Yuk Belajar Membuat Bullet Journal agar Hidup Makin Tertata Baik

Biasanya orang mencatat tugas dan jadwal mereka di aplikasi atau kalender telepon genggam, tapi sekarang ada yang membuatnya dalam bentuk bullet journal. Wah, apa itu bullet journal? Kalau kamu tertarik mengatur jadwal harian dengan cara yang menyenangkan, kamu wajib mencoba metode bullet journal ini. Simak pembahasannya di bawah ini.

 

Apa itu Bullet Journal?

via pixabay.com

Pernah melihat tombol bullets and numbering di Microsoft Word atau aplikasi pengolah kata lainnya? Nah, pada dasarnya bullet journal adalah membuat catatan harian dengan daftar per poin atau bullet point. Makanya namanya bullet journal.

 

Kelebihan Bullet Journal

via pixabay.com

Walaupun sistem digital lebih praktis, tapi otak manusia lebih menyukai sistem analog seperti membaca dari buku kertas atau menulis menggunakan pensil dan pulpen. Catatan yang dicetak di atas kertas, bukan cuma terpampang di layar, membuat kita lebih mudah belajar.

Bullet journal sangat efektif sebagai alat untuk membuat catatan hidup. Kamu bebas menuliskan apa saja dalam bullet journal, enggak perlu terikat susunan tertentu. Sesuaikan saja dengan kebutuhanmu.

 

Apa isi Bullet Journal?

via pixabay.com

Kamu bebas membuat bullet journal versi sendiri. Tapi kalau kamu sama sekali enggak punya bayangan, kamu bisa menengok 6 bagian umum yang biasanya ada di bullet journal.

  • Daftar Isi

    Bagian ini biasanya ada di dua halaman pertama jurnal. Tulis daftar isi sesuai dengan bagian-bagian jurnal yang sudah kamu buat. Kamu bisa menambahkan seiring dengan bertambahnya isi jurnal. Jangan lupa untuk menuliskan halaman pada daftar isi agar kamu mudah menemukan yang kamu perlu.

  • Agenda Bulanan

    Kamu bisa mulai dari bulan apapun. Cukup tuliskan nama bulan dan tanggal saat kamu memulai jurnal. Setelahnya, masukkan janji dan jadwal yang kamu punya untuk bulan itu.

  • Daftar Tugas Bulanan

    Tuliskan daftar tugas bulanan di sebelah agenda bulanan. Kalau kamu enggak punya tugas khusus, ya enggak usah dibuat. Mudah kan?

  • Catatan Tambahan

    Siapkan satu atau dua halaman setelah daftar tugas bulanan. Kalau ada jadwal mendadak atau perubahan rencana, kamu tulis di halaman ini lengkap dengan tanggal dan informasi lain. Jadi agenda bulananmu enggak penuh coretan.

  • Catatan Harian

    Sama seperti daftar tugas bulanan, kamu hanya perlu membuat catatan lengkap dengan judul hari dan tanggal kalau memang ada yang perlu dicatat atau diingat. Enggak perlu kategori yang sulit. Tulis saja apa yang ada di dalam pikiranmu sampai bulan itu berakhir.

  • Daftar macam-macam

    Kalau kamu punya resep-resep yang ingin kamu coba, atau film yang ingin kamu tonton, kamu bisa buat berbagai daftar dengan halaman tersendiri. Jangan lupa taruh keterangan halaman di daftar isi agar kamu enggak susah mencarinya.

 

Cara Membuat Bullet Journal

via Pexels.com

Membuat bullet journal enggak susah sama sekali. Kamu bisa lakukan cara berikut:

  • Pilih buku

    Bullet journal pada dasarnya adalah jurnal buatan sendiri sehingga kamu bisa memakai buku tulis atau buku catatan apapun selama belum ada bagian-bagiannya. Bullet journal perlu kamu bawa setiap hari jadi hindari menggunakan buku yang terlalu besar ataupun terlalu kecil. Cari buku yang kualitasnya bagus agar tahan lama dibawa kemana-mana.

  • Penanda

    Penanda adalah simbol yang memudahkanmu untuk mencari apa yang kamu butuhkan dengan mudah. Kreasikan simbol sesuka hati tapi pastikan cukup simpel untuk digambar dan diingat. Misalnya: kotak untuk tugas yang harus diselesaikan segera, kotak yang sudah berwarna untuk tugas yang sudah selesai, hati untuk memori yang ingin diingat, dan lain sebagainya.

  • Penomoran halaman

    Penomoran halaman sebenarnya standar saja. Kalau buku catatanmu enggak ada halamannya, kamu hanya perlu menomori halaman sesuai urutan untuk dicantumkan di daftar isi. Namun karena bullet journal isinya macam-macam dan acak, kamu bisa saja membuat daftar barang yang harus dibeli untuk pesta ulang tahunmu di halaman 35 dan daftar undangan di halaman 57. Agar memudahkan, beri catatan di dekat nomor halaman, halaman mana saja yang berkaitan dengan halaman tersebut.

  • Memindahkan tugas atau daftar

    Kalau ada daftar atau tugas yang belum selesai sedangkan bulan sudah berakhir kamu bisa memindahkannya ke bulan baru. Berikan tanda yang jelas bahwa tugas itu dipindah. Baik pada lokasi awal maupun yang baru. Dengan begitu kamu tahu harus mencari ke mana sekaligus sebagai penanda bahwa tugas tersebut sudah ditunda dan perlu cepat diselesaikan.

 

Menghias Bullet Journal

via staticflickr.com

Ini bisa jadi merupakan bagian paling menarik dari bullet journal. Kamu bisa berkeasi menghias bullet journal milikmu semenarik mungkin. Tujuannya supaya kamu enggak bosan melihatnya serta semakin semangat menjalani semua jadwal dan rencana. Kalau kamu enggak terlalu pintar menghias, kamu bisa mencoba cara lain seperti membeli stiker atau hiasan jadi.

 

Bagaimana, enggak terlalu sulit kan membuat bullet journal? Dengan alat bantu ini semoga hidupmu jadi tertata lebih baik. Tertarik untuk membuatnya?


 

(Visited 32 times, 1 visits today)

Leave a Reply