Mengenal Perbedaan Hepatitis A, B, C, dan D

Hepatitis adalah penyakit yang menyerang fungsi hati atau liver sebagai penyaring racun dalam tubuh. Penyakit ini menjalar akibat infeksi virus. Kalau kemudian ada macam-macam hepatitis yang dibedakan dengan abjad seperti hepatitis A, B, C, dan D, itu karena virus penyebabnya juga berbeda. Jelang peringatan Hari Hepatitis Sedunia yang jatuh pada tanggal 28 Juli, yuk kita belajar mengenal perbedaan hepatitis.

 

Hepatitis A

Perbedaan Hepatitis A B C D
Cuci tangan untuk menjaga kebersihan via pixabay.com

Infeksi yang disebabkan virus hepatitis tipe A atau HAV erat kaitannya dengan pola hidup bersih. Semakin jorok atau sembrono seseorang dalam menjaga kesehatan, risiko orang tersebut terkena hepatitis A semakin besar.

Untuk mengurangi risiko terkena hepatitis A, kamu harus membiasakan hidup bersih. Cuci tangan sebelum dan sesudah makan. Konsumsi makanan dan air minum yang sudah masak dan matang.

 

Hepatitis B

Perbedaan Hepatitis A B C D
Jangan berbagi pisau cukur via pixabay.com

Virus hepatitis tipe B atau HBV biasanya terdapat dalam darah dan cairan tubuh lainnya seperti air liur, cairan vagina, atau air mani. Virus ini bisa bertahan di udara bebas dalam waktu kurang lebih 7 hari.

Cara penularan virus ini adalah melalui benda perantara seperti jarum suntik, pisau cukur, pisau, sikat atau tusuk gigi, gunting kuku, dan jarum tato. Selain itu virus ini juga dapat menular karena adanya kontak langsung dengan luka yang terbuka, hubungan seksual dan juga bawaan dari ibu hamil yang terinfeksi.

Risiko kematian akibat penyakit hepatitis B lebih besar ketimbang hepatitis A. Kalau tidak diberikan vaksin penangkal, penyakit hepatitis B yang menyerang seseorang bisa berkembang menjadi sirosis dan kanker hati.

 

Hepatitis C

Perbedaan Hepatitis A B C D
Pastikan untuk meminta jarum yang steril ketika membuat tato via pixabay.com

Virus hepatitis tipe C atau HCV sama berbahayanya dengan virus hepatitis B. Bedanya, kalau virus hepatitis B bisa hidup di udara bebas, HCV hanya aktif dalam darah.

Seramnya, kadang-kadang seseorang enggak sadar terjangkit virus HCV sampai timbulnya kerusakan hati yang berat. Beberapa faktor yang memperbesar risiko terjangkit hepatitis C antara lain penggunaan jarum suntik atau tato berulang kali serta transfusi darah yang tidak steril. Pada beberapa kasus, hepatitis C juga ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada anak yang dikandungnya.

 

Hepatitis D

Perbedaan Hepatitis A B C D
Lakukan medical check up untuk mengetahui kesehatanmu secara menyeluruh via pixabay.com

Virus hepatitis tipe D atau HDV hanya menyerang mereka yang sudah lebih dulu terinfeksi hepatitis B. Kalau enggak terkena hepatitis B, maka enggak akan terjangkit hepatitis D.

Pola penyebaran virus hepatitis D sama seperti virus hepatitis B, melalui cairan. Mengingat kedua virus hepatitis ini kait mengait, kalau seseorang diberi vaksin hepatitis B, maka ia juga semakin kebal dari terjangkit hepatitis D.

 

Gejala

Pada masa-masa awal terinfeksi virus tidak semua penderita bisa mengalami gejala hepatitis. Biasanya saat infeksi sudah makin parah, penderita baru akan merasakan gejala-gejala hepatitis seperti demam, nafsu makan berkurang, pilek, nyeri perut, perubahan warna air seni jadi lebih gelap, serta warna kulit dan mata yang jadi lebih menguning.

 

Pencegahan

Beda jenis hepatitis, beda pula cara pencegahannya. Untuk hepatitis A, seperti sudah disebutkan di atas, cara pencegahan yang paling efektif adalah dengan menjaga sanitasi lingkungan. Pencegahan paling efektif untuk hepatitis B adalah dengan vaksin hepatitis B.

Hepatitis C bisa dikurangi risiko penularannya dengan cara menghindari pemakaian jarum suntik tidak steril serta menjaga kebersihan lingkungan. Lantas mencegah terjangkit hepatitis D? Jangan sampai terjangkit hepatitis B.

 

Menurut Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun 2007, diperkirakan ada 30 juta penduduk Indonesia yang sudah terinfeksi hepatitis B dan C. Ayo, cegah jadi korban selanjutnya dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.


Leave a Reply