Yuk Melek Investasi, Pahami Jenis Reksa Dana yang Tepat Untukmu

Menurut UU No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Sistemnya cukup sederhana, kamu sebagai investor hanya perlu menyetor sejumlah modal kepada perusahaan investasi. Nantinya manajer investasi dari perusahaan tersebut akan mengelola modal yang kamu setorkan. Ia akan menggunakannya untuk membeli saham, obligasi, atau produk investasi lainnya. Kamu hanya perlu menentukan jenis reksa dana apa yang ingin kamu beli.

Apa saja memangnya sih jenis-jenis reksa dana yang ada?

 

1. Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Funds)

jenis reksadana
via Pixabay.com

Reksa dana pasar uang adalah jenis reksa dana yang seluruh dana investasinya ditempatkan dalam instrumen pasar uang, misalnya deposito, obligasi yang jatuh temponya kurang dari satu tahun, atau Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Reksa dana pasar uang merupakan jenis reksa dana dengan risiko yang paling rendah, sehingga cocok bagi kamu yang maunya cari aman. Konsekuensinya, hasil atau return yang kamu dapat juga terbatas. Reksa dana ini juga cocok bagi kamu yang mencari instrumen investasi pengganti tabungan karena hasilnya jauh lebih besar daripada bunga tabungan.

 

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

jenis reksadana
via pixabay.com

Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang menempatkan sekurang-kurangnya 80% dari dana investasi ke dalam efek yang memberikan pendapatan tetap seperti surat utang negara atau surat utang perusahaan.

Biasanya manajer investasi akan menginvestasikan sebagian besar uang ke dalam obligasi. Itu sebabnya reksa dana ini sering juga disebut reksa dana obligasi.

Kalau dibandingkan dengan reksa dana pasar uang, reksa dana jenis ini risikonya dan return-nya relatif lebih tinggi serta jangka waktunya lebih lama, antara 1-3 tahun.

 

3. Reksa Dana Campuran (Balanced Fund)

via creative-commons-images.com

Reksa dana campuran adalah jenis reksa dana di mana dana investasimu diletakkan ke dalam berbagai produk investasi, entah itu saham, surat utang, ataupun instrumen pasar uang. Pada umumnya, manajer investasi akan mengatur dana investasimu secara berimbang ke dalam saham maupun obligasi.

Kalau dibandingkan dengan reksa dana pendapatan tetap, secara teoretis tingkat risiko reksa dana campuran lebih tinggi dan jangka waktunya lebih panjang, antara 3-5 tahun.

 

4. Reksa Dana Saham (Equity Fund)

via media.defense.gov

Kalau kamu memilih reksa dana saham, semua dana investasimu kebanyakan (paling tidak 80 persen) akan diinvestasikan ke dalam efek yang bersifat ekuitas atau dalam bentuk saham.

Apa bedanya dengan jenis reksa dana yang lain? Reksa dana saham risikonya paling tinggi, sehingga secara teori, imbal hasilnya lebih besar pula dibanding reksa dana lainnya. Jenis reksa dana ini cocok bagi kamu yang agresif dalam berinvestasi. Dari segi jangka waktu, reksa dana ini masanya antara 5-10 tahun.

 

5. Reksa Dana Terproteksi

via pxhere.com

Kalau kamu inginnya investasi tahu beres, pilihlah reksa dana terproteksi. Karakter reksa dana ini mirip dengan deposito. Reksa dana ini punya waktu pembelian tertentu (ditentukan oleh manajer investasi), masa jatuh tempo, serta pembagian keuntungan (dividen) secara periodik.

Manajer investasi biasanya akan menginvestasikan sebagian dana yang dikelolanya pada efek yang bersifat utang yang masuk dalam kategori layak investasi. Dengan begitu kalaupun ada masalah, setidaknya kamu tetap bisa mendapatkan dana investasi yang kamu setorkan saat periode berakhir.

 

6. Reksa Dana Indeks

via pixabay.com

Reksadana jenis ini komposisi portofolionya dibuat menyerupai suatu indeks acuan sehingga return yang diperoleh pun mirip dengan indeks yang diikutinya. Kalau bursa meningkat, maka return yang kamu dapat meningkat, begitu juga sebaliknya. Manajer investasi kerjanya lebih ringan karena bertugas menjaga return sesuai dengan indeks acuan.

 

7. ETF (Exchange Traded Fund)

via pixabay.com

Jenis reksa dana ini mirip dengan reksa dana indeks, yakni mengacu pada indeks tertentu. Di sisi lain, ETF mirip juga dengan saham karena investor maupun manajer investasi dapat memperjual belikan ETF lewat bursa. Mereka juga dapat memperhatikan perkembangan ETF langsung di bursa.

 

8. Reksa Dana Syariah

via wikimedia.org

Reksadana syariah merupakan jenis reksa dana yang pengelolaannya sesuai dengan ketentuan dan prinsip syariah. Manajer investasi akan menginvestasikan dana yang kamu setorkan ke dalam saham atau obligasi perusahaan yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

 

Dari jenis-jenis reksa dana di atas, mana yang paling cocok untukmu? Supaya makin paham, kenali juga istilah-istilah yang biasa muncul dalam dunia investasi.


 

Leave a Reply