5 Kota Perairan di Dunia yang Masih Menjadikan Perahu Sebagai Alat Transportasi

Bagi kita yang terbiasa ke mana-mana pakai mobil, motor, kereta, dan kendaraan darat lainnya, mungkin agak susah membayangkan bepergian pakai perahu. Padahal di beberapa kota perairan di dunia berikut ini, naik perahu untuk bepergian normal-normal saja. Mereka menjadikan perahu sebagai alat transportasi utama di samping alat transportasi darat. Apa saja kota di dunia yang masih mengandalkan perahu? Simak di bawah ini.

 

1. Venesia, Italia

kota perairan
via flickr.com

Kota pertama yang wajib diulas tentu saja Venesia. Kota perairan dengan kanal-kanal cantik dan bangunan kuno yang menawan ini merupakan salah satu tujuan wisata wajib di Italia. Ikon kota ini adalah perahu khas yang biasa disebut gondola. Gondola merupakan moda transportasi utama di Venesia. Kalau kamu berkunjung Venesia, kamu wajib menelusuri kota dengan gondola. Gondolier, pendayung gondola, sambil mendayung sesekali akan menyenandungkan lagu Italia untuk menghiburmu.

 

2. Lagos, Nigeria

via wikimedia.org

Kota terbesar di Nigeria ini berpenduduk lebih dari 21 juta jiwa. Dari segi tata letak kota, Lagos berpusat pada laguna dan pusat bisnisnya terkonsentrasi pada sebuah pulau. Sayangnya, pengelolaan transportasi air Lagos belum bisa dilakukan dengan rapi. Saat ini hanya ada beberapa perusahaan pengangkutan yang dikelola swasta yang cuma bisa menampung 18 ribu penumpang per hari. Jumlah itu tentu enggak sebanding dengan besarnya jumlah penduduk Lagos. Tidak heran, banyak penduduk yang bersiasat menggunakan transportasi air buatan sendiri.

 

via wikimedia.org

 

3. Giethoorn, Belanda

via flickr.com

Kota kecil yang cantik ini letaknya kurang lebih 150 km dari ibu kota Belanda, Amsterdam. Lokasinya yang berada di tanah rawa-rawa menjadikan Giethoorn pada masa lalu kurang layak untuk jadi permukiman. Para petani lahan gambut di daerah ini kemudian mencari cara agar lalu lintas bisa lebih mudah. Mereka membangun kanal-kanal sebagai jalur transportasi mengangkut barang dagangan mereka.

Giethoorn kini punya 6.400 KM jalan air yang dapat dilewati perahu dan dapat diseberangi oleh 150 jembatan kayu. Rumah-rumah di kota ini nampak menawan dengan dinding bata merah dan halaman hijau yang langsung berbatasan dengan kanal air. Banyak daerah yang enggak bisa dijangkau dengan jalan darat, sehingga sebagian besar penduduknya bepergian dengan mendayung perahu.

 

via flickr.com

 

4. Tigre, Argentina

via wikimedia.org

Kota tua dengan arsitektur yang cantik ini berada 30 KM barat laut ibu kota Argentina, Buenos Aires. Tigre dibangun pada kawasan delta sungai Parana. Kehidupan kota ini berpusat pada perairannya.

Kalau kamu sempat mampir ke sini, kamu akan melihat kamu akan melihat ada banyak rumah, tempat peristirahatan, pulau-pulau kecil, jalan-jalan air dan perahu-perahu yang menopang kehidupan sehari-hari penduduk Tigre. Beberapa jalan air cukup besar untuk dilewati taksi air dan perahu pribadi, sedangkan jalan-jalan air lainnya hanya cukup dilewati perahu kecil.

 

via flickr.com

 

5. Bangkok, Thailand

via pixabay.com

Ibu kota Thailand ini dulu dikenal dengan julukan Venesia dari Timur. Bangkok memang punya banyak kanal air atau khlong yang dibuat sejak tahun 1552. Kanal-kanal tersebut kini digunakan oleh penduduk sekitar, petani, nelayan, serta turis untuk bepergian.

Sistem transportasi untuk kanal air ini mengandalkan perahu khlong yang dapat mengangkut hingga 100 ribu setiap harinya. Perahu-perahu ini bergerak cepat dan memang disesuaikan dengan transportasi bagi penduduk di kota-kota besar.

 

Itu tadi beberapa contoh kota perairan di dunia. Kalau di Indonesia, kota mana ya kira-kira yang cocok untuk disebut sebagai kota perairan?


 

Leave a Reply