5 Perusahaan Slow Fashion Indonesia untuk Tampil Modis dan Ramah Lingkungan

Seperti halnya industri makanan yang mengenal istilah fast food (makanan cepat saji), industri fashion juga punya fast fashion. Istilah ini merujuk kepada tren fashion yang berganti dengan cepat. Produk yang hari ini dipamerkan di fashion show ternama, minggu depan barangkali sudah kamu temukan produk jadinya di gerai-gerai fashion. Konsumen dipaksa untuk terus mengejar tren tanpa henti.

Pola produksi seperti ini bukan cuma merongrong kantong dan bikin kita jadi konsumtif, tapi juga berdampak buruk pada alam. Untungnya, kini banyak perusahaan yang mulai mengadopsi slow fashion, yakni fashion yang ramah lingkungan dan manusiawi. Kalau kamu penasaran, coba cek produk keluaran perusahaan slow fashion Indonesia berikut ini.

 

1. Imaji Studio

A post shared by IMAJI Studio (@imaji.studio) on

Imaji Studio adalah produsen slow fashion Indonesia yang bekerjasama dengan pengrajin lokal memproduksi kain tenun tangan kapas. Kain yang teksturnya mirip dengan kain linen dan rayon ini kuat, enggak gampang kusut, dan nyaman dipakai.

Dalam proses pembuatannya, kain buatan Imaji Studio murni hanya terbuat dari kain tenun tangan yang diwarnai dengan pewarna alami. Mereka memberikan napas baru pada proses pewarnaan tradisional dengan teknik dan alat modern. Hasil jadinya trendi dan unik.

 

2. L’Mira Ethnique

A post shared by JetC Elmir (@lmiraethnique) on

Perusahaan yang didirikan Jetc Elmir ini memproduksi pakaian dan aksesori ready-to-wear yang terbuat dari kain tradisional. Kain yang digunakan mulai dari batik, tenun ikat, ulos Batak, songket, jumputan Palembang, suat Baduy, lurik Jawa, renda Bima, dan masih banyak lagi. Ia memang sengaja mencari kain-kain tradisional terbaik hingga ke berbagai pelosok nusantara. Pasar yang diincar L’Mira Ethnique adalah 5B, yakni bumil (ibu hamil), busui (ibu menyusui), berbadan besar, berhijab, dan bangga mengenakan kain tradisional Indonesia.

 

3. Borneo Chic

A post shared by borneo chic (@borneo.chic) on

Borneo Chic bermula dari inisiatif lima lembaga swadaya masyarakat Indonesia yang ingin memajukan penghidupan pengrajin Kalimantan. Para pengrajin yang kehilangan pembeli itu diberdayakan bukan hanya agar penghidupan mereka berkembang tapi juga agar tradisi tenun di Kalimantan tidak hilang.

Produk Borneo Chic memadukan kerajinan rajut tradisional Kalimantan seperti anjat, korit, bemban, tenun sintang, dan ulap doyo, dengan rancangan kontemporer. Kerajinan rajut tersebut dibuat menjadi tas untuk kerja, acara formal, ataupun untuk acara santai.

Kini Borneo Chic sudah memiliki enam toko di Indonesia. Berbagai penghargaan juga berhasil mereka raih, di antaranya INACRAFT Award, Penghargaan dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), dan UNESCO Word Craft Council (WCC) Award for Excellence in Handicrafts. Mereka juga sudah mengadakan pameran di berbagai negara seperti International Folk Art Market di Santa Fe, Amerika Serikat, Hongkong Gift Expo, dan Tokyo International Gifts Show (TGIS).

 

4. Payugoods

Dukungan terhadap konsep slow fashion bukan cuma datang dari perusahaan yang memproduksi pakaian, tapi juga dari platform marketplace. Salah satu platform marketplace itu bernama Payugoods. Konsep platform ini adalah mempertemukan pengrajin andal dengan pencinta produk fashion berkualitas. Tujuannya agar pengrajin dan produk lokal pangsa pasarnya dapat semakin luas.

Malahan, lebih dari sekadar tempat pengrajin mempromosikan produk mereka, Payugoods juga ikut aktif mencari produk-produk berkualitas tinggi untuk dipajang lho.

 

5. Milamili


Milamili adalah platform marketplace (lapak online) untuk produk-produk perancang independen yang sudah dikurasi dengan cermat sehingga kualitasnya terjamin. Produk yang dijual di sini beragam, mulai dari produk fashion, gaya hidup, makanan, keperluan rumah, hingga produk kecantikan. Para perancang baru dan label independen ini mengusung produk yang otentik dan unik.

 

Demikian tadi perusahaan-perusahaan slow fashion Indonesia yang produknya bisa kamu lirik. Produk yang mereka jajakan bukan hanya enggak pasaran, tapi juga ramah lingkungan. Punya pengalaman menarik menggunakan produk slow fashion seperti ini? Yuk berbagi di kolom komentar.


 

Leave a Reply