Hati-hati Menyantap 5 Makanan Berbahaya dari Berbagai Belahan Dunia Ini

Beberapa jenis makanan memang perlu mental baja untuk memakannya. Ambil contoh Mie Abang Adek. Rasa pedasnya yang brutal bikin banyak orang serasa mau mati saat menyantapnya sesuap demi sesuap.

Kalau menyantap Mie Abang Adek serasa mau mati, ada juga lho makanan yang betulan bisa membuat penikmatnya menghembuskan napas terakhir. Enggak percaya? Coba saja menyantap, eh maksudnya membaca contoh-contoh makanan berbahaya dari berbagai belahan dunia berikut ini.

 

1. Ikan Fugu, Jepang

via wikimedia.org

Ikan fugu atau ikan buntal sering diolah menjadi hidangan laut khas Jepang. Ikan ini dapat dibuat menjadi berbagai macam hidangan, namun untuk menjaga kemurnian rasanya, paling sering disajikan mentah sebagai sushi. Orang yang mengolahnya haruslah koki berpengalaman karena kalau tidak penikmatnya bisa mengalami kematian. Itulah kenapa harga sajian ikan fugu mahal sekali.

Ikan buntal memiliki organ dalam yang mengandung racun mematikan bernama tetrodoksin. Zat ini 1.200 kali lebih mematikan daripada racun sianida. Ketika dikonsumsi, orang bisa enggak sadar kalau racun sudah masuk dan sistem saraf pelan-pelan sedang diserang.

Gejalanya, orang yang keracunan akan mendadak merasakan kesemutan di ujung lidah, mengalami kelumpuhan, dan akhirnya menghembuskan napas terakhir. Herannya, orang Jepang masih setia menggemari hidangan ini. Kamu berani mencoba?

 

2. Keju Casu Marzu, Italia

via wikimedia.org

Keju yang berasal dari Sardinia di Italia ini dikenal dengan sebutan keju paling berbahaya di dunia. Casu marzu terbuat dari susu kambing yang difermentasi serta didiami belatung hidup di dalamnya. Kamu enggak salah dengar, belatung hidup.

Ketika sudah jadi keju, penikmat casu marzu menyantapnya bersama dengan belatung yang masih hidup. Sebab kalau belatungnya sudah mati, keju ini dianggap sudah tidak segar. Saat menyantapnya pun, belatung harus dikunyah sampai benar-benar halus dan mati, sebelum ditelan. Kalau tidak hati-hati, belatung itu bisa terus hidup di pencernaan, membuat lubang pada susu, dan menyebabkan kematian.

Saking berbahayanya, Uni Eropa sampai melarang pembuatan keju ini. Walau begitu orang-orang masih bisa menemukannya di pasar gelap. Untuk mengimbangi rasa dan aroma keju yang sangat kuat (dan berbelatung), biasanya teman makan keju ini adalah roti dan anggur merah yang sudah tua.

Tertarik untuk mencoba keju ini? Kunyah sampai 32 kali ya.

 

3. Sannakji, Korea Selatan

via wikimedia.org

Sannakji adalah bayi gurita mentah yang dipotong kecil-kecil lalu dihidangkan dengan campuran saus wijen sederhana. Sannakji disajikan mentah karena memang tujuannya untuk menjaga kesegaran dan rasa alami dari gurita tersebut.

Bahayanya, walaupun kaki gurita sudah dipotong, tidak jarang ia masih berusaha menempel pada tenggorokan dan terus berusaha memanjat naik. Banyak kasus kematian terjadi karena penikmat sannakji sesak napas dan tersedak aksi gurita tersebut. Saran dari banyak orang, sebaiknya begitu gurita masuk mulut, segera kunyah sampai halus dan hancur sebelum ditelan.

 

4. Absinthe

via wikimedia.org

Minuman keras ini dijuluki peri hijau. Selain karena warnanya yang hijau, legenda mengatakan menegak absinthe efeknya seperti ada peri hijau yang menyihir pikiranmu.

Sebenarnya bukan peri hijau yang menyihir pikiran tapi kandungan apsintus dalam absinthe yang bisa bikin penikmatnya merasa berhalusinasi. Minuman keras ini katanya dapat menyebabkan gangguan sosial, bunuh diri, tuberkulosis dan bahkan epilepsi. Akibatnya absinthe dilarang di banyak negara, salah satunya di Amerika Serikat.

 

5. Tempe Bongkrek, Indonesia

via wikimedia.org

Tempe bongkrek berasal dari Jawa Tengah. Berbeda dari tempe lainnya, tempe bongkrek dibuat dari kacang kedelai dan ampas kelapa. Tempe ini kini dilarang di Indonesia karena dapat menyebabkan kematian apabila tidak diolah dengan benar.

Saat proses pembuatannya, apabila terjadi kesalahan, tempe ini mudah sekali terkontaminasi dengan bakteri Pseudomonas cocovenenans yang menghasilkan racun tahan panas dan Burkholderia galdioli yang menghasilkan racun asam bongkrek dan toksoflavin.

Gejala keracunan tempe bongkrek dapat timbul 12 sampai 48 jam setelah mengonsumsi tempe bongkrek yang sudah terkontaminasi. Gejala keracunan dapat bervariasi mulai dari yang sangat ringan seperti pusing, mual, nyeri perut sampai yang fatal seperti kejang, gagal sirkulasi dan respirasi, hingga kematian.

 

Demikian tadi contoh makanan-makanan berbahaya dari berbagai belahan dunia. Pesan moralnya, semua makanan tersebut bisa dimakan asalkan diolah dan disantap dalam porsi yang tepat.


 

Leave a Reply