10 Hal yang Harus Kamu Perhatikan Saat Membangun Bisnis Patungan

Banyak yang bilang kalau masih bau kencur soal membangun usaha, lebih baik usaha tersebut kita garap sendiri saja. Enggak perlulah pakai cari partner atau patungan modal. Alasannya macam-macam. Ada yang bilang bisnis patungan rawan salah paham soal uang. Ada juga yang bilang bisnis patungan bikin kita lebih manja, tidak paham cara membangun bisnis benar-benar dari dasar.

Padahal bisnis patungan sebenarnya sangat bermanfaat, apalagi kalau modal dan keahlian kita terbatas. Cuma, supaya bisa sukses bisnis patungan, ada syaratnya. Kamu perlu memperhatikan beberapa hal ini sewaktu membangun bisnis patungan.

 

1. Partner yang tepat

via creative-commons-images.com

Hal pertama yang perlu kamu pikirkan tentu saja partner bisnis patunganmu. Partner yang tepat adalah yang dapat mengisi kekuranganmu. Duh kayak cari pasangan hidup saja ya, tapi memang benar seperti itu.

Misalnya, kamu punya keahlian merancang dan memproduksi batik, tapi enggak punya modal dan koneksi. Carilah partner yang punya modal, koneksi, serta ketertarikan dengan bisnismu.

Pertimbangkan juga apakah kalian berdua (atau bertiga atau berempat) punya visi dan strategi yang sama dalam menjalankan bisnis. Kalau kamu ingin menjalankan bisnis yang mempertahankan tradisi, tapi partnermu ingin bisnis patungan kalian mengikuti perkembangan zaman, pasti butuh negosiasi hebat untuk menjembataninya.

 

2. Perjanjian kerja sama yang jelas

via flickr.com

Dalam bisnis patungan, tujuan dan segala kesepakatan harus tertuang secara terperinci. Bahkan kalau bisnismu belum berbadan hukum, kamu tetap perlu merincinya dalam perjanjian tertulis.

 

3. Persentase bagi hasil

via wikimedia.org

Pastikan kesepakatan pembagian keuntungan sudah jelas dari awal. Kamu dapat berapa dan partnermu dapat berapa. Jangan lupa juga menetapkan berapa banyak yang perlu dialokasikan untuk pengembangan bisnis dan berapa banyak yang bisa kamu dan partnermu masing-masing ambil untuk kocek pribadi.

 

4. Jenis kerja sama

via pixabay.com

Kalau kamu dan partner bisnismu masing-masing sudah punya bisnis sendiri dan ingin membuat bisnis patungan, pastikan jenis bisnisnya. Apakah bentuk bisnis patungan ini adalah penggabungan, peleburan untuk menjadi bisnis baru, atau sekadar perjanjian distribusi (kamu yang memproduksi, rekanmu yang mengedarkan, atau sebaliknya).

Kenapa ini perlu jadi perhatian? Untuk memudahkan ketika nanti bisnismu sudah semakin besar dan perlu dibuat dokumen legalnya.

 

5. Struktur usaha

via pixabay.com

Saat membangun bisnis patungan, struktur usaha yang kalian rancang juga harus jelas. Bagi tugas dan kewenangan sesuai kemampuan masing-masing. Misalnya, kamu bertanggung jawab urusan produksi, partnermu bertanggung jawab urusan penjualan.

 

6. Mekanisme penyelesaian sengketa

via media.defense.gov

Bukan tidak mungkin pada satu titik, kamu dan partner bisnismu pecah kongsi. Supaya tidak berlarut-larut, sedari awal tentukan cara penyelesaian jika kelak terjadi sengketa. Buat resolusi konflik yang efektif, mudah, dan murah untuk dilakukan.

 

7. Kesepakatan kontribusi

via pixabay.com

Kesepakatan kontribusi masing-masing pihak dalam bisnis patungan juga perlu ditentukan dari awal. Apakah partner bisnismu hanya kontribusi modal saja atau nantinya ikut menjalankan kegiatan operasional? Urusan kontribusi soalnya bakal berkaitan dengan keuntungan yang didapat. Kalau kontribusi besar, sudah tentu bagian keuntungan yang didapat juga besar. Begitu pun sebaliknya.

 

8. Pengeluaran modal

via flickr.com

Setelah sudah membuat kesepakatan mengenai kontribusi dan pembagian keuntungan, jangan lupa juga membuat sistem yang transparan soal penggunaan modal. Dengan begitu kamu dan partner bisnismu bisa saling mengawasi penggunaan uang modal tersebut.

 

9. Batas kerugian

via pixabay.com

Kalau bisnis untung, ada pembagian keuntungannya. Lantas bagaimana kalau bisnis merugi? Tentu harus ada kesepakatannya juga. Tentukan batas kerugian terbesar yang bisa diderita masing-masing pihak. Hal ini akan membuatmu lebih terpacu agar tidak melewati batas dan mencegah menderita kerugian yang lebih besar.

 

10. Fleksibilitas perjanjian

via pixabay.com

Tentukan seberapa mengikat perjanjian kerja sama yang kamu buat dengan partner bisnismu. Bagaimana prosedur dan ketentuan kalau kamu atau partner bisnismu ingin mengubah perjanjian yang sudah dibuat? Berhubung bisnis dibuat agar terus berkembang, berikan ruang yang cukup untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi.

 

Itu tadi hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan dalam membangun bisnis patungan. Soal partner, menurut kamu, lebih baik membangun bisnis patungan dengan sahabat dekat atau kolega? Yuk, sampaikan alasanmu di kolom komentar.


 

Leave a Reply