5 Strategi Bisnis yang Bisa Kamu Pelajari dari ‘The Art of War’ Sun Tzu

Sun Tzu adalah seorang jenderal, ahli strategi militer, dan filsuf yang hidup pada periode Cina kuno. Karyanya yang terkenal adalah panduan berperang, The Art of War. Walau ditulis dalam konteks militer dan peperangan, The Art of War relevan diterapkan dalam segi kehidupan yang lain seperti misalnya sebagai strategi untuk berbisnis.

Bagi entrepreneur, dunia bisnis layaknya medan tempur. Kalau kamu ingin memastikan kemenangan, tidak ada salahnya menyerap strategi bisnis dari The Art of War Sun Tzu.

 

1. Miliki kemampuan memimpin dan membaca situasi dengan baik

tips entrepreneurship dari sun tzu
via wikimedia.org

“Komandan yang ahli akan meraih kemenangan dengan menggunakan situasi dan tidak menuntut kemenangan dari bawahannya.”

Sebagai entrepreneur, kamu secara otomatis jadi seorang pemimpin. Walaupun bisnismu masih mini dan pegawainya cuma kamu, tetap saja kamu bosnya.

Seorang entrepreneur yang baik harus berupaya dengan segala cara untuk meningkatkan bisnisnya. Ia wajib mampu mengalokasikan sumber daya dan menganalisis situasi. Haram hukumnya menekan pegawai untuk menghasilkan keuntungan sementara kamu sendiri enggak tahu caranya. Ingat, kamulah otak dan penggerak bisnismu, bukan mereka.

 

2. Rancang rencana jangka pendek dan jangka panjang

via pixabay.com

“Strategi tanpa taktik adalah rute terlambat menuju kemenangan. Taktik tanpa strategi adalah keributan sebelum kekalahan.”

Strategi adalah upaya identifikasi tujuan secara garis besar sementara taktik adalah cara untuk mencapai target dan meraih tujuan dengan menggunakan sumber daya yang ada. Keduanya diperlukan dalam pengembangan bisnismu.

Kalau kamu terlalu berpikiran ke depan dan enggak pakai taktik dalam bekerja, kamu akan melupakan hal-hal dan target kecil yang harus diselesaikan saat itu. Sedangkan kalau kamu enggak memikirkan strategimu, semua kegiatanmu akan bergerak tanpa arah.

 

3. Selalu rendah hati

via staticflickr.com

“Kalau kamu mampu menyerang, jangan perlihatkan kamu mampu. Ketika menggunakan kekuatan, kita harus terlihat pasif. Ketika dekat, kita harus membuat musuh percaya bahwa kita jauh. Ketika jauh, kita harus membuat musuh percaya kita dekat.”

Dalam menjalankan bisnismu, kamu akan selalu berada pada posisi berhadapan dengan kompetitor. Seperti dalam perang, kamu sebaiknya enggak terlalu mengumbar kekuatan. Lebih baik bersikap rendah hati dan terlihat biasa saja, namun mampu memberikan produk dan layanan yang prima.

 

4. Persiapkan segala sesuatu dengan baik

via maxpixel.freegreatpicture.com

“Pejuang hebat menang dulu baru pergi perang, sedangkan pejuang yang kalah pergi perang untuk mendapatkan kemenangan.”

Seorang entrepreneur harus memberikan produk dan layanan yang baik. Ia enggak boleh lelah berulang kali menyempurnakan, menguji peluncuran produk secara bertahap, membuat perbaikan dari umpan balik pengguna awal sebelum meluncurkannya ke pasar. Daripada gagal saat diluncurkan ke publik, lebih baik gagal pada saat uji coba dan pengetesan.

 

5. Kenali keunggulan dan kelemahan bisnismu

via staticflickr.com

“Kalau kamu memahami musuhmu dan dirimu sendiri, kamu tidak perlu takut bahkan untuk seratus pertarungan”

Sebagai entrepreneur kamu wajib mengenali betul-betul keunggulan dan kelemahan bisnismu. Kalau sudah punya gambaran yang jelas, selanjutnya pelajarilah peta persaingan untuk melihat celah pada pasar yang belum dimanfaatkan oleh kompetitor. Tujuannya supaya bisa menghindari persaingan bisnis gila-gilaan yang sebenarnya tidak perlu.

 

Itu tadi beberapa strategi bisnis dari The Art of War yang bisa kamu terapkan. Apakah kamu pernah dengar atau tahu kutipan dari Sun Tzu lainnya? Yuk, share di kolom komentar.


 

Leave a Reply