7 Alasan Pentingnya Mengonsumsi Makanan Lokal

Masing-masing daerah di Indonesia punya hasil bumi khas. Misalnya Medan dengan jeruknya, Malang dengan apelnya, dan Brebes dengan bawang merahnya. Sayangnya meski dianugerahi alam yang kaya dengan hasil bumi, orang Indonesia sendiri banyak yang meremehkan dan enggan mengonsumsi makanan lokal.

Bahan makanan impor memang terdengar lebih wah, tapi makanan lokal punya arti pentingnya tersendiri. Berikut beberapa alasan pentingnya mengonsumsi makanan lokal.

 

1. Segar

via maxpixel.freegreatpicture.com

Beli bahan makanan lokal, berarti kamu beli bahan makanan yang relatif masih segar. Beberapa penjual bahkan memasarkan bahan pangan tersebut kurang dari 24 jam setelah dipanen. Untuk produk peternakan seperti daging, telur, dan susu, kamu bisa menerimanya langsung, tanpa melalui proses pembekuan atau pendinginan terlebih dahulu.

Bayangkan kalau kita mengonsumsi tomat dari Meksiko atau beras dari Jepang. Betapa jauh dan rumitnya tahapan pengiriman bahan makanan tersebut. Bukan cuma itu, kesegarannya juga pasti sudah jauh berkurang.

 

2. Rasanya lebih enak

via flickr.com

Pernah membandingkan rasa buah hasil petik dari kebun dengan buah dari supermarket? Pasti rasanya beda jauh kan? Pemasok buah untuk supermarket biasanya memanen buahnya sebelum matang. Tujuannya agar tidak busuk saat nanti dikirim ke supermarket yang lokasinya tersebar di berbagai daerah. Sementara buah hasil petik dari kebun matang secara alami di pohon.

Perbandingan ini berlaku juga untuk bahan makanan lainnya seperti sayuran, daging, telur, atau ikan. Yang segar lebih nikmat.

 

3. Bernutrisi tinggi

via maxpixel.freegreatpicture.com

Kecepatan bahan makanan berpindah dari kebun ke meja makanmu berpengaruh terhadap kandungan nutrisi di dalamnya. Kandungan nutrisi bahan makanan paling besar adalah pada saat baru dipanen, tuai, atau petik. Semakin lama bahan makanan disimpan, semakin berkurang pula kandungan nutrisinya.

 

4. Mendukung perekonomian lokal

via flickr.com

Ketika kita mengonsumsi bahan makanan lokal, uang yang kita keluarkan akan sangat membantu petani dan peternak lokal. Mereka bisa menggunakannya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.

Sebagai gambaran, menurut Lynn Ogryzlo, aktivis kuliner asal Ontario, Amerika Serikat, jika penduduk Ontario mengeluarkan uang 10 dolar AS setiap pekan untuk membeli bahan makanan lokal, itu berarti penduduk sudah berinvestasi 253 juta dolar AS per tahun bagi perekonomian lokal.

 

5. Ramah lingkungan

via wikimedia.org

Ketika kita rajin membeli bahan makanan lokal, itu artinya kita membantu penghidupan para petani dan peternak. Mereka tetap bisa mempertahankan lahan hijau mereka sehingga tidak berubah jadi barisan perumahan, apartemen, gedung perkantoran, atau pabrik.

Membeli bahan makanan lokal juga lebih irit bahan bakar minyak karena tidak didistribusikan dari tempat-tempat yang jauh. Selain itu, tanaman lokal biasanya tidak menggunakan terlalu banyak kemasan sehingga tidak menambah sampah kemasan lagi di bumi.

 

6. Keamanan pangan

via wikimedia.org

Bagaimana kalau suatu saat lahan untuk menanam cabai habis dan orang-orang tidak mau bertani cabai lagi? Pasti kita akan kehilangan nikmatnya menyantap makanan yang memakai bahan dasar cabai. Gambaran itu enggak mustahil terjadi ketika kita cuek dengan bahan makanan lokal.

Mau berharap sama perusahaan pertanian? Biasanya perusahaan besar cuma punya satu tujuan, yaitu memaksimalkan keuntungan sebesar-besarnya. Mereka hanya akan memproduksi dan menjual bahan pangan yang paling banyak diminta. Bahan makanan jadi serba seragam. Keanekaragaman hayati jadi berkurang. Duh, jangan sampai deh.

 

7. Memberdayakan konsumen

via annacotta.files.wordpress.com

Terakhir, bagi kita sendiri, mengonsumsi makanan lokal membuat kita peduli dengan apa yang kita makan dan pengaruhnya bagi tubuh. Akibatnya kualitas hidup kita juga meningkat. Sesuai dengan ungkapan, you are what you eat.

 

Yuk, mulai dari sekarang utamakan mengonsumsi makanan lokal.


 

Leave a Reply