Melihat Karya Kebanggaan Negara di Pameran Koleksi Lukisan Istana 2017

Ketika mendengar kata “istana”, apa yang pertama kali terlintas di pikiranmu? Apakah langsung terbayang tempat yang megah, yang punya banyak koleksi hiasan indah? Kalau kita cocokkan dengan istana kepresidenan di Indonesia, anggapanmu tidaklah salah. Selain megah, enam istana kepresidenan di Indonesia juga punya ribuan koleksi benda seni bernilai tinggi.

Asyiknya, untuk memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, benda seni atau lebih tepatnya lukisan, akan dipamerkan untuk umum. Dengan tema “Senandung Ibu Pertiwi”, koleksi lukisan istana tersebut akan dipajang di Galeri Nasional, Jakarta, mulai dari tanggal 2 sampai dengan 30 Agustus 2017.

 

“Senandung Ibu Pertiwi” Pameran Lukisan Istana 2017
Galeri Nasional, lokasi pameran koleksi lukisan istana, berada di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta

Pameran koleksi lukisan istana ini adalah penyelenggaraan tahun kedua setelah pertama kali digelar tahun 2016 kemarin. Kalau kamu lupa atau belum sempat berkunjung, tahun lalu itu tema pamerannya adalah “17|71: Goresan Juang Kemerdekaan”.

Jarang-jarang memang publik bisa punya kesempatan melihat langsung koleksi lukisan yang ada di istana. Tadinya yang bisa menikmati karya-karya ini kan hanya tamu-tamu negara saja. Hal itu pula yang jadi tujuan penyelenggaraan pameran ini, yakni agar masyarakat luas bisa mengetahui dan menikmati goresan karya unggulan seniman masa lalu.

 

“Senandung Ibu Pertiwi” Pameran Lukisan Istana 2017
Lukisan karya Konstantin Makovsky

Lalu, lukisan karya siapa yang bisa kita lihat dalam pameran tahun ini? Kamu bisa melihat lukisan ikonis Njai Roro Kidul karya Basoeki Abdullah, Harimau Minum-nya Raden Saleh, lukisan Perempuan Berkebaya karya Barli Sasmitawinata, hingga lukisan karya Konstantin Makovsky, pelukis asal Rusia.

Total, dalam pameran koleksi lukisan istana tahun ini ada 48 lukisan karya 41 pelukis. Karya-karya tersebut terbagi menjadi empat sub-tema, yakni keragaman alam, dinamika keseharian, tradisi dan identitas, serta mitologi dan religi.

Bukan hanya memamerkan lukisan, event ini juga punya kegiatan pendukung lain. Misalnya tur pameran oleh para kurator langsung setiap Sabtu dan Minggu, workshop melukis tas kain bersama komunitas difabel pada tanggal 10 Agustus, diskusi pakar tentang menjaga ibu pertiwi tanggal 19 Agustus, lomba lukis tingkat nasional pada 26 Agustus, serta workshop menjadi apresiator tanggal 29 Agustus.

 

“Senandung Ibu Pertiwi” Pameran Lukisan Istana 2017
Lukisan guru menggambar zaman TVRI dulu, Tino Sidin, juga ada di pameran koleksi lukisan istana

Pameran ini terselenggara atas kerja sama Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Ekonomi Kreatif, dan Bank Mandiri. Lewat program Mandiri Art-nya, Bank Mandiri mengelola asuransi lukisan-lukisan bernilai tinggi tersebut dengan Mandiri General Assurance. Berhubung lukisan-lukisan tersebut usianya ada yang mencapai ratusan tahun dan perlu penanganan khusus, tidak heran nilai asuransinya hampir mencapai 100 miliar rupiah.

Jadi tunggu apalagi? Catat ya, jam masuk pameran lukisan istana di Galeri Nasional mulai pukul 10 pagi sampai 8 malam. Kamu bisa mendaftar langsung di tempat atau kalau enggak mau repot-repot, bisa mendaftar online di tautan ini. Tahu apa lagi sisi menarik pameran koleksi lukisan istana ini? Acara ini gratis alias cuma-cuma alias tidak dipungut biaya.

 

Sampai ketemu di Galeri Nasional!


 

(Visited 31 times, 1 visits today)

Leave a Reply