Ini Dia 5 Perayaan Unik Menyambut HUT Kemerdekaan RI

Tujuh belas Agustus tahun empat lima…. Itulah hari kemerdekaan kita…

Bukan cuma menggelar upacara dan pengibaran bendera, perayaan HUT Kemerdekaan RI juga sering diisi dengan acara dan tradisi yang unik. Ini beberapa di antaranya.

 

1. Tradisi Telok Abang, Palembang

Masyarakat Palembang punya tradisi membuat telok abang untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI. Telok abang merupakan telur yang dicat warna merah. Telur itu lalu diletakkan dalam hiasan kapal laut atau kapal terbang berwarna kuning yang terbuat dari gabus.

Selidik punya selidik, tradisi pembuatan telok abang ini bermula dari tradisi perayaan hari ulang tahun Ratu Belanda, Wilhelmina II, pada zaman penjajahan Belanda dulu. Ketika Indonesia merdeka, tradisi itu tetap berlanjut. Uniknya, HUT RI dan HUT Ratu Wilhelmina II sama-sama jatuh pada bulan Agustus.

 

2. Lomba Binaraga, Jatiwangi

A post shared by alsndralma (@alma.noxa) on

Perayaan HUT Kemerdekaan RI di Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, selama tiga tahun terakhir diselenggarakan dengan cara yang amat unik: menggelar lomba binaraga. Pesertanya adalah para kuli perwakilan masing-masing pabrik genteng di Jatiwangi. Hadiahnya pun lumayan, yakni trofi dan uang jutaan rupiah.

Selain untuk merayakan kemerdekaan RI, lomba binaraga ini dimaksudkan juga untuk mengangkat pamor kbgenteng Jatiwangi. Sejak tahun 1960-1970an, Jatiwangi tersohor sebagai sentra genteng terbesar di Indonesia. Sayang, munculnya pabrik-pabrik modern membuat banyak pabrik genteng di Jatiwangi gulung tikar.

 

3. Drama Palagan Ambarawa, Semarang

A post shared by A L I P O (@candrafx24) on

Sama seperti di banyak tempat lain di Indonesia, di Semarang perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-72 dilakukan dengan cara menggelar upacara. Bedanya, upacara yang diselenggarakan di Lapangan Simpang Lima tersebut didahului dengan menampilkan drama Palagan Ambarawa.

Pernah dengar Palagan Ambarawa ini di buku sejarah? Palagan Ambarawa atau pertempuran Ambarawa merupakan bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang terjadi pada tanggal 20 Oktober 1945. Pada peristiwa tersebut, rakyat bersama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) angkat senjata untuk mengusir tentara Sekutu yang ingin menduduki kembali Jawa Tengah.

 

4. Tradisi Pacuan Kuda, Tanah Gayo

Masyarakat Tanah Gayo yang meliputi Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues punya tradisi menggelar pacuan kuda. Awalnya masyarakat Gayo menggelar pacuan kuda untuk menyambut atau merayakan masa panen padi. Lalu pada masa penjajahan Belanda, pacuan kuda digelar untuk merayakan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina II. Sesudah Indonesia merdeka, pacuan kuda digelar sebagai perayaan HUT Kemerdekaan RI.

Lomba pacuan kuda ini diselenggarakan di lintasan pacuan kuda di pusat Takengon. Umumnya, kuda-kuda itu ditunggangi oleh joki yang masih kecil. Kalau menang, selain dapat uang dan popularitas, nilai jual kuda juga akan jadi melambung tinggi.

 

5. Bedah Rumah Veteran, Jawa Barat

Perayaan HUT Kemerdekaan RI yang satu ini bukan cuma unik tapi juga memberdayakan masyarakat. Empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merayakan HUT RI ke-72 dengan melakukan aksi bersama menyalurkan program kepedulian sosial kepada warga Jawa Barat.

Bank Mandiri, salah satu BUMN tersebut, menyerahkan bantuan senilai total 28 miliar untuk Bedah Rumah Veteran. Dana yang berasal dari 10 BUMN (Bank Mandiri, Bio Farma, BRI, BNI, BTN, Telkom, Pegadaian, PT Pembangunan Perumahan, Pupuk Indonesia, dan Pelindo II) akan digunakan untuk merenovasi 724 rumah veteran.

Bukan cuma itu, Bank Mandiri juga akan merenovasi dan melengkapi fasilitas sekolah di Pangalengan, memberikan Kredit Usaha Rakyat untuk peternak susu, serta bantuan sarana pada petani kopi. Semua itu sesuai dengan misi BUMN untuk berkontribusi langsung memajukan dan menyejahterakan masyarakat.

 

Bagaimana di tempatmu? Ada perayaan HUT Kemerdekaan RI yang unik juga, enggak?


 

Leave a Reply