Kenali 10 Ciri Investasi Bodong Agar Kamu Tidak Jadi Korban Berikutnya

Maraknya investasi bodong yang menjanjikan keuntungan selangit harus menjadi peringatan bagi kita. Kita harus waspada terhadap berbagai tawaran investasi yang menggiurkan.

Setiap investasi mempunyai keuntungan dan risiko yang berbeda. Supaya tidak terjebak, kita harus pintar-pintar memilih investasi yang tepat. Menurut Otoritas Jasa Keuangan, ciri-ciri investasi bodong adalah sebagai berikut:

 

1. Menawarkan hasil berlipat ganda dalam waktu singkat

via pixabay.com

Ciri investasi bodong yang pertama tentu saja menawarkan janji-janji surga. Mereka akan menjanjikan keuntungan berlipat-lipat kali ganda dalam waktu singkat. Bunga yang ditawarkan juga lebih tinggi dari bunga perbankan seperti 5% per bulan atau 60% per tahun.

 

2. Harus merekrut orang lain sebanyak-banyaknya

via flickr.com

Setelah kamu mendaftar dan punya produk investasi bodong, biasanya kamu akan diperintahkan untuk merekrut anggota baru sebanyak-banyaknya. Kamu baru akan mendapat bonus setelah berhasil mendapatkan orang baru.

 

3. Tidak ada kejelasan proses investasi

via pixabay.com

Bagaimana caranya uang satu juta yang kamu serahkan untuk membeli produk investasi bodong bisa berkembang jadi satu miliar? Mereka biasanya tidak dapat menjelaskan cara mengelola dana investasi tersebut. Orang yang menawarkan investasi bodong lebih fokus menjual iming-iming imbal hasil yang besar.

 

4. Tidak punya dasar usaha

via maxpixel.freegreatpicture.com

Biasanya investasi bodong tidak punya dasar usaha. Walau mereka mengklaim perusahaannya berbentuk perseoran terbatas, sebelum berinvestasi tidak ada salahnya kamu mengecek kebenarannya. Tanyakan Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) perusahaan tersebut. Kalau cuma ada SIUP, kamu patut mewaspadainya.

 

5. Biaya pendaftaran mahal

via maxpixel.freegreatpicture.com

Berhubung uang untuk membayar bonus anggota lama berasal dari uang pendaftaran anggota baru, kamu patut mencurigai kalau biaya untuk mendaftar ikut investasi terbilang mahal. Harap mempelajari dulu biaya pendaftaran yang ditawarkan.

 

6. Struktur tidak jelas

via maxpixel.freegreatpicture.com

Perusahaan investasi bodong pada umumnya tidak punya struktur yang jelas. Tanyakan kepada orang yang menawarkan investasi mengenai struktur kepengurusan, struktur kepemilikian, struktur kegiatan usaha, ataupun alamat domisili usaha. Kalau mencurigakan atau ada kesan sembunyi-sembunyi, kamu patut mewaspadainya.

 

7. Kegiatan menyerupai skema ponzi

via wikimedia.org

Kegiatan perusahaan investasi bodong biasanya menyerupai skema ponzi. Dalam skema berjenjang ini, hanya orang-orang di level atas saja yang diuntungkan, sementara orang yang di level bawah harus siap-siap ketiban rugi.

 

8. Produknya sederhana

via flickr.com

Agar semakin banyak orang yang tertarik, investasi bodong biasanya tidak punya proses atau skema yang rumit. Investor atau pembeli produk investasi hanya diminta untuk membeli dan menunggu uang mereka berkembang jadi banyak. Kalau investasi disertai dengan produk, biasanya produk yang ditawarkan tanpa disertai penjelasan yang jelas dan terperinci.

 

9. Bonus hanya bila ada orang baru

via pexels.com

Pendapatan ataupun bonus dibayar hanya bila ada perekrutan. Hal ini sudah tidak benar. Pada investasi yang benar, pendapatan ataupun bonus dibayarkan setelah pejualan produk.

 

10. Berbeda dengan multi-level marketing

via pixabay.com

Investasi bodong berbeda dengan multi-level marketing. Pada MLM, produk yang dijual legal dan kualitasnya dapat dipertanggung jawabkan. Bagi distributor yang berhenti ada jaminan pembelian kembali (buyback guarantee). Sedangkan pada investasi bodong, hal-hal seperti itu tidak ada sama sekali.

 

Kalau kamu dapat tawaran investasi yang menggiurkan atau yang kedengarannya terlalu oke, kamu wajib waspada akan tawaran tersebut. Gunakan panduan di atas untuk mengenali ciri investasi bodong.

Masih tetap bingung? Hubungi OJK di 1500 655 untuk mengecek izin usaha dan legalitas perusahan investasi.


 

2 Comment

  1. Thanks infonyaaa… Berguna bgt nih buat investor pemula.

  2. Astuti kurniasih says: Reply

    Naaahh… Intinya lebih cermat dan hati2 dlm berinvestasi….

Leave a Reply