5 Museum di Bandung yang Wajib Kamu Kunjungi

Bandung merupakan kota dengan nilai historis yang tinggi. Konon pada masa pemerintahan Hindia Belanda, kota ini dipersiapkan sebagai ibu kota negara menggantikan Batavia. Tidak heran, di Bandung kamu akan menemukan banyak bangunan peninggalan zaman Hindia Belanda yang syukurnya masih bertahan sampai saat ini. Bangunan tersebut antara lain Gedung Sate, Gedung Merdeka, Gedung Cacar dan Lembaga Pasteur (Gedung Biofarma), hingga Hotel Savoy Homann.

Wisata sejarah di Bandung makin lengkap kalau kamu berkunjung ke museum-museum yang ada di kota berjuluk kota kembang ini. Beberapa museum di Bandung yang wajib kamu kunjungi, antara lain:

 

1. Museum Konferensi Asia Afrika

Yuk Wisata Museum di Bandung
Gedung Merdeka – Museum konferensi Asia Afrika via flickr.com/photos/thisisinbalitimur

Museum Konferensi Asia Afrika terletak di bangunan peninggalan Belanda yang disebutkan di atas, yakni Gedung Merdeka. Lokasi persisnya ada di Jalan Asia Afrika No. 65. Pada tahun 1955 dulu, gedung ini menjadi tempat bersejarah diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika (KAA) yang dihadiri perwakilan dari 29 negara.

Yuk Wisata Museum di Bandung
Museum KAA via wikimedia.org

Pengunjung bisa melihat-lihat seisi museum tanpa perlu membayar tiket masuk. Selain punya ruang pamer yang menampilkan foto-foto dan benda bersejarah zaman penyelenggaraan KAA dulu, museum ini juga punya ruang audio visual tempat menonton film, serta perpustakaan tempat menyimpan koleksi buku dan majalah.

Museum KAA buka dari hari Selasa-Minggu. Selasa-Kamis buka pukul 08.00-16.00, lalu Jumat pukul 14.00-16.00, sementara Sabtu-Minggu dari pukul 09.00-16.00.

 

2. Museum Geologi Bandung

Yuk Wisata Museum di Bandung
Tampak depan Museum Geologi via wikimedia.org

Museum Geologi berdiri sejak zaman penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1928. Pada masa itu, bangunan ini dimaksudkan sebagai laboratorium penelitian kandungan tambang dan sumber daya mineral di Hindia Belanda. Sekarang, semua orang bisa berkunjung ke museum yang terletak di Jalan Diponegoro No.57 ini. Mulai dari pengunjung umum sampai anak sekolah.

Tiket masuknya sangat terjangkau. Pelajar dan mahasiswa diwajibkan membayar Rp 2 ribu per orang, wisatawan domestik Rp 3 ribu per orang, sementara wisatawan asing Rp 10 ribu per orang.

Bangunan gaya art deco yang terdiri dari dua lantai ini menyimpan alat peraga seputar bidang geologi di Indonesia. Mulai dari keadaan geologi di Indonesia, rekaman kegiatan eksplorasi sumber daya mineral, sampai contoh fosil sejarah manusia.

Museum Geologi tutup setiap Jumat dan hari libur nasional. Jam operasional Senin-Kamis pukul 08.00-16.00 dan Sabtu-Minggu pukul 08.00-14.00.

 

3. Museum Pos Indonesia

A post shared by Humas Jabar (@humas_jabar) on

Museum Pos Indonesia berada satu kompleks dengan Kantor Pusat PT Pos Indonesia. Lokasi persisnya berada di Jalan Cilaki No.73. Para pencinta filateli pastinya akan senang sekali ketika berkunjung di sini. Museum ini mempunyai koleksi filateli dalam negeri dan luar negeri yang sangat lengkap, mulai dari zaman Hindia Belanda sampai zaman sekarang.

A post shared by Burhan Rizza (@burhanrizza) on

Museum ini juga menyimpan koleksi bersejarah lainnya seperti sepeda ontel yang dulu digunakan sebagai transportasinya pengantar surat, kotak pos dari zaman ke zaman, media tulis untuk menulis surat seperti daun lontar, bilah bambu, kertas, atau kulit binatang, mesin tik, timbangan pos, mesin hitung, peta, dan masih banyak lainnya.

Jam operasional Museum Pos Indonesia adalah dari Senin sampai Jumat pukul 08.00-15.00, sementara Sabtu pukul 08.00-13.00. Museum ini tutup setiap hari Minggu dan hari libur nasional.

 

4. Museum Barli


Museum yang diresmikan pada tahun 1992 ini didirikan untuk mengenang pelukis Barli Sasmitawinata. Ia merupakan pelukis legendaris sekaligus pelopor berdirinya Jurusan Seni Rupa di Indonesia.

Berlokasi di Jalan Prof. Dr. Ir. Sutami, museum ini sangat unik karena tidak hanya memamerkan lukisan-lukisan Barli dari masa ke masa, namun juga lukisan dari anaknya yaitu Agung Wiwekaputera.

Di samping memamerkan lukisan, museum ini juga punya koleksi mainan jadul, komik antik, dan action figure. Selidik punya selidik mainan tersebut merupakan koleksi Adit Barli, cucu Barli sekaligus pengelola museum.

Museum ini buka dari hari Senin-Sabtu dari pukul 09.00-17.00. Tiket masuknya enggak mahal-mahal amat. Pengunjung umum membayar Rp 15 ribu sementara pelajar Rp 10 ribu.

 

5. Museum Sri Baduga

Yuk Wisata Museum di Bandung
Halaman depan Museum Sri Baduga via wikipedia.org

Museum ini terletak di Jalan BKR No. 185. Nama museum ini diambil dari nama Raja Sunda pada abad ke-16 Masehi yaitu Sri Baduga Maharaja Ratu Haji Pakuan Padjadjaran Sri Ratu Dewata. Museum ini mempunyai konsep bangunan perpaduan khas rumah panggung Jawa Barat dengan arsitektur modern.

Museum ini terletak di Jalan BKR No. 185. Nama museum ini diambil dari nama Raja Sunda pada abad ke-16 Masehi yaitu Sri Baduga Maharaja Ratu Haji Pakuan Padjadjaran Sri Ratu Dewata. Museum ini mempunyai konsep bangunan perpaduan khas rumah panggung Jawa Barat dengan arsitektur modern.

Koleksi benda-benda yang dipamerkan adalah benda-benda warisan sejarah Jawa Barat. Di sini kamu bisa melihat prasasti, senjata tradisional, alat musik, sarana pengangkutan, hingga karya seni berupa lukisan, patung, dan karya seni kriya.

Museum Sri Baduga buka dari hari Selasa-Minggu. Jam operasional Selasa-Jumat adalah pukul 08.00-16.00, sementara Sabtu dan Minggu pukul 08.00-12.00. Tiket masuknya sangat murah. Tarif untuk pelajar Rp 2 ribu sementara pengunjung mahasiswa dan umum Rp 3 ribu.

 

Nah, itu tadi adalah 5 museum yang unik dan menarik di Bandung. Kalau kamu tertarik dengan wisata museum, apakah kamu punya rekomendasi museum lainnya yang harus dilihat?


 

Leave a Reply