9 Pengganti Kopi untuk Meningkatkan Produktivitas yang Pastinya Lebih Sehat

Kalau kamu pencinta kopi, pasti sudah paham betapa pentingnya ritual ngopi di pagi hari. Selain bikin mata melek, ritual menyesap kopi juga bawa kenikmatan tersendiri. Sayangnya, minum kopi terlalu sering berdampak buruk bagi kesehatan. Ibu hamil dan mereka yang memiliki tekanan darah tinggi bahkan disarankan enggak minum kopi sama sekali.

Lalu bagaimana kalau kamu selama ini bergantung pada kopi supaya bisa melek dan produktif? Jangan kuatir, hal-hal pengganti kopi untuk meningkatkan produktivitas ini bisa kamu coba.

 

1. Tidur sejenak

Pengganti Kopi untuk Meningkatkan Produktifitas
via flickr.com

Sebelum mencoba segala cara dan mengonsumsi berbagai hal, coba kamu ingat deh, tidurmu sudah cukup belum? Seribu satu cara yang kamu coba enggak akan membantu kalau pangkalnya kamu memang tidak cukup tidur.

Pastikan kamu cukup tidur selama 8 jam sehari. Tidurnya juga jangan terlalu larut. Otak manusia dirancang untuk tidur di malam hari dan beraktivitas di siang hari. Jadi jangan keseringan begadang ya.

 

 2. Hidrasi

Pengganti Kopi untuk Meningkatkan Produktifitas
via pexels.com

Enam puluh persen tubuh manusia terdiri dari air. Oleh sebab itu, kalau kamu dehidrasi, tentu saja kamu jadi mengantuk dan lemas.

Minumlah air dalam jumlah yang pas. Satu riset menyebutkan minum air mineral 10 gelas per hari berguna melegakan pencernaan serta mencegah letoi. Kalau takut kembung, kamu bisa juga mengonsumsi buah atau sayuran yang mengandung banyak air seperti semangka, melon, dan mentimun.

 

3. Makanan sehat

Pengganti Kopi untuk Meningkatkan Produktifitas
via pixabay.com

Selain memenuhi kebutuhan cairan bagi tubuh, pastikan juga kamu cukup mengonsumsi makanan sehat. Awali hari dengan mengonsumsi makanan yang memberi energi pada tubuh seperti telur, oatmeal, atau buah-buahan. Flaxseed ideal untuk tambahan energi karena mengandung vitamin B, omega 3, dan magnesium yang berguna meningkatkan ketajaman otak.

 

 4. Apel

via pexels.com

Apel baik kamu jadikan camilan saat lelah karena mengandung gula alami dan vitamin untuk membantu pikiranmu tetap tajam. Kamu bisa mengonsumsinya dalam bentuk jus apel, cuka apel, atau makan langsung dicampur madu.

 

5. Olahraga

via flickr.com

Cukup dengan berolahraga rutin 30 menit per hari, kamu akan mendapatkan jantung yang lebih sehat serta sirkulasi darah yang lebih lancar. Efeknya, otak mendapat cukup suplai darah sehingga konsentrasi dan fokus terjaga prima.

 

6. Teh

via pixabay.com

Teh, terutama matcha, jumlah kafeinnya lebih sedikit dari kopi namun cukup untuk membuat matamu melek. Selain itu, teh mengandung polifenol dan antioksidan yang membantumu tetap fokus, menurunkan risiko kanker, tingkat kolesterol serta meningkatkan kesehatan jantung.

Kalau kamu enggak terlalu suka rasa matcha yang kuat, kamu bisa meminum teh lain seperti teh hijau, teh chai, dan teh hitam. Kamu bisa menambahkan susu, rempah-rempah, atau lemon.

 

7. Wheatgrass

via wikimedia.org

Walau banyak orang bilang rasanya enggak enak, namun wheatgrass mengandung vitamin, mineral, protein, dan nutrisi lain yang diperlukan tubuh. Cukup minum satu sloki wheatgrass, kamu bisa bisa merasakan pikiranmu jadi lebih jernih. Konsumsi jangka panjang akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan penglihatan.

Lucunya, wheatgrass ini bisa ditanam di tempat kecil sekaligus menjadi hiasan meja yang cantik. Jadi kalau kamu mulai ngantuk, tinggal panen wheatgrass yang ada di meja kerjamu.

 

8. Kombucha

via wikimedia.org

Kombucha terbuat dari gula, air, dan teh hitam. Proses fermentasi mengubah gula menjadi bakteri baik yang akan memperbaiki penyerapan nutrisi di dalam tubuh. Efeknya, energimu akan meningkat.

Kombucha dijual dalam berbagai rasa, jadi jangan takut kalau kamu enggak suka pada cicipan pertama. Dari yang manis dan enggak terlalu asam, berbau vanila, sampai yang bersoda juga ada. Kamu tinggal pilih yang sesuai dengan seleramu.

 

9. Cokelat

via wikimedia.org

Coklat bisa meningkatkan energi sebaik kopi. Selain itu, tidak seperti kopi yang mempengaruhi pencernaan, cokelat justru baik bagi pencernaan. Malahan menurut sebuah riset, konsumsi cokelat setiap hari bisa menurunkan risiko stroke dan serangan jantung.

Semakin murni cokelatnya, semakin baik. Kalau tidak dapat yang murni, kamu bisa mencari produk cokelat yang kandungan kakaonya sekurang-kurangnya 80%.

 

Dari daftar, mana yang paling kamu suka untuk jadikan pengganti kopi? Atau kopi justru enggak tergantikan?


 

Leave a Reply