7 Resep Sukses yang Bisa Kita Pelajari dari Sosok Tony Stark

Siapa sih yang enggak kenal dengan Tony Stark? Apalagi kalau kamu fans berat Marvel, Iron Man, atau The Avengers. Pasalnya, selain seorang superhero, Tony Stark ini juga miliuner dan inovator! Gayanya yang selangit dan ceplas-ceplos bikin orang geregetan. Tapi di balik gayanya yang seperti itu, Tony juga punya kualitas entrepreneur yang oke. Kalau enggak percaya, coba baca 7 tips entrepreneurship dari Tony Stark ini.

 

1. Lakukan sekarang, jangan terlalu banyak mikir

via flickr.com

“Sometimes you gotta run before you walk.” (Terkadang kamu harus lari dulu sebelum berjalan)

Sebagai seorang penemu dan entrepreneur yang hebat, sudah pasti Tony juga gemar berpikir. Walau begitu bukan berarti karena kebanyakan mikir, dia jadi enggak mulai-mulai. Kita bisa lihat sendiri kan, kalau Tony Stark sudah rencana dan visi tertentu, rencana tersebut pasti segera ia bikin langkah konkretnya.

Dari situ kita bisa belajar untuk mau mencoba dan enggak ragu mengambil risiko. Memulai bisnis memang menakutkan, tapi kalau kamu terus menunggu waktu yang tepat, bisa-bisa kamu enggak akan pernah mulai. Kalau mau bergerak saja susah, bagaimana bisa sukses?

Makanya, kalau sudah punya rencana bisnis, segera jalankan rencana tersebut. Jangan buang-buang waktu. Dijamin deh, enggak ada entrepreneur yang 100% siap. Termasuk Tony Stark.

 

2. Suka berinovasi

via flickr.com/

“Following’s not really my style.” (Ikut-ikutan bukanlah gayaku.”)

Sudah sebaik mungkin memimpin perusahaan dan menjaga perdamaian di dunia, eh masalah tetap saja suka muncul. Untungnya Tony Stark adalah orang yang suka berinovasi. Dia terus-menerus bereksperimen dan menciptakan penemuan yang berguna baginya.

Dalam menjalankan bisnis, sebagai entrepreneur kamu harus selalu melakukan inovasi. Baik dari produk, manajemen, maupun visi ke depan. Jangan tunggu sampai masalah muncul. Jadikan inovasi sebagai hobimu.

 

3. Temukan Tim Avengers-mu

via flickr.com

“Actually, he’s the boss. I just pay for everything and design everything and make everyone look cooler.” (Sebenarnya dia sih bosnya. Saya cuma bagian bayar, merancang dan membuat semuanya jadi kelihatan keren.)

Tony sadar kalau dia enggak bisa menjalankan perusahaan dan menyelamatkan dunia sendirian. Dia perlu timnya yaitu The Avengers. Jadi walaupun dia suka seenaknya sendiri, dia tahu kalau dia perlu bekerjasama dengan baik.

Dalam bisnis di dunia nyata, hal yang sama juga dapat diterapkan. Sebagai seorang entrepreneur kamu memang menjadi bos, tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya. Anak buahmu adalah tim kerjamu. Kamu enggak bisa membangun bisnismu kalau kamu enggak bisa jadi team player. Apalagi kalau kamu membangun bisnis dengan bermitra bersama orang lain.

 

4. Gunakan kemampuanmu untuk kebaikan

via flickr.com

“It’s not about me. It’s not about you, either. It’s about legacy, the legacy left behind for future generations. It’s not about us!” (Ini bukan tentang saya, atau kamu. Ini tentang warisan yang kita tinggalkan untuk generasi mendatang.)

Walaupun Tony digambarkan sebagai karakter yang semaunya sendiri dan terkadang egois, sebenarnya dia sangat peduli dengan apa yang dia berikan kepada dunia dan orang lain. Dia bahkan rela berkorban demi kebaikan orang banyak.

Sebagai entrepreneur, kalau kamu hanya bertujuan untuk mencari uang, bisnismu enggak akan banyak bermanfaat. Kamu perlu mengetahui apa yang orang perlukan dan mencari solusinya secara kreatif. Ciptakan kebaikan dan berikan manfaat dengan bisnis yang kamu jalankan.

 

5. Maksimalkan kelebihanmu

via deviantart.net

“Contrary to popular belief, I know exactly what I’m doing… ” (Berbeda dari pendapat kebanyakan orang, aku tahu persis apa yang aku kerjakan.)

Tony Stark suka mengumbar kehebatannya karena memang dia punya banyak kemampuan. Tapi kemampuannya yang paling hebat adalah mengetahui hal terbaik yang bisa dia lakukan. Dia memutuskan untuk berhenti membuat senjata dan menciptakan Iron Man untuk menyelamatkan dunia.

Semua orang, termasuk kamu, juga bisa membuat perubahan ke arah yang lebih baik. Coba evaluasi diri dan tentukan apa yang bisa kamu lakukan. Buat daftar diri tentang target, impian, kesukaan lalu bandingkan dengan keadaanmu saat ini. Apakah ada hal-hal yang perlu kamu ubah untuk mencapai impianmu?

 

6. Mau mengakui kesalahan

via flickr.com

“There is no version of this where you come out on top. Maybe your army comes, and maybe it’s too much for us, but it’s all on you. ” (Tidak mungkin kamu bisa menang. Mungkin bala bantuanmu akan datang, dan kami akan kewalahan, tapi semua tetap salahmu.”)

Tony selalu tegas mengenai apa yang salah dan apa yang benar. Dia akan keras pada pihak yang melakukan kejahatan tapi dia juga akan mengakui kesalahannya sendiri. Salah satunya sewaktu dia menyadari bahwa senjata yang dia ciptakan membuat masalah. Dia enggak lari dan bertanggung jawab akan tindakannya.

Sebagai entrepreneur, kamu harus selalu refleksi diri. Kalau memang salah, akui dan bertanggung jawab. Dengan mengetahui kesalahan dan melakukan tindakan untuk memperbaikinya, bisnis dan hidupmu akan semakin berkembang.

 

7. Percaya diri

via staticflickr.com

“You know, it’s times like these when I realize what a superhero I am.” (Saat-saat seperti ini yang bikin aku sadar kalau aku adalah pahlawan super.)

Semua superhero memiliki kekuatan super yang melebihi manusia lain, tapi hanya Tony Stark yang punya kepercayaan diri super. Dia selalu bangga dengan kemampuan dan kesuksesannya.

Seorang entrepreneur perlu percaya akan kemampuan dirinya sendiri. Sewaktu menjalankan bisnis, pasti akan ada banyak tanggapan orang yang bikin semangat turun. Untuk itu kamu perlu punya kulit tebal, setebal badak kalau perlu, supaya bisnismu bisa terus eksis. Ayo pede!


 

Leave a Reply