5 Filosofi Zero Waste agar Bisa Beraktivitas Tanpa Menghasilkan Sampah

Sampah di dunia yang semakin menumpuk dan lingkungan yang semakin tercemar menjadikan semakin banyak orang tergerak untuk mawas lingkungan. Salah satu gaya hidup yang selaras dengan kepedulian ini adalah zero waste.

Zero waste adalah filosofi yang menggunakan pendekatan menyeluruh untuk sistem penyerapan sumber daya oleh manusia. Dalam bahasa yang lebih sederhana, ketika menjalankan zero waste ini, enggak ada yang terbuang percuma. Bagaimana praktik menjalankan filosofi zero waste ini? Simak 5 prinsipnya di bawah ini.

 

1. Refuse (Tolak)

Filosofi Zero Waste
via 2.bp.blogspot.com

Tolak menggunakan barang atau produk sampingan yang enggak kamu perlukan. Misalnya saat berbelanja di supermarket, kamu bisa menolak ketika kasir menggunakan kantong plastik sebagai wadah belanjaanmu. Kalau kamu bawa tas, langsung masukkan saja belanjaan tersebut ke tasmu.

Bukan hanya kantong plastik, kamu juga bisa menolak menggunakan barang sekali pakai lainnya seperti sedotan, gelas plastik, sumpit sekali pakai, tisu dan lain sebagainya. Lalu bagaimana nanti kalau haus atau lapar? Bawalah tas, botol minum, perlengkapan makan, atau saputanganmu sendiri yang bisa dicuci dan digunakan kembali.

Kurangi penggunaan kertas untuk promosi atau surat menyurat. Sebagai gantinya maksimalkan promosi dan komunikasi menggunakan media digital atau telepon.

Hentikan budaya saling memberi hadiah material. Supaya tidak menyinggung orang yang hendak memberikanmu hadiah, kamu bisa bergurau minta “mentahnya saja”, alias hadiah dalam bentuk uang atau voucer. Hal ini berguna untuk mengurangi tumpukan hadiah yang bisa jadi kamu enggak suka dan ujung-ujungnya enggak terpakai.

 

2. Reduce (Kurangi)

Filosofi Zero Waste
via assets.inhabitat.com

Punya banyak barang yang sudah kamu enggak perlukan lagi? Singkirkan saja barang tersebut. Kamu bisa menjualnya lewat situs marketplace barang bekas, menyumbangkannya, atau membawanya ke tempat daur ulang.

Buat daftar barang yang kamu punya untuk menghindari enggak membeli barang yang sama di kemudian hari. Utamakan membeli barang untuk digunakan bersama dan letakkan barang tersebut di ruangan yang bisa diakses semua orang. Selain lebih hemat, kamu juga jadi lebih dekat dengan orang-orang sekitarmu.

 

3. Reuse (Gunakan kembali)

Filosofi Zero Waste
via i.huffpost.com

Manfaatkan barang-barang yang dapat digunakan kembali. Dapat hadiah dengan bungkus cantik? Buka hati-hati agar bungkusnya tidak rusak. Kamu bisa menggunakannya kembali untuk membungkus kado. Punya tumpukan baju bekas atau aksesori enggak terpakai? Coba donasikan untuk amal atau gunakan untuk hal lain seperti kain pel, selimut perca, atau diubah menjadi model baru.

Kalau kamu cukup kreatif, hampir semua hal bisa digunakan kembali. Misalnya, cangkir retak bisa dibalik dan ditempel pada cangkir untuk digunakan sebagai tempat saji kue, batang pohon bisa jadi meja luar ruangan, jaket lama bisa jadi sarung telpon genggam, dan lain sebagainya. Kamu bisa melakukannya sendiri atau membayar orang lain.  Coba cari ide kreasi dari situs semacam Instructables.com atau seperti yang ada di tautan ini.

 

4. Recycle (Daur ulang)

via mrwmd.org

Bagaimana dengan benda-benda yang enggak bisa kamu tolak, enggak bisa kamu gunakan kembali, dan enggak bisa kamu kurangi? Misalnya handphone bekas yang sudah rusak. Di Jakarta kamu bisa membawa sampah elektronik tersebut ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup di Cilitan, Jakarta Timur. Kalau kamu tinggal di luar Jakarta, kamu bisa tanyakan ke dinas lingkungan hidup setempat.

Untuk material lain seperti sampah kertas, sampah beling, atau sampah logam kamu bisa membawanya ke bank sampah. Sebelum bawa ke sana, pisahkan dulu jenis materialnya agar mudah untuk didaur ulang.

Saran lain untuk menghentikan atau mengurangi siklus daur ulang adalah dengan membeli barang yang bisa terurai secara alami atau bisa didaur ulang dengan mudah. Misalnya ketimbang menggunakan sikat gigi plastik, kamu bisa menggunakan sikat gigi yang terbuat dari bambu sehingga kalau sudah jadi sampah lebih mudah terurai.

 

5. Rot (Jadikan pupuk)

via oregonmetro.gov

Nah, sisa produk yang enggak bisa kamu daur ulang atau gunakan kembali, bisa kamu jadikan pupuk. Contohnya seperti sampah bekas kulit buah atau sampah makanan basi. Kamu bisa menggunakan metode takakura atau cara-cara lainnya untuk mengubah sampah tersebut menjadi pupuk. Coba baca tautan ini agar dapat info lebih mengenai pembuatan pupuk.

 

Demikian tadi filosofi zero waste yang bisa kamu terapkan supaya dirimu sukses hidup sama sekali tanpa menyampah. Tertantang untuk mencobanya?


 

(Visited 22 times, 1 visits today)

Leave a Reply