Kurang Fokus atau Suka Menunda-Nunda Pekerjaan? Praktikkan Teknik Pomodoro Ini!

Apakah kamu sering merasa enggak fokus atau terdistraksi sewaktu bekerja? Ketika harusnya menyelesaikan laporan, kamu tergoda untuk nonton Youtube sebentar. Niatnya sebentar, tapi tahu-tahu kamu sudah menghabiskan waktu sampai berjam-jam.

Contoh lain, ketika kamu sedang menyelesaikan pekerjaan, notifikasi grup WhatsApp tidak henti-hentinya berbunyi. Akibatnya kamu tidak produktif atau kurang maksimal dalam bekerja. Kalau kamu merasa seperti itu, ada baiknya kamu mempraktikkan teknik pomodoro berikut ini.

 

Apa itu Teknik Pomodoro?

teknik Pomodoro
via flickr.com

Teknik pomodoro diciptakan oleh seorang entrepreneur asal Italia bernama Francesco Cirillo. Inspirasi nama pomodoro berasal dari timer berbentuk tomat yang digunakan untuk menghitung waktu belajarnya saat kuliah. Dalam bahasa Italia, pomodoro artinya tomat.

Inti dari teknik pomodoro adalah mengelola waktu secara bertujuan. Orang yang mempraktikkan teknik ini fokusnya maksimal, tapi pikiran tetap segar. Bila pikiran dan mental tidak lelah, niscaya tugas dan pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat.

 

Bagaimana caranya?

teknik Pomodoro
via flickr.com

Untuk menerapkan teknik pomodoro, pertama-tama tentukan tugas yang harus kamu selesaikan. Tugas tersebut harus spesifik dan sudah kamu tahu cara pengerjaannya. Nantinya pengerjaan tugas tersebut akan kamu pecah-pecah ke dalam periode waktu yang singkat. Satu periode pomodoro waktunya kurang lebih 25 menit.

Sudah siap untuk mengerjakan tugas? Setel alarm untuk 25 menit ke depan, lalu lakukan pekerjaanmu seperti biasa. Saat alarm berbunyi, istirahat 5 menit. Kamu bisa minum, pergi ke toilet, meregangkan, atau aktivitas lain yang dapat membantumu fokus untuk masuk ke waktu pomodoro lagi.

Waktu istirahat 5 menit selesai. Kembali atur alarm untuk 25 menit ke depan. Setelah sampai pada periode pomodoro ke-4, kamu boleh rehat agak lama yaitu sekitar 15-30 menit. Lakukan terus hingga tugasmu selesai. Agar kamu benar-benar paham dan menggunakan teknik ini secara efektif, lakukan teknik ini terus menerus selama 7-20 hari.

 

Apa manfaatnya?

teknik Pomodoro
via pixabay.com

Rehat secara berkala menjadikan otak tetap segar. Kalau kamu sedang banyak tugas dan memerlukan jadwal yang ketat, teknik ini dapat membantumu memaksimalkan kerja sehingga kamu tidak senewen sendiri.

Teknik ini juga bermanfaat menjaga kemampuan fokus tetap stabil. Pencatatan waktu yang terus-menerus membuatmu tetap fokus pada tugas. Kamu juga meminimalisir waktu yang terbuang karena menunda-nunda.

 

Penting untuk diingat!

teknik Pomodoro
via wikimedia.org

Penting untuk kamu ingat bahwa pengerjaan suatu tugas menggunakan teknik pomodoro enggak boleh disisipi instruksi atau aktivitas dadakan. Artinya, kalau kamu teralihkan oleh berbagai hal seperti rekan kerja yang butuh bantuan, rapat mendadak, atau urusan lain, maka kamu cuma punya dua pilihan. Menunda mengerjakan instruksi mendadak itu atau memulai teknik pomodoro dari awal ketika nanti kembali menyelesaikan tugas.

 

Rekomendasi aplikasi

teknik Pomodoro
via pixabay.com

Untuk mengatur waktu pomodoro sebenarnya enggak perlu alat yang rumit-rumit. Kamu bisa menggunakan jam weker atau timer di telepon genggam. Namun kalau kamu mau menggunakan aplikasi smartphone yang dirancang khusus untuk teknik ini, enggak ada salahnya juga.

Pomodoro Lite adalah versi gratis untuk mempermudahmu mengaplikasikan teknik pomodoro. Aplikasi ini sudah tersedia lengkap dengan pengaturan pomodoro, jadi kamu enggak usah lagi mengatur dari awal. Tinggal tentukan tugas, dan mulai.

Kalau kamu mau aplikasi yang lebih lengkap, kamu bisa coba Pomodorable yang memberikanmu tanda visual ketika tugasmu sudah selesai dan apa tugas selanjutnya yang harus kamu selesaikan. Aplikasi ini juga mampu membuat perkiraan untuk berapa banyak pomodoro yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas. Selain itu, kamu bisa mencoba Marinara Timer TomightyPomodorableSimple Pomodoro dan Focus Timer.


 

Leave a Reply