7 Keajaiban Alam di Berbagai Belahan Dunia

Kamu pasti sudah hafal dengan tujuh keajaiban dunia seperti Piramida Mesir dan Tembok Besar Cina. Kita enggak tahu siapa yang membuat daftar tersebut, namun yang jelas daftar tersebut menginspirasi pihak lain untuk membuat daftar sejenis. Misalnya saja daftar keajaiban alam dunia yang dibuat organisasi Seven Natural Wonders bersama dengan CNN.

Kalau yang buatan manusia saja sudah hebat, gimana yang buatan Tuhan? Simak daftarnya di bawah ini.

 

1. Aurora Borealis, daerah sekitar kutub

7 keajaiban alam
via pixabay.com

Keajaiban alam yang satu ini merupakan khas daerah kutub. Kalau di daerah Kutub Utara dan sekitarnya namanya aurora borealis, sementara di daerah Kutub Selatan dan sekitarnya disebut aurora australis.

Aurora borealis maupun australis terjadi karena partikel kosmik yang masuk dan berinteraksi dengan atmosfer bumi sehingga menimbulkan cahaya warna-warni di langit malam. Saking indahnya, fenomena alam ini sampai tercatat dalam sejarah manusia sejak berabad-abad lalu, dari peradaban Yunani Kuno sampai mitologi Norwegia.

 

2. Teluk Guanabara, Brasil

via staticflickr.com

Teluk Guanabara yang terhampar sejauh 19 mil di sebelah timur Rio de Janeiro (kota terbesar kedua di Brasil) ini memiliki lebih dari 100 pulau.  Ekosistemnya dan keindahan alamnya membuat teluk ini dipenuhi oleh banyak orang serta menjadi pusat ekonomi yang sibuk.

Wilayah yang padat manusia merupakan ancaman bagi kelestarian lingkungan. Untungnya, undang-undang yang diberlakukan menjelang Olimpiade Musim Panas 2016 di Rio menetapkan persyaratan bagi pemerintah Brasil untuk mengembalikan keadaan lingkungan hidup Teluk Guanara.

Kalau kamu ingin berkunjung, dari sekian banyak pulau yang ada Teluk Guanabara, kamu bisa ke Pulau Paquetá yang bebas mobil dan pemandangannya masih asri.

 

3. Grand Canyon, Amerika Serikat

via pixabay.com

Grand Canyon membentang sejauh 277 mil di wilayah Arizona, Amerika Serikat. Saking indahnya, banyak orang menggambarkan pemandangan di sana laksana bukan di bumi lagi. Bayangkan, di Grand Canyon kamu bisa menemukan ngarai setinggi satu mil dan lebar 18 mil yang terbentuk akibat pengikisan Sungai Colorado selama 17 juta tahun.

Kalau kamu berkunjung ke Grand Canyon, ikuti semua langkah-langkah dan imbauan keselamatan dari pemerintah setempat ya. Soalnya banyak turis yang celaka gara-gara ceroboh dan mengabaikan aspek keselamatan.

 

4. Great Barrier Reef, Australia

via wikimedia.org

Great Barrier Reef atau dalam bahasa Indonesianya Karang Penghalang Besar merupakan kumpulan dari ribuan pulau kecil dan terumbu karang yang membentang sejauh 1.400 mil. Terumbu karang itu sendiri merupakan kumpulan dari miliaran organisme kecil yang disebut koral polip. Jadi Karang Penghalang Besar bisa dibilang merupakan wilayah padat penduduknya biota laut.

Untuk benar-benar bisa menikmati keindahan Karang Penghalang Besarnya, kamu harus menyelam atau melihatnya dari luar angkasa. Sayangnya, keajaiban alam ini terancam oleh berbagai hal, mulai dari perubahan iklim, pencemaran laut, hingga aktivitas pelayaran. Butuh kerja pelestarian untuk memastikan Karang Penghalang Besar dapat dinikmati keindahannya di masa depan.

 

5. Puncak Everest, perbatasan Nepal dan Tibet

via wikimedia.org

Puncak Everest yang dikenal dengan nama Sagarmāthā di Nepal dan Chomolungma di Tibet adalah titik tertinggi di dunia. Kamu harus mendaki setinggi 8.848 meter untuk bisa sampai di sana.

Orang pertama yang tercatat mampu menaklukkan Puncak Everest adalah duo Tenzing Norgay dari Nepal dan Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru. Mereka menaklukkannya dalam ekspedisi Gunung Everest Inggris pada tahun 1953.

 

6. Paricutin, Meksiko

via wikimedia.org

Parícutin yang terletak di Michoacán, Meksiko, memang bukan nama yang familiar di telinga banyak orang, namun gunung berapi ini punya arti penting bagi dunia vulkanologi. Parícutin merupakan gunung berapi pertama yang dari sejak terbentuk sampai matinya berhasil disaksikan oleh manusia.

Gunung berapi ini terbentuk pada tahun 1943 di tengah ladang jagung di desa Paricutin. Dari awalnya celah di satu tanah datar, lama-lama tanah di sekeliling celah tersebut membentuk gundukan tinggi.

Bukan hanya itu, sejak terbentuk hingga sembilan tahun lamanya, Paricutin terus aktif mengeluarkan lahar dan abu. Ketika gunung ini berhenti erupsi pada tahun 1952, itulah akhir dari aktivitas vulkaniknya. Gunung ini diprediksi tidak akan meletus lagi untuk selama-lamanya.

 

7. Air Terjun Victoria, Zimbabwe

via wikimedia.org

Saat Sungai Zambezi melintasi perbatasan Zambia dan Zimbabwe lalu tumpah setinggi 355 kaki, terciptalah Air Terjun Victoria yang menakjubkan. Air Terjun Victoria bukanlah air terjun tertinggi atau terlebar di dunia, namun gabungan ketinggian dan lebar Air Terjun Victoria memenuhi syarat sebagai yang terbesar.

Nama asli air terjun ini adalah Mosi-oa-Tunya, atau “asap yang bergemuruh”. Kalau namanya kemudian menjadi Air Terjun Victoria, itu berasal dari David Livingstone, penjelajah Eropa pertama yang berhasil datang ke sana. Untuk mendedikasikan “penemuan”-nya tersebut, David Livingstone mendedikasikan nama air terjun ini sesuai nama ratu Inggris yang memerintah pada zaman itu.

 

Semua tempat-tempat di atas layak banget masuk dalam daftar perjalanan impianmu. Dari ketujuh keajaiban alam tersebut, mana yang jadi favoritmu?


 

Leave a Reply