7 Tips Menangani Konflik di Kantor agar Suasana Kerjamu Adem Terus

Di kehidupan sehari-hari, konflik merupakan hal yang enggak bisa dihindari. Walau bikin suasana rada tidak nyaman, konflik diperlukan untuk berkembang. Lingkungan yang enggak ada konflik justru biasanya menyimpan segudang masalah yang suatu saat akan meledak. Daripada dibiarkan dan jadinya meledak, mending pahami cara menangani konflik di kantor dengan baik.

 

1. Kumpulkan informasi

Menangani Konflik di Kantor
via wikimedia.org

Untuk menangani konflik, apapun konfliknya, akan jauh lebih efektif kalau kamu punya cukup informasi tentang konflik tersebut. Banyak konflik yang terjadi dan memburuk karena kurangnya informasi, salah informasi, atau salah menggunakan informasi dalam komunikasi.

Cara terbaik untuk mendapatkan informasi adalah dengan interaksi pribadi secara tatap muka. Buat janji dengan orang-orang yang berkonflik di tempat dan waktu yang nyaman agar pembicaraanmu efektif.

 

2. Kelola emosi

Menangani Konflik di Kantor
via pixabay.com

Sering melihat atasan yang hobinya marah-marah atau kolegamu yang emosinya tiba-tiba meledak? Saat emosi memuncak, kita biasanya sulit untuk berpikir jernih. Jadi jangan biarkan emosi mengendalikan tindakanmu, terlebih kalau sudah terjadi konflik.

 

3. Tentukan batasan

Menangani Konflik di Kantor
via pixabay.com

Sebab lain terjadinya konflik adalah perbedaan pemikiran tentang batasan suatu hal. Misalnya, aturan jam masuk enggak ditentukan secara jelas. Satu orang pegawai merasa enggak apa-apa untuk datang terlambat, sementara pegawai yang lain merasa gara-gara ada yang datang terlambat, pekerjaan jadi terhambat.

Untuk menangani konflik di kantor yang diakibatkan hal tersebut tentu saja dengan memberlakukan aturan secara jelas. Dengan begitu semua orang paham hal-hal yang harus ditaati dan hal-hal yang bebas dilakukan dengan improvisasi.

 

4. Memahami faktor kepentingan pribadi

Menangani Konflik di Kantor
via wikimedia.org

Tiap orang memiliki kepentingan pribadinya masing-masing, terutama di tempat kerja. Mengetahui motivasi masing-masing orang sangat penting untuk memahami dan menyelesaikan konflik. Cara terbaik untuk menghindari atau menyelesaikan konflik adalah dengan membantu mereka yang berkonflik untuk mencapai tujuannya. Kalau kamu memiliki pola pikir mencapai tujuan bersama, maka akan semakin sedikit masalah yang kamu temui dalam menyelesaikan konflik.

 

5. Pilih waktu

Menangani Konflik di Kantor
via maxpixel.freegreatpicture.com

Mengalah bukan berarti kalah mungkin kedengarannya basi, tapi pepatah ini tepat kok untuk menangani konflik tertentu. Pilih pertarunganmu dan hindari konflik yang enggak perlu. Kalau kamu melihat ada potensi menjadi masalah yang lebih besar, baru kamu wajib turun tangan. Cari waktu tepat untuk menangani konflik yakni ketika emosi tidak sedang tinggi.

 

6. Fokus pada solusi dan penyelesaian masalah

Menangani Konflik di Kantor
via media.defense.gov

Saat menangani konflik, arahkan perhatian untuk mencari solusi ketimbang terus mengungkit-ungkit masalah. Kalau butuh menjelaskan, sampaikan penjelasan dengan singkat dan positif tentang apa yang ingin kalian capai.

Sewaktu berdiskusi mencari penyelesaian, fokuslah pada tindakan dan kejadian bukan pada kepribadian. Daripada mengatakan “ketika kamu melakukan…“, lebih baik katakan “ketika hal tersebut terjadi...”

Dengarkan dengan baik apa yang orang lain coba utarakan. Hindari memotong pembicaraan orang lain. Cari titik temu dari hal-hal yang tidak kalian sepakati.

 

7. Ubah pandangan terhadap konflik

Menangani Konflik di Kantor
via wikimedia.org

Seperti sudah disebutkan di awal, konflik bila ditangani dengan baik justru dapat membantu berkembang. Kompromi, kerja tim, dan komunikasi antar tim bisa semakin erat. Pendapat yang berbeda juga dapat memunculkan kreativitas dan inovasi. Jadi mulai sekarang, miliki pandangan konflik bukan sebagai masalah, tapi sebagai sarana untuk berkembang.

 

Mulai sekarang jangan senewen lagi ketika menangani konflik di kantor ya. Biasanya ketika ada debat panas, kamu jadi pihak yang bersikap seperti apa sih? Yang ngotot mendebat atau justru yang kepingin debatnya cepat selesai?


 

Leave a Reply