaan serta tertantang melakukan semua tugas yang diberikan, masa percobaan tentu enggak akan kamu sia-siakan.

Selama masa ini selalu datang tepat waktu. Jangan sungkan bertanya dengan atasan ataupun rekan kerja. Bekerjalah dengan profesional dan tunjukkan bahwa perusahaan tidak salah dalam merekrutmu. Jangan bergosip, banyak mengeluh, atau membuat masalah dengan rekan kerja. Kamu justru harus menunjukkan inisiatif dalam bekerja. Tidak kalah penting, selalu bersikap jujur dan terbuka.

 

Apa pengalamanmu yang paling berkesan dan enggak terlupakan selama masa percobaan kerja?


 

Leave a Reply