5 Tips Memulai Bisnis Hewan Kurban

Kalau mendadak banyak melihat orang jualan kambing, sapi, atau kerbau di jalan dan tempat lain, itu tandanya Idul Adha sudah dekat. Jelang Idul Adha, memang permintaan hewan kurban seperti kambing, sapi, atau kerbau pasti melonjak. Tertarik untuk mengadu peruntungan jualan hewan kurban juga? Simak tips memulai bisnis hewan kurban di bawah ini.

 

1. Mengerti dan Paham Masalah Hewan Kurban

via pxhere.com

Sebelum menjual sebuah produk di pasaran, tentu sudah menjadi keharusan bagi kita untuk paham akan produk yang akan dijual. Begitu pun ketika kamu memutuskan untuk mulai berbisnis hewan kurban.

Kalau kamu membeli dari peternak, kamu wajib tahu mengenali hewan yang sehat dan layak jual. Lalu kamu juga wajib tahu cara memelihara (walau untuk sementara) hewan tersebut, menjaga kesehatannya, serta memindahkannya ke lokasi yang dekat dengan pembeli atau tempat pembeli.

Pengetahuan mengenai hewan kurban ini akan membantu kamu dalam berjualan sekaligus menghindari kerugian.

 

2. Tentukan Modal dan Jenis Hewan

via pixabay.com

Pada dasarnya tidak ada usaha yang tidak memakai modal. Untuk usaha jual beli hewan kurban, modal di sini berupa uang untuk membeli sejumlah hewan kurban dari peternak. Jumlah modal akan berpengaruh terhadap hewan yang diperoleh. Semakin besar modal, semakin beragam hewan yang bisa kamu jual.

Kalau modal kamu terbatas, tidak perlu memaksakan diri untuk melakoni jual beli sapi yang butuh modal besar. Lebih baik atur strategi agar hewan yang kamu jual bisa cepat laku, misalnya dengan mempelajari pesaing, letak lokasi, hingga jenis hewan kurban yang diminati di lokasi kamu jualan.

 

3. Mempersiapkan Modal, Tempat dan Pakan

via pixabay.com

Selain biaya membeli hewan kurban dari peternak, kamu juga perlu modal untuk menyediakan pakan bagi hewan ternak. Agar hewan kurban yang kamu jual bugar, sehat, dan gemuk berikan pakan ternak yang baik.

Untuk tempat, sediakan tempat yang memadai dan bersih. Usahakan juga tempatmu berjualan dilalui banyak orang tapi tidak mengganggu ketertiban umum. Misalnya, kamu bisa menggunakan lapangan kosong yang tidak terlalu jauh dari jalan besar.

 

4. Berjualan Langsung lebih Efektif

A post shared by Iwan Kurniawan (@kurniaiwan_) on

Teknik berjualan sangat menentukan keberhasilan usaha. Kalau kamu cuma duduk-duduk saja menunggui hewan, pasti daganganmu akan lama lakunya. Hilangkan gengsi serta malu untuk menawarkan daganganmu kepada famili, teman, atau orang yang kamu kenal. Sebar brosur di masjid lingkungan tempat tinggal atau tempat umum lainnya. Berikan promo-promo yang menarik agar orang kepincut membeli hewan kurban darimu. Semua orang punya potensi jadi pembeli.

 

5. Manfaatkan Promosi Online

via pixabay.com

Zaman sekarang, hampir semua orang punya akun media sosial. Mulailah mempromosikan hewan kurban daganganmu lewat media sosial. Jaringan pertemanan di media sosial dapat memperluas peluang usaha, dan yang paling penting, gratis! Selain media sosial, kamu juga bisa memanfaatkan lapak online (marketplace) seperti Tokopedia, Bukalapak, dan sebagainya.

Kombinasikan promosi secara online dengan offline. Peluang daganganmu laku pasti akan makin besar.

 

Memanfaatkan momen adalah strategi yang sangat menjanjikan untuk menghasilkan keuntungan. Dalam hal ini, momen Idul Adha sangat memungkinkan kamu akan mendapatkan keuntungan dari menjual hewan kurban. Daripada berkorban perasaan, kan mending bisnis hewan kurban. Peace…

 

Tulisan di atas adalah kiriman dari pembaca. Kamu punya kesempatan yang sama juga lho untuk berbagi ide dan informasi di JadiMandiri. Klik di sini sekarang!

Leave a Reply