9 Pelajaran Entrepreneuship yang Bisa Kamu Dapatkan dari Mendaki Gunung

Apa hubungan hobi dengan bisnis? Pertama, kamu bisa menjadikan hobi sebagai peluang bisnis. Misalnya hobimu mendaki gunung, maka kamu bisa saja memanfaatkannya untuk memulai usaha mountain trip atau usaha penyewaan peralatan berkemah.

Kedua, hobi yang kamu tekuni bisa membentukmu jadi pribadi yang lebih andal dalam berbisnis. Masih pakai contoh mendaki gunung, inilah beberapa contoh pelajaran entrepreneurship dari mendaki gunung.

 

1. Persiapan dapat menentukan hidup atau mati

pelajaran entrepreneurship dari mendaki gunung
via maxpixel.freegreatpicture.com

Sebelum mendaki gunung, kamu perlu punya persiapan yang matang. Keselamatan dirimu selama perjalanan salah satunya ditentukan dari seberapa baik kamu mempersiapkan diri.

Begitu pula dalam dunia bisnis. Business plan turut menentukan kelangsungan bisnismu ke depannya. Jangan lupa juga rencanakan exit strategy kalau-kalau yang kamu harapkan tidak terjadi sesuai dengan kenyataan.

 

2. Jangan ngoyo di awal

pelajaran entrepreneurship dari mendaki gunung
via maxpixel.freegreatpicture.com

Biasanya, saat memulai sesuatu yang baru, semangat dan adrenalin akan meluap-luap. Atur semangat dan energi agar langkahmu tetap stabil. Perjalanan ke puncak masih panjang dan banyak rintangan. Kalau kamu terlalu memaksakan diri di awal, energimu akan cepat terkuras habis.

 

3. Tetap berjalan

via wikimedia.org

Baik saat mendaki gunung atau menjalankan bisnis, pasti akan ada titik di mana kamu benar-benar letih. Puncak masih terasa jauh, tapi kalau menyerah sekarang usaha yang sudah kamu jalani jadi sia-sia.

Dalam situasi seperti itu, kamu harus terus menyemangati diri sendiri. Enggak apa-apa langkah sedikit melambat, yang penting kamu tetap berjalan.

 

4. Rawat dirimu

via pxhere.com

Selama perjalanan, sadari kondisi tubuh dan penuhi kebutuhanmu. Makanlah saat lapar. Kalau lelah, istirahatlah sejenak. Jangan biarkan ambisi mencapai puncak bikin kamu melupakan kebutuhan diri sendiri.

Prinsip yang sama berlaku juga dalam berbisnis. Saat menghadapi tekanan yang berat, ambil jeda sebentar dan beristirahatlah. Kalau perlu, kamu bisa juga mengambil liburan singkat untuk memulihkan fisik dan mental.

 

5. Tujuan selalu tampak lebih dekat dari kenyataan

via pixabay.com

Seringkali pendaki pemula terkecoh dengan pemandangan saat mendaki. Puncak gunung terlihat dekat padahal kenyataannya untuk sampai ke sana masih perlu menempuh perjalanan yang panjang.

Begitu pula dengan pebisnis pemula yang punya kepercayaan diri berlebih. Ketika mendengarkan cerita pengusaha yang sudah sukses, mungkin dalam bayangannya ia bisa dengan mudah mengikuti kesuksesan orang tersebut.

Sayangnya, usaha mencapai kesuksesan tidak sesederhana cerita sukses yang sering disampaikan para pengusaha. Biasanya biaya, waktu, dan energi yang dibutuhkan akan lebih besar dari perkiraan. Jadi, jangan pernah meremehkan besarnya upaya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuanmu.

 

6. Jangan sepelekan hal-hal kecil

via pixabay.com

Asal kamu tahu, kecelakaan saat mendaki gunung paling banyak terjadi di tempat yang biasa-biasa saja, bukan di tempat yang medannya sulit atau berat. Penyebabnya karena pendaki tersebut menyelepekan hal-hal kecil.

Begitu pula dalam berbisnis. Jangan pernah meremehkan risiko seberapapun besarnya. Selalulah siap siaga menghadapi setiap keadaan.

 

7. Jangan gengsi menerima pertolongan

via wikimedia.org

Baik menjalankan bisnis ataupun mendaki gunung sebenarnya bisa saja kamu lakukan seorang diri. Namun usahamu akan lebih baik kalau kamu melakukannya bersama orang lain. Ketika hilang arah, kamu punya rekan untuk berbagi keluh kesah atau menunjukkan jalan kembali ke jalur yang benar. Ketika tergelincir, ada orang lain yang bisa memegangmu agar tidak terjatuh. Jadi jangan pernah merasa gengsi menerima bantuan dari orang lain.

 

8. Evaluasi jalan yang sudah kamu tempuh

via maxpixel.freegreatpicture.com

Selama perjalanan, luangkan waktu juga untuk mengevaluasi jalan yang sudah kamu lewati. Hasil evaluasinya berguna untuk memperbaiki kesalahan atau meningkatkan efektivitas usaha yang kamu lakukan. Ketika kamu mendaki gunung lain atau kalau dalam konteks bisnis, membuka bisnis baru, kamu bisa menerapkan pelajaran yang sudah kamu dapatkan tersebut.

 

9. Optimisme yang terukur

via pixabay.com

Saat mendaki gunung atau mengembangkan bisnis, ada kalanya kamu dihadapkan dalam situasi yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Pada saat seperti itu, milikilah optimisme serta percaya diri yang tinggi. Kamu harus yakin dan percaya bahwa kamu mampu untuk berjalan sampai ke puncak.

Di sisi lain, kamu juga harus jeli untuk melihat kapan saatnya berhenti sejenak atau merubah jalan untuk sampai dengan selamat.

 

Itu dia beberapa pelajaran entrepreneurship dari mendaki gunung. Kalau masih awam mendaki gunung, enggak perlu kuatir. Gunung seperti Papandayan atau Sibayak ramah buat pendaki pemula kok.


 

Leave a Reply