Ini Destinasi Bersejarah Pulau Rempah-Rempah yang Wajib Dikunjungi

Kalau menyebut wisata Indonesia timur, bisa jadi banyak di antara kita terpatok dengan Raja Ampat, Labuan Bajo, Flores, Pulau Komodo atau yang belakangan populer, Sumba. Sebenarnya, di Indonesia timur, banyak sekali obyek-obyek atau wisata lainnya yang tidak kalah indahnya. Misalnya kita bisa berkunjung ke destinasi bersejarah pulau rempah-rempah.

Sebagaimana kita pelajari di pelajaran sejarah waktu sekolah, Indonesia timur sempat menjadi idola para pedagang Eropa. Mereka berkunjung ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah. Nah, pulau-pulau berikut ini merupakan wilayah yang mereka kunjungi. Kamu bisa berwisata alam sekaligus belajar sejarah. Di mana saja destinasi bersejarah pulau rempah-rempah ini?

 

Ternate

A post shared by anwarsean pandoy (@anwarsean) on

Petualangan bisa kita mulai dari utara Maluku, tepatnya di Ternate. Pulau ini merupakan ibukota provinsi Maluku Utara dan menjadi kota otonom sejak tahun 2010 lalu.

Pada abad ke-15, Ternate menjadi tujuan bangsa Eropa Portugis dan Belanda karena rempah-rempah. Salah satu rempah-rempah yang paling banyak diburu bangsa Eropa dari Ternate adalah cengkeh.

Di Ternate kamu bisa menjumpai bangunan peninggalan bangsa Portugis seperti Benteng Tolukko. Selain itu, Ternate juga tersohor dengan Gunung Gamalama. Peninggalan sejarah dan pemandangan alam menjadi daya tarik untuk mengunjungi Ternate.

 

Tidore

A post shared by Alan Arifin (@alanfna) on


Pulau ini masih satu provinsi dengan Ternate. Letaknya pun tidak terlalu jauh dari Ternate. Kamu cukup naik perahu cepat atau speedboat selama 30 menit untuk menyeberang ke sini.

Di Pulau Tidore, kamu bisa menemukan bekas benteng bangsa Portugis yang dihancurkan oleh Belanda. Benteng peninggalan bangsa Portugis itu antara lain benteng Tohulu dan benteng Toware. Kini kedua benteng tersebut tinggal berupa sisa-sisa batu dan reruntuhan.

 

Banda Neira

A post shared by janetdeneefe (@janetdeneefe) on

Banda Neira merupakan sebuah pulau kecil yang berada di Laut Banda. Pulau ini menyimpan banyak sekali sejarah. Konon, Banda Neira ini sudah didatangi Belanda bahkan sebelum mereka mendatangi Batavia.

Para pedagang Belanda mendatangi Banda Neira untuk mencari pala. Pulau ini memang pulau penghasil pala, salah satu komoditas perdagangan masa lalu (dan masa kini) yang harganya sangat tinggi.

Di sini kamu bisa menemukan peninggalan sejarah perdagangan zaman kolonial yang masih tersisa, misalnya Istana Mini. Istana ini bentuknya menyerupai Istana Negara yang ada di Jakarta, namun ukurannya lebih kecil. Istana ini dulunya merupakan tempat tinggal dari Gubernur Jenderal Belanda.

Tidak hanya itu, Banda Neira juga merupakan tempat pengasingan dari Soekarno, Hatta hingga Sjahrir. Tempat mereka mengajar anak-anak semasa di pengasingan di Banda Neira juga masih tegak berdiri. Jadi, tidak salah kan kalau Banda Neira ini kita masukkan dalam daftar destinasi yang wajib dikunjungi?

 

Itu tadi pulau rempah-rempah yang sudah terkenal sejak zaman penjajahan dulu. Pulau-pulau tersebut cocok sebagai destinasi alternatif dan tidak mainstream. Kamu sekaligus bisa menyusuri kegemilangan rempah-rempah yang menjadi daya tarik bangsa asing datang ke nusantara.

 

Tulisan di atas adalah kiriman dari pembaca. Kamu punya kesempatan yang sama juga lho untuk berbagi ide dan informasi di JadiMandiri. Klik di sini sekarang!

 

(Visited 11 times, 1 visits today)
The following two tabs change content below.

Leave a Reply