Mengenal Istilah Unicorn di Dunia Startup

Startup unicorn adalah istilah baru dalam dunia usaha. Unicorn yang merupakan makhluk mitologi seperti mewakili keistimewaan yang ada pada perusahaan-perusahaan startup tertentu. Pencapaian startup tersebut hampir seperti mitos. Sebenarnya apa sih startup unicorn itu? Simak di bawah ini.

 

1. Apa itu Startup Unicorn?

via publicdomainpictures.net

Perusahaan rintisan atau lazim disebut startup disebut sudah sampai pada level unicorn jika nilai valuasinya mencapai 1 milyar dolar AS atau setara dengan 13,1 triliun rupiah. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh entrepreneur Aileen Lee. Ia memilih makhluk mitologi unicorn untuk menunjukkan betapa langkanya jenis perusahaan sukses seperti ini.

Sampai Maret 2017, sudah ada sekitar 223 perusahaan startup unicorn di dunia. Startup pertama yang berhasil menyandang label startup unicorn adalah Uber.

 

2. Apa Faktor Pendukungnya?

via pixabay.com

Lonjakan media sosial dan teknologi punya andil menciptakan perusahaan-perusahaan seperti ini. Mereka memiliki akses untuk mengembangkan bisnis mereka secara pesat.

Perusahaan-perusahaan startup unicorn ini juga banyak yang mengadopsi strategi GBF (Get Big Fast). Mereka mengumpulkan modal dari investor sebanyak-banyaknya agar bisa berkembang. Dengan begitu, mereka bisa sesegera mungkin melejit dan menyingkirkan perusahaan saingan.

Faktor lain, banyak dari perusahaan startup unicorn yang lahir dari campur tangan perusahaan besar seperti Apple, Google dan Facebook. Perusahaan besar tersebut lebih memilih untuk mencaplok perusahaan startup yang sudah matang ketimbang merintis sendiri dari awal.

 

3. Startup Unicorn dari Indonesia

A post shared by jawapostv (@jawapos_tv) on

Indonesia sudah punya lho perusahaan dengan predikat unicorn. Nama-nama perusahaan ini pasti sudah tidak asing lagi, yakni Traveloka, Tokopedia, dan Gojek.

Gojek yang layanan utamanya adalah transportasi online memiliki nilai valuasi 1,3 miliar dolar AS atau sekitar 13 triliun rupiah. Tokopedia yang menjadi marketplace nomor satu di Indonesia memiliki total pendanaan mencapai 1 miliar dolar AS. Sementara Traveloka, perusahaan yang bergerak di bidang penjualan tiket transportasi dan booking hotel mendapatkan pendanaan mencapai 1 miliar dolar dari investornya.

 

4. Sisi Buruk Startup Unicorn

via wikimedia.org

Pertumbuhan yang pesat dari perusahaan-perusahaan ini bukan berarti enggak ada risikonya. Bill Gurney, seorang analis ekonomi, memprediksi semakin bertambahnya perusahaan semacam ini kemungkinan akan berakhir seperti ledakan perusahaan berbasis internet pada awal tahun 2000-an. Perusahaan ini muncul karena perkembangan internet dan besarnya ekspektasi, namun enggak disertai dengan kesinambungan perusahaan yang solid.

 

5. Selanjutnya apa?

A post shared by Fintechtime (@fintechtime) on

Dengan begitu banyaknya perusahaan startup unicorn yang bermunculan, kini muncul istilah baru lagi. Decacorn adalah perusahaan startup yang nilai valuasinya sekurang-kurangnya 10 miliar dolar AS. Ada pula hectocorn, perusahaan startup yang nilai valuasinya melampaui 100 miliar dolar. Perusahaan seperti Uber, Xiaomi, Airbnb, dan Dropbox sudah mencapai predikat-predikat tersebut.

 

 Nah, sekarang kalau ada temanmu yang ngobrol tentang unicorn, tanyakan lagi unicorn dalam istilah mana? Unicorn di startup atau unicorn di cerita dongeng?

 

Leave a Reply