Belajar Menerapkan Prinsip 80/20 dalam Bisnis

Dalam berbisnis, semua entrepreneur pasti ingin meraup profit yang tinggi. Tapi tentu saja, mencapai kesuksesan enggak segampang membalikkan telapak tangan. Seorang entrepreneur memerlukan usaha dan taktik bisnis yang mantap. Dari situlah kemudian bermunculan banyak teori bisnis yang berguna untuk memandu para entrepreneur.

Salah satu yang populer adalah adalah prinsip 80/20 dalam bisnis. Prinsip ini sudah banyak terbukti menyukseskan entrepreneur. Penasaran seperti apa teori serta bagaimana cara mempraktikkan teori ini? Simak di bawah ini.

 

Apa itu prinsip 80/20?

prinsip 80/20 dalam bisnis
via wikimedia.org

Prinsip Pareto atau disebut juga 80/20 adalah prinsip yang dikembangkan oleh Vilfredo Pareto pada tahun 1906. Dia menemukan bahwa 80% tanah di Italia dikuasai oleh 20% populasi di sana. Fakta inilah yang akhirnya menciptakan prinsip 80/20.

Prinsip ini menyatakan bahwa 80% output berasal dari 20% input. Kalau dikaitkan dengan pekerjaan atau bisnis, 20% dari waktu produktifmu menghasilkan 80% dari keseluruhan hasil kerjamu.

 

Penerapan dalam bisnis

prinsip 80/20 dalam bisnis
via maxpixel.freegreatpicture.com

Prinsip ini dapat kamu terapkan ke banyak aspek bisnis. Mulai dari keefektifan tim penjualan, kepopuleran produk, masalah layanan pelanggan, kinerja distributor, sampai alasan pelanggan membeli. Prinsip ini dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam mengembangkan bisnismu.

 

Pengaplikasian prinsip 80/20

prinsip 80/20 dalam bisnis
via flickr.com

Dalam bisnis, prinsip ini biasanya digunakan untuk menganalisis penjualan dan pemasaran. Kalau perusahaan bisa mengidentifikasi 20% pelanggan dengan pembelanjaan tertinggi yang menghasilkan 80% penjualan, maka perusahaan dapat mengidentifikasi dan menentukan faktor-faktor terpenting dalam penjualan dan pemasaran.

Dari hasil analisis kamu bisa mencari tahu pada waktu-waktu seperti apa 20% pelanggan dengan pembelanjaan tertinggi itu datang. Apakah mereka datang pada akhir bulan sesudah gajian atau pada momen-momen khusus, seperti misalnya hari raya? Kamu juga bisa mencari tahu jenis pemasaran yang menarik bagi segmentasi pelanggan 20% tersebut. Perusahaan perlu meningkatkan faktor-faktor tersebut agar penggunaan waktu dan sumber daya jadi lebih efisien.

Oh iya, kalau kamu sudah berhasil menganalisis segmen 20% pelanggan terbesarmu, kamu bisa melanjutkan mencari tahu kelompok 20% dari 20% tersebut, atau 4% secara keseluruhan yang mewakili 80% dari 80% penjualanmu. Kelompok ini adalah pelanggan atau klien superpremium yang perlu kamu beri perhatian lebih besar lagi.

 

Sampai sini, penerapan prinsip 80/20 dalam bisnis ini masih bisa kamu ikuti, kan? Semoga berguna untuk bisnismu, ya.


 

Leave a Reply