5 Tanda Kamu Sudah Kebablasan Berbagi di Media Sosial

Zaman orang tua kita dulu, masalah pribadi tabu untuk dibagikan. Seiring waktu, orang-orang semakin santai untuk berbagi dan diskusi mencari solusi masalah yang dihadapi.

Menurut psikolog, masalah pribadi memang sebaiknya enggak usah disimpan sendiri. Sekalipun disimpan, pasti dampaknya akan luber ke urusan lain seperti ke urusan pekerjaan dan hubungan sosial. Di sisi lain, reality show dan media sosial bikin generasi kita jadi suka kebablasan mengumbar masalah pribadi yang enggak perlu. Agar kamu tetap bijak menggunakan media sosial, waspadai tanda oversharing di media sosial berikut ini.

 

1. Pasang status tanpa filter

tanda oversharing di media sosial
via flickr.com

Banyak bintang reality show dan selebgram gemar mengumbar informasi pribadi. Gara-gara kelakuan para pesohor itu, banyak orang biasa yang meniru. Kita jadi terbiasa melihat keseharian atau momen privat orang yang sebenarnya enggak terlalu kita kenal.

Berbagi momen bahagia atau seru via media sosial sebenarnya tidak masalah. Hanya saja kamu harus mewaspadai agar tidak membagikan hal-hal yang sifatnya sangat personal. Hindari secara sengaja memotret plat mobilmu atau pasang status yang secara enggak langsung mengumumkan kalau kamu lagi liburan dan rumahmu kosong.

Selalu periksa ulang dengan mendetail apapun yang ingin kamu bagikan di media sosial. Periksa semua rincian yang mungkin bisa merugikanmu. Ingat, semua informasi yang sudah tersebar ke internet susah untuk dihapus.

 

2. Mengabaikan pengaturan privasi

tanda oversharing di media sosial
via staticflickr.com

Salah satu alasan orang merasa nyaman membagikan segala sesuatu di media sosial adalah karena berbagi di sana seolah-olah enggak berhadapan langsung dengan orang banyak. Anggapan kayak begitu keliru. Sewaktu kamu berbagi di media sosial adakalanya justru malah seperti mengumumkan sesuatu pakai toa. Semua orang bisa baca, dengar, atau tahu.

Supaya tetap aman, set pengaturan privasi di media sosial agar terbatas pada lingkungan yang kamu percayai saja. Dengan begitu apapun yang kamu bagi ke media sosial hanya dapat dilihat oleh orang yang menurut kamu memang layak untuk melihatnya.

 

3. Tidak memeriksa syarat dan ketentuan di media sosial

tanda oversharing di media sosial
via wikimedia.org

Pernah ikutan kuis di media sosial yang meminta akses pribadi? Kalau kamu enggak hati-hati, beberapa ketentuan di dalamnya bisa menjadi celah bagi pihak lain untuk mendapatkan atau menyebarkan data pribadimu.

Jadi, walaupun kamu sudah kepingin tahu lagu Beyonce mana yang sesuai dengan kepribadianmu, jangan buru-buru pencet setuju. Selalu baca baik-baik ketentuan yang diberikan agar kamu tahu bagaimana perusahaan akan memperlakukan datamu. Kalau ada yang mencurigakan, jangan disetujui.

 

4. Gampang membagikan lokasi

via staticflickr.com

Dengan fitur geo-tagging dan Google Map, kamu bisa membagikan koordinat atau lokasimu kepada orang banyak. Namun, ada sisi lain yang harus kamu pahami. Berbagi koordinat atau lokasi via media sosial sama artinya kamu membagikan lokasimu ke banyak orang, termasuk orang yang sebenarnya enggak begitu kamu kenal.

Untuk menjaga keamanan, matikan pilihan otomatis berbagi lokasi pada fitur aplikasi. Hapus semua informasi yang mungkin tersimpan secara permanen. Kamu juga sebaiknya menonaktifkan fitur yang memungkinkan handphone-mu dapat dilacak keberadaannya. Aktifkan fitur tersebut hanya pada saat yang diperlukan, seperti saat memesan transportasi online.

 

5. Kamu sudah sering mendapat masalah

via pixabay.com

Tanda yang paling jelas kalau kamu oversharing di media sosial: kamu sering banget dapat masalah. Opini atau pendapat pribadi yang kamu rasa biasa saja eh ternyata membuat orang lain marah dan tersinggung.

Sebelum membagikan apapun, coba bayangkan kalau kamu harus mengatakannya pada nenekmu. Kalau kamu merasa enggak nyaman, berarti sebaiknya urungkan saja. Periksa lagi caramu menyampaikannya. Tuliskan dengan sejelas mungkin supaya enggak ada kesalahpahaman.

 

Itu tadi tanda-tanda kamu sudah oversharing di media sosial. Berbagi itu baik, tapi kalau sampai bikin orang lain kesal, berarti ada yang salah dengan hal yang kamu bagikan atau cara kamu menyampaikan. Omong-omong, biasanya berapa postingan sih yang kamu unggah ke akun media sosial pribadi setiap hari?


 

(Visited 15 times, 1 visits today)

Leave a Reply