5 Alasan Kecerdasan Emosional Itu Penting Bagi Kelangsungan Karirmu

Dalam anggapan lama, kecerdasan intelektual atau IQ (intelligence quotient) jadi hal yang paling penting dalam dunia kerja. Sekarang anggapan itu berubah. Seseorang boleh cerdas secara pemikiran tapi kalau enggak disertai kecerdasan emosional (EQ), karirnya kemungkinan besar akan mandek.

Kenapa kecerdasan emosional itu penting kelangsungan karir? Simak pembahasannya di bawah ini.

 

Apa sih kecerdasan emosional itu?

Sebelum membahas tentang kenapa kecerdasan emosional itu penting, yuk kita pelajari dulu perbedaan IQ dan EQ.

Kecerdasan intelektual atau IQ adalah ukuran yang menunjukkan kemampuan seseorang untuk belajar, memahami, dan mengolah suatu informasi serta bagaimana orang tersebut mengaplikasikannya ke dalam bentuk nyata. Sementara EQ atau kecerdasan emosional adalah ukuran yang menunjukkan kemampuan seseorang untuk dapat memahami emosi dirinya dan orang lain.

Orang yang IQ-nya tinggi mungkin mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik dan benar, tapi apakah ia bisa mempertahankan atau meningkatkan kemampuannya seiring waktu? Di sinilah peran penting EQ, sebab orang dengan EQ tinggi biasanya punya hal-hal di bawah ini.

 

1. Memiliki kesadaran diri

via pixabay.com

Orang yang EQ-nya tinggi sadar akan dirinya sendiri. Ia bisa menilai kekuatan dan kelemahan diri secara objektif karena penilaiannya bukan hanya dari anggapannya sendiri saja tapi juga berdasarkan masukan dari orang lain.

Karena itu juga, orang yang EQ-nya tinggi punya sifat terbuka atas masukan dan bahkan kritik dari orang lain. Ia menggunakan kritik dan masukan tersebut untuk memperbaiki diri sehingga bisa terus berkembang.

 

2. Mampu mengendalikan diri

via pexels.com

Seseorang dengan EQ yang tinggi memiliki pengendalian diri yang baik dalam berbagai macam situasi. Ini bukan berarti terus menerus bermuka datar dalam segala situasi lho ya.

Orang yang EQ-nya tinggi, waktu proyek berhasil enggak malu-malu untuk menunjukkan kegembiraan. Begitu juga sebaliknya, saat mengalami kegagalan, ia pasti akan sedih. Cuma kadarnya enggak berlebihan. Ia mengekspresikan diri sesuai dengan keadaan.

 

3. Punya kesadaran sosial

via wikimedia.org

Orang yang EQ-nya tinggi juga punya kadar empati yang tinggi. Ia enggak cuma memikirkan kepentingan sendiri, namun juga memikirkan kepentingan orang lain. Saat mengutarakan pendapat atau bernegosiasi, ia tetap menghargai pendapat orang lain.

 

4. Menguasai kemampuan bersosialisasi

via pixnio.com

Alasan lain kecerdasan emosional itu penting bagi karir adalah orang yang EQ-nya tinggi mampu menjaga jaringannya dengan baik. Ia enggak kesulitan membuat dan merawat hubungan dengan orang lain serta mampu menempatkan diri dengan baik.

 

5. Mampu memotivasi diri sendiri

via pxhere.com

Biasanya orang dengan EQ tinggi bisa memotivasi diri sendiri dan bersikap optimis. Ketika mengalami kegagalan, ia pasti akan merasa kecewa, tapi tidak berlama-lama. Sesudahnya, ia akan berusaha bangkit kembali didorong oleh ambisi yang kuat dari dalam diri.

 

Kamu enggak perlu cemas kalau enggak sesempurna gambaran orang ber-EQ tinggi di atas. Sama seperti IQ, ukuran EQ juga bisa berubah-ubah sepanjang waktu. Orang yang rajin melatih dan mengasah kecerdasan emosional, pasti lama kelamaan EQ-nya akan tinggi. Yuk, asah kecerdasan emosimu!


 

Leave a Reply