7 Atraksi Seru yang Bisa Kamu Nikmati di Dieng Culture Festival

Tahun ini, Dieng Culture Festival (DCF) ke-8 akan kembali digelar pada tanggal 4, 5 dan 6 Agustus 2017. Dengan tema The Spirit of Culture, festival ini akan diadakan di seputaran Komplek Candi Arjuna, Dieng Banjarnegara. Kepopuleran festival ini dari tahun ke tahun semakin meningkat dan jumlah pengunjungnya semakin banyak.  Kalau kamu penasaran kenapa sih orang tertarik datang ke DCF, ini nih bocoran atraksi yang bisa kamu nikmati di sana.

 

1. Festival Kuliner

A post shared by Julia Sonatha (@juliasonatha) on

Agenda hari pertama DCF adalah festival kuliner. Jadi kalau kamu berkesempatan hadir di DCF, kamu bisa menikmati makanan-makanan lezat khas Dieng.

Kamu enggak akan rugi karena makanannya enak-enak dan alami. Makanan tersebut misalnya buah carica yang hanya ada di Dieng, dendeng gepuk, kacang dieng, opak kucai (kerupuk singkong yang dibumbui kucai), keripik jamur, teh tambi, serta mi ongklok.

 

2. Festival Jazz

A post shared by Karina Ananta (@karinananta) on

Puas makan-makan, selanjutnya kamu bisa menikmati musik asyik. Festival jazz bertajuk Jazz di Atas Awan hadir sebagai salah satu atraksi utama di DCF. Bayangkan, menikmati musik jazz di atas gunung. Pasti jadi momen yang luar biasa dan enggak gampang didapatkan.

Tahun lalu Jazz Di Atas Awan menghadirkan banyak penampil seperti Anji Drive dan Erdian Aji Prihartanto. Untuk tahun ini pihak panitia masih menyimpan rapat artis yang akan tampil dalam Jazz di Atas Awan 2017. Alasannya, mereka ingin orang hadir karena acaranya dan bukan karena mengejar artisnya. Namun jangan kuatir, katanya penampil tahun ini pun merupakan artis papan atas.

 

3. Melihat sunrise

Pergi ke Dieng tapi enggak melihat matahari terbit kok rasanya janggal banget ya? Di DCF kamu berkesempatan melihat sunrise dari puncak-puncak gunung yang ada di Dataran Tinggi Dieng seperti Sikunir, Pangonan, dan Sekuter.

Kalau kamu tidurnya kayak kebo, kali ini pasang alarm keras-keras. Kalau perlu dua sekaligus. Jangan sampai kamu melewatkan fenonema alam yang satu ini.

 

4. Wisata candi dan situs alam


Setelah melihat matahari terbit, rugi kalau enggak sekalian wisata candi dan situs alam. Apalagi pemegang tiket DCF gratis masuk lokasi wisata Kawah Sikidang, Telaga Warna dan Kawasan Candi Arjuna.

Telaga Warna yang memiliki warna hijau, biru laut dan putih kekuningan ini keindahannya nggak usah dipertanyakan lagi. Air telaga bisa berwarna-warni begitu karena adanya pembiasan cahaya pada endapan belerang di dasar telaga.

Kawah Sikidang memiliki pemandangan indah dengan hamparan bukit hijau dan tanah kapur. Diberi nama Sikidang karena kolam magma di kawah ini sering berpindah-pindah seperti kidang (bahasa Jawa untuk hewan kijang).

Kompleks Candi Arjuna dengan luas kurang lebih 1 hektare ini punya lima candi, yakni Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Kamu bisa keliling-keliling komplek dan mengabadikannya.

 

5. Festival Caping Gunung

DCF juga punya pertunjukan seni tradisional dan akustik bertajuk Festival Caping Gunung. Acara ini dinamakan caping gunung karena pengunjung diberikan kesempatan berkeasi dengan caping yang akan dibagikan oleh panitia. Pengunjung bebas menghias caping tersebut dengan cat warna-warni. Nantinya, caping yang paling bagus akan diganjar hadiah oleh panitia.

Ajang hias menghias caping tersebut diselenggarakan berbarengan dengan pertunjukan seni tradisional. Pertunjukan angklung dan akustik, tari jathilan, tari api, dan pagelaran sendratari rambut gembel bisa kamu saksikan dalam pertunjukan tersebut.

 

6. Festival Lampion

Nah! Atraksi yang satu ini sudah terkenal ke seantero Indonesia bahkan sampai mancanegara. Enggak heran kamu akan melihat banyak orang asing yang ikut berpartisipasi.

Saat malam tiba panitia akan membagikan lampion warna-warni kepada peserta DCF. Lampion ini kemudian akan dinyalakan dan dilepas ke angkasa sebagai perlambang doa dan harapan. Pemandangan yang dihasilkan tentu saja fantastis. Kamu akan merasa seperti berada di negeri dongeng.

Sesudah lampion, siap-siap kembali terperangah pada hari kedua. Panitia akan menggelar pertunjukan kembang api yang mempesona.

 

7. Upacara anak gembel

A post shared by Noviani Sari (@noviani89) on

Anak gembel yang menjadi simbol Dieng adalah anak yang memiliki rambut berkarakteristik gimbal. Anak-anak ini dianggap titisan dewa dan rambutnya enggak boleh dipotong sembarangan. Harus ada ritual agar keluarga dan warga setempat enggak kena tulah atau tertimpa bencana.

Peserta DCF akan mendapatkan kehormatan untuk menyaksikan upacara pencukuran rambut anak gembel ini. Dengan diiringi bunyi gamelan, sang dukun mulai memandikan anak yang akan dicukur rambutnya.

Air yang dipakai oleh sang dukun diambil dari mata air yang dianggap bertuah di Dataran Tinggi Dieng. Setelah dimandikan maka disiapkanlah sesaji-sesaji yang akan dipakai dalam prosesi. Rambut-rambut yang telah dipotong tadi kemudian dibungkus dengan kain putih lalu dilarung ke Telaga Warna atau sungai yang ada di Dieng.

Setelah itu peserta akan disuguhi berbagai acara dan pertunjukan untuk merayakan upacara pencukuran rambut anak gembel. Nikmati saat-saat terakhir DCF dengan Sendratari Anak Gembel yang dimulai dari rumah pemangku adat, kirab anak gembel, kirab budaya, upacara Jamasan Anak Rambut Gembel, wayang ruwat, dan berbagai pertunjukan seni tradisi lainnya.

 

Semua keseruan itu bisa kamu rasakan di Dieng Culture Festival. Dari sekian atraksi itu, atraksi mana yang paling kamu tunggu-tunggu?


 

(Visited 24 times, 1 visits today)

Leave a Reply