Kenapa Kamu Harus Menolak Gesek Kartu Dua Kali?

Dalam melakukan transaksi nontunai, beberapa toko atau gerai meminta pelanggan untuk menggesek kartu kredit atau debit dua kali. Pertama menggesekkan kartu ke mesin Electronic Data Capture atau EDC. Lalu selanjutnya pelanggan diminta menggesekkan kartu ke mesin kasir.

Kamu wajib tahu, ternyata praktik gesek kartu dua kali (double swipe) seperti itu telah dilarang oleh Bank Indonesia. Kira-kira apa ya alasannya? Simak pembahasan singkatnya berikut ini.

 

Kenapa Kamu harus Menolak “Double Swipe”?
Mesin kasir via pixabay.com

 

Kenapa Gesek Kartu Dua Kali?

Sebagai pelanggan, untuk membayar belanjaan atau tagihan, kamu sebenarnya cuma perlu menggesek kartu satu kali, yakni di mesin EDC. Kamu enggak perlu menggesek kartu lagi ke mesin kasir.

Sewaktu toko meminta kamu untuk menggesekkan kartu juga ke mesin kasir, berarti toko sedang mencatat atau merekam datamu.  Mesin kasir selain digunakan untuk menghitung dan mencatat setiap transaksi penjualan, juga punya fungsi untuk menyimpan data. Data yang terekam di mesin kasir di antaranya nomor kartu, metode pembayaran, dan jenis produk yang dibeli.

 

Bahaya Gesek Kartu Dua Kali

Saat kamu menggesekkan kartu ke mesin EDC, kartumu terhubung dengan server bank yang sudah dilengkapi fitur standar keamanan bank. Sementara saat kamu menggesekkan kartu ke mesin kasir, kartumu terhubung dengan server yang dimiliki toko.

Walaupun server toko atau gerai tersebut bisa saja kita anggap relatif aman, namun Bank Indonesia punya pendapat lain. Dalam aturan yang dikeluarkan Bank Indonesia, pihak pedagang tetap tidak boleh menyimpan data pelanggan atau data bank nasabah. Hal ini akan berpotensi terjadinya pencurian data dan informasi kartu, jual beli data, ataupun penyalahgunaan data.

Kebijakan larangan gesek kartu dua kali ini tercantum pada Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. Lebih jelasnya aturan tersebut terdapat pada Bab VIII (Larangan) Pasal 34 huruf b. Bunyinya: penyelenggara jasa sistem dilarang menyalahgunakan data dan informasi nasabah maupun data dan informasi transaksi pembayaran.

 

via pixabay.com

 

Apa yang Wajib Kita Lakukan?

Apa yang toko atau gerai lakukan dengan datamu? Cuma mereka yang tahu. Sebagai langkah mengamankan data pribadi, saat ingin melakukan transaksi nontunai di kasir, kamu berhak kok menanyakan kartumu wajib digesek dua kali atau tidak.

Bukan hanya menanyakan, kamu juga berhak menolak gesek kartu dua kali. Ingin lebih tegas lagi? Kamu bisa melaporkan toko tersebut ke Bank Indonesia Contact Center (BICARA) di nomor telepon 131, dengan menyebutkan nama toko dan nama bank pengelola yang tertera di stiker mesin EDC.

 

Sanksi bagi Toko dan Gerai yang “Nakal”

Bagi toko atau gerai yang masih memberlakukan penggesekan ganda ini akan dikenai sanksi. Sanksinya mulai dari yang ringan seperti teguran hingga yang berat seperti pemutusan kerjasama oleh perbankan.

Yuk kita sosialiasikan kebijakan Bank Indonesia ini untuk keamanan bersama. Bagaimana pendapatmu mengenai hal ini?


 

2 Comment

  1. Rissa says: Reply

    Waaahhh makasih infonya… perlu diperhatikan nih guys..

  2. Dian Sari Murdyanti says: Reply

    Trmksih infonya bermanfaat sekalii 👍

Leave a Reply