7 Stasiun Antik dan Bersejarah yang Masih Dilalui Jalur Kereta Aktif

Jauh sebelum mobil dan motor wara-wiri di jalanan kota-kota nusantara, kereta api sudah jadi alat transportasi darat yang utama. Pemerintah kolonial Belanda waktu itu amat gencar membangun rel kereta dan stasiun untuk keperluan pengangkutan barang dan orang.

Sayangnya, karena kurang perawatan ataupun tidak ekonomis banyak dari stasiun dan jalur kereta tersebut yang kini tidak aktif lagi. Beberapa stasiun bersejarah di Indonesia yang masih terselamatkan dan dilalui kereta antara lain:

 

1. Stasiun Cirebon – Jawa Barat

Bangunan Stasiun Cirebon dibangun pada tahun 1920. Perancangnya adalah arsitek berkebangsaan Belanda, Pieter Adriaan Jacobus Moojen. Gaya bangunannya merupakan campuran art nouveau dengan art deco.

Stasiun Cirebon sampai saat ini masih aktif sebagai perhentian kereta yang melewati Kota Cirebon. Kereta yang berhenti di stasiun ini adalah kereta kelas bisnis dan eksekutif.

 

2. Stasiun Cilacap – Jawa Tengah

Pada tahun 1887, perusahaan kereta api negara Staatspoorwegen membangun jalur kereta api Jogjakarta-Cilacap. Stasiun Cilacap ini merupakan bagian dari proyek pembangunan jalur tersebut.

Sayangnya, bangunan buatan Staatspoorwegen itu mengalami kerusakan parah ketika Jepang menyerbu tahun 1942. Mengingat pentingnya stasiun ini untuk kepentingan perang, Jepang membangun kembali stasiun ini setahun kemudian.

Saat ini stasiun bersejarah ini masih dilalui oleh KA Purwojaya jurusan Jakarta-Purwokerto-Cilacap.

 

3. Stasiun Tanggung – Jawa Tengah

A post shared by Beritasatu.com (@beritasatu) on

Kalau bicara sejarah perkeretaapian di Indonesia, maka nama Stasiun Tanggung wajib untuk dimasukkan. Stasiun yang masuk Daerah Operasi IV Semarang ini merupakan stasiun tertua di Indonesia yang masih dilalui jalur kereta aktif. Stasiun Tanggung berdiri seiring pembukaan jalur Semarang-Tanggung tahun 1867.

Saat ini kereta yang masih melewati Stasiun Tanggung (hanya lewat namun tidak berhenti) adalah KA Bangunkarta jurusan Jakarta – Surabaya Gubeng.

 

4. Stasiun Jebres – Jawa Tengah

Staatspoorwegen membangun stasiun ini bersamaan dengan pembukaan jalur kereta Solo-Surabaya tahun 1884. Bukan hanya itu, saat kereta api masih menjadi moda transportasi andalan, stasiun ini menjadi stasiun langganan keluarga Keraton Solo.

Saat ini, walau pamornya sudah disalip Stasiun Balapan, Stasiun Jebres masih dilewati banyak kereta. Sebut saja KA Bangunkarta jurusan Jakara-Surabaya Gubeng, KA Matarmaja jurusan Jakarta-Malang, dan KA Brantas jurusan Jakarta-Blitar.

 

5. Stasiun Pasuruan – Jawa Timur

A post shared by MasRiyadi (@masriyadi4) on

Stasiun yang dibangun pada tahun 1870-an ini merupakan salah satu stasiun kereta api tertua di Jawa Timur. Stasiun Pasuruan dibangun bersamaan dengan proyek pembangunan jalur Surabaya-Pasuruan.

KA Probowangi jurusan Surabaya Gubeng-Banyuwangi Baru, KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember, dan KA Ranggajati jurusan Cirebon-Jember adalah beberapa kereta yang masih melewati Stasiun Pasuruan.

 

6. Stasiun Sawahlunto – Sumatera Barat

A post shared by Aldy Patanroi (@apatanroi) on

Stasiun bersejarah di Indonesia juga ada di Pulau Sumatera. Sumatra Staatspoorwegen membangun Stasiun Sawahlunto pada tahun 1894 untuk menghubungkan Pelabuhan Teluk Bayur dengan Sawahlunto. Tujuan utama pembangunan jalur kereta ini adalah untuk pengangkutan batu bara.

Sempat nonaktif pada tahun 2003, jalur Sawahlunto kembali dioperasikan sebagai jalur wisata. Kamu bisa menumpang kereta jalur Sawahlunto ini setiap hari Minggu.

 

7. Stasiun Tanjung Priok – DKI Jakarta

A post shared by Mas Eri (@eriverde) on

Stasiun Tanjung Priok punya fungsi yang kurang lebih sama dengan Stasiun Sawahlunto yakni sebagai penghubung pelabuhan dengan bagian kota yang lain. Stasiun ini dibangung pada tahun 1885 dan diperbesar pada masa Gubernur Jenderal Hindia Belanda A.FW. Idenburg tahun 1914.

Saat ini Stasiun Tanjung Priok dioperasikan sebagai stasiun commuter line jalur Jakarta Kota – Tanjung Priok serta kereta ekonomi lokal Tanjung Priok – Purwakarta.

 

Bagaimana, tertarik untuk mengunjungi stasiun-stasiun antik dan bersejarah di Indonesia tersebut? Kamu bisa memanfaatkan event Kereta Api Indonesia Travel Fair untuk mendapatkan tiket murah. Event tersebut diselenggarakan esok tanggal 29-30 Juli 2017, bertempat di Hall B – Jakarta Convention Center.

Asyiknya lagi, kalau kamu pemegang Kartu Kredit Mandiri atau punya Mandiri Debit kamu bisa memanfaatkannya untuk dapat diskon tambahan. Enggak tanggung-tanggung, kamu bisa pilih diskon senilai 300 ribu atau diskon hingga 50 persen. Untuk keterangan lebih lanjut kamu bisa kunjungi tautan ini atau menghubungi Mandiri Call 14000.


 

(Visited 25 times, 1 visits today)

Leave a Reply