5 Langkah Mengundurkan Diri Secara Profesional dan Elegan

Melihat teman dekat di kantor berhenti kerja, mendadak kamu dilanda kegalauan. Kamu perlu mengikuti jejaknya untuk berhenti juga atau tidak ya? Perlu kamu perhatikan, bila ingin berhenti dari pekerjaan yang sekarang, pertimbangannya harus matang. Jangan mengambil keputusan berhenti kerja sekadar ikut-ikutan. Bisa-bisa kamu menyesal sendiri di kemudian hari.

Kalau sudah mantap untuk berhenti, saatnya kamu memikirkan langkah-langkah mengundurkan diri secara profesional.

 

Buatlah Alasan yang Tepat untuk Berhenti

via media.defense.gov
Beth Lewis, a member of the 18th Force Support Squadron Non-Appropriated Funds Human Resources Office, talks with a customer about applying for a job on Kadena Air Base, Japan, March 27, 2012. Lewis is a member of the team that helped the office become best in the Air Force. (U.S. Air Force photo by Airman 1st Class Brooke P. Beers/Released)

Setiap orang mempunyai alasan yang berbeda-beda untuk berhenti dari pekerjaannya. Ada beberapa alasan yang dianggap profesional dan juga tidak profesional.

Alasan untuk berhenti yang profesional di antaranya seperti mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik, peningkatan karir di tempat lain, ingin jadwal yang lebih fleksibel, kondisi keluarga yang membutuhkan kamu di rumah, atau melanjutkan sekolah.

Sedangkan alasan yang dianggap tidak profesional adalah seperti benci dengan pekerjaan, berkonflik dengan atasan atau rekan kerja, dan alasan lain yang kedengarannya terlalu mengada-ada.

Saat berhenti bekerja kamu enggak harus menerangkan secara gamblang dan detail alasan kamu berhenti bekerja kepada bos atau rekan kantor. Namun apapun alasanmu, pastikan kantor dapat menerimanya dengan baik. Jaga selalu relasi dengan atasan karena kamu akan membutuhkan referensi dari atasanmu untuk mendapatkan pekerjaan baru.

 

Sampaikan Pengunduran Diri Beberapa Waktu Sebelumnya

via pixabay.com

Praktik lazimnya, kamu enggak bisa ujuk-ujuk datang ke bos lalu minta mengundurkan diri saat itu juga. Biasanya perusahaan butuh masa tenggang antara dua minggu satu bulan sebelum benar-benar melepasmu. Tujuannya adalah agar perusahaan dapat mencari pengganti atau mendelegasikan tugasmu ke pekerja yang baru.

Walau begitu aturan two week notice atau one month notice ini enggak berlaku bila ada hal yang sifatnya urgen. Misalnya, si karyawan merasa jiwanya terancam, adanya kekerasan seksual di kantor, atau hal-hal lain yang membuat karyawan merasa trauma.

 

Tulis Surat Pengunduran Diri dengan Singkat dan Jelas

via pixabay.com

Langkah selanjutnya untuk mengundurkan diri secara profesional adalah menyerahkan surat pengunduran diri. Tulis surat tersebut dengan singkat dan jelas. Dalam surat itu berikan keterangan bahwa dua minggu (atau satu bulan) sejak penyerahan surat tersebut kamu akan resmi berhenti bekerja.

Bagaimana dengan alasan berhenti dan pekerjaan barumu? Berikan info secukupnya. Enggak perlu memberikan info terlalu mendetail mengenai pekerjaan barumu. Pada saat menyerahkan surat pengunduran diri itu, kamu juga bisa sekalian minta surat referensi dari atasan.

 

Kembalikan Properti Perusahaan

via flickr.com

Apabila selama bekerja di perusahaan yang lama kamu diberikan fasilitas seperti laptop, telepon genggam, atau kendaraan, sebelum kamu benar-benar keluar sebaiknya kamu mengembalikan semua fasilitas tersebut. Kalau kamu boyong saat keluar, bisa-bisa nanti kamu mendapat citra yang buruk dari perusahaan lama. Reputasimu sendiri yang jadi korban.

 

Jangan Lupa Pamit

via pixabay.com

Ketika mengundurkan diri, kamu enggak ubahnya pengantin yang memasuki tahapan kehidupan yang baru. Hal-hal yang kamu jalani di kantor lama, entah baik atau buruk, adalah pengalaman yang berharga.

Berikan ucapan perpisahan dan terima kasih kepada rekan-rekan kerja, atasan, dan orang-orang lain yang biasa kamu temui di kantor lama. Hal-hal sederhana seperti ini biasanya membekas di hati orang lain. Kalau kamu enggak bisa mengucapkannya secara langsung, kamu bisa menyampaikannya lewat e-mail atau aplikasi perpesanan.

 

Demikian tadi langkah-langkah mengundurkan diri secara profesional. Masuk baik-baik, keluarnya pun harus baik-baik.


 

Leave a Reply