Punya Kebiasaan Belanja Tidak Terkendali dan Terencana? Atasi dengan Teknik Ini

Belanja itu enggak dosa. Semua orang perlu berbelanja untuk merawat dirinya. Namun kalau kamu belanja bukan karena kebutuhan, tapi karena dorongan yang tidak sehat (berbelanja secara impulsif), baru deh kamu perlu segera bertobat.

Salah satu teknik yang bisa kamu coba untuk mengerem kebiasaan belanja impulsif ini adalah teknik SOS. Teknik ini dinamakan SOS, selain sesuai dengan singkatannya, juga sesuai dengan tujuannya: sinyal tanda bahaya pada saat-saat genting kamu kebelet belanja. Ayo selamatkan dompetmu.

 

Step back (mundur selangkah)

teknik SOS untuk menghindari berbelanja secara impulsif
via pexels.com

Ketika dorongan untuk berbelanja atau membeli sesuatu tiba-tiba muncul, coba deh berhenti sejenak. Jernihkan pikiranmu. Kamu bisa mengambil waktu untuk menarik nafas, meregangkan badan, atau berjalan ke tempat lain.

Lakukan hal-hal yang bisa membersihkan kepalamu dari pikiran-pikiran yang mengganggu. Walau kedengarannya sederhana, jeda sejenak ini berguna untuk membantumu menentukan pilihan secara bijak.

 

Orient (pikir ulang)

via flickr.com

Setelah mengambil waktu sejenak, coba pikirkan ulang. Kenapa sih kamu harus membeli barang itu? Apakah barang yang ingin kamu beli itu benar-benar kamu butuhkan? Apakah nanti setelah kamu beli, hidupmu bakal jadi lebih bahagia atau lebih mudah?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sangat membantu untuk mengevaluasi pembelian yang akan kamu lakukan. Saat menimbang-nimbang, jangan berbohong pada diri sendiri ya.

Cara lain yang lebih nyata adalah dengan membandingkan harga barang yang ingin kamu beli dengan waktu kerja yang harus kamu relakan untuk membeli barang tersebut.

Misalnya kamu ingin membeli barang yang harganya 5 juta. Harga barang itu sama dengan gajimu sebulan. Apakah kamu rela segala jerih payahmu bekerja selama sebulan kamu habiskan untuk membeli barang tersebut?

 

Self check (evaluasiĀ diri)

via flickr.com

Langkah terakhir adalah mengevaluasi diri untuk melihat seberapa baik kondisimu saat itu. Seringkali dorongan untuk berbelanja, terutama pada kasus belanja impulsif, berasal dari kondisi psikologis yang tidak baik. Bukan berarti gila, tapi bisa jadi dalam hati sebenarnya kamu sedang resah atau uring-uringan.

Kamu bisa menilai, dari 1 (tenang dan rileks) sampai 10 (stres banget), kamu ada pada nilai berapa. Kedua, kamu juga perlu menilai dari 1 (fokus pada nilai) sampai 10 (terlalu stres untuk mengevaluasi diri), kamu ada pada nilai berapa.

Evaluasi diri ini selain berguna untuk menilai kemampuanmu membuat keputusan yang bijak, juga untuk mengingatkan bahwa kamu tetap bisa membuat keputusan bijak walau sedang stres.

Nah, teknik SOS jangan cuma kamu terapkan sewaktu dorongan belanja impulsif datang. Kamu perlu mempraktikkannya setiap saat supaya kebiasaan berbelanjamu benar-benar terkontrol. Tertarik mencoba?

 


 

Leave a Reply