5 Tips Memaksimalkan Investasi Meskipun Gaji Kecil

Usia produktif menjadi waktu yang penting untuk mencari penghasilan sebanyak-banyaknya dengan cara yang baik. Sehingga pada saat pensiun tiba, kita tinggal menikmati hasil jerih payah yang selama ini sudah dilakukan.

Lalu apakah dengan bekerja terus menerus bisa dengan tenang menikmati hari tua? Jawabannya belum tentu, sebab gaji yang kita gunakan pasti akan habis untuk biaya kita sehari-hari, jika tidak mengalokasikannya ke dalam Instrumen investasi.

Saat ini mungkin kamu bertanya-tanya bagaimana mungkin berinvestasi, sedangkan gaji yang diterima setiap bulan saja masih kecil. Finansial jika tidak dikelola dengan benar akan habis tanpa memiliki investasi apapun meski gaji yang kita terima besar jumlahnya.

Kamu jangan membayangkan investasi hanya dalam bentuk properti seperti tanah, dan bangunan saja. Masih banyak instrumen investasi yang bisa dipilih meskipun gaji yang kita terima kecil setiap bulannya. Untuk itu kamu perlu mengikuti beberapa tips memaksimalkan investasi berikut ini.

 

1. Buatlah Catatan Keuangan Secara Rutin

via pixabay.com

Tips pertama untuk memaksimalkan investasi walau gaji kecil adalah dengan cara membuat catatan keuangan secara rutin. Ini berguna untuk membuat pos-pos pemasukan dan pengeluaran kita selama sebulan. Jika kita sudah mencatat keuangan secara rutin maka akan terlihat berapa selisih uang yang ada. Oh iya, sebelumnya jangan lupa sisihkan dulu untuk dana darurat.

Selain itu kamu bisa juga langsung membagi pengeluaran rutin kamu di awal seperti uang sewa kontrakan, tagihan listrik, transportasi, konsumsi, atau pengeluaran lainnya. Cek masing-masing pengeluaran yang bisa ditekan jumlahnya. Sehingga dengan begitu kamu bisa memasukan anggaran investasi setiap bulannya. Semakin banyak pemasukan dan penghematan yang kamu lakukan akan bisa menambah modal investasi. Jika modal bertambah maka peluang keuntungan semakin besar.

Di awal jangan terlalu memprioritaskan keuntungan. Kamu sudah memulai melakukan investasi dengan gaji kecil pun sudah sebuah prestasi yang membanggakan.

 

2. Pilihlah Instrumen yang Tepat

via pixabay.com

Setelah membuat catatan keuangan secara rutin dan membuat anggaran di setiap awal bulan, langkah selanjutnya adalah memilih instrumen investasi yang tepat. Tentukan sesuai kondisi keuangan kamu.

Semakin besar modal yang kamu punya untuk berinvestasi maka semakin banyak variasi yang bisa dipilih. Tapi jangan berkecil hati, mulailah dari hal yang kecil, termasuk dalam memilih instrumen investasi.

Instrumen investasi yang kamu pilih harus disesuaikan dengan kondisi keuangan agar tidak memperbesar resiko. Selain itu pemilihan instrumen investasi ini juga menentukan berapa jumlah keuntungan yang kamu miliki. Untuk tahap awal mulailah satu investasi daripada harus memikirkan keuntungan terus menerus tanpa melakukan tindakan apapun.

Sebaiknya untuk awalan kamu bisa memilih emas atau reksa dana sebagai instrumen investasi. Alasannya, menabung emas ataupun membuka rekening reksa dana tergolong murah. Reksa dana bisa mulai dari Rp 100 ribu, sedangkan emas rentang harganya antara Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu per gramnya. Kalau dibandingkan antara kedua instrumen ini, emas merupakan yang lebih kecil nilai risikonya dibanding reksa dana.

 

3. Mulai Investasi dari Sekarang

via pixabay.com

Langkah selanjutnya, tidak usah banyak basa-basi. Langsung mulai berinvestasi. Menunda berinvestasi akan berdampak kepada bekal hari tua kita nantinya. Mulailah dari yang kecil terlebih dahulu, jika setiap bulan kita sanggup menabung emas 1 gram, dalam setahun bisa mendapatkan 12 gram.

Bagaimana jika kita rutin menabung emas 1 gram setiap bulan sampai 5 tahun? Tentu jumlahnya akan menjadi 60 gram nantinya. Harga emas lima tahun nanti akan jauh lebih tinggi dibandingkan sekarang. Emas yang dimaksud di sini adalah logam mulia, bukan emas perhiasan, sebab nilai logam mulia lebih stabil dibandingkan dengan emas perhiasan.

 

4. Alokasikan Sebagian Bonus Untuk Investasi

via pixabay.com

Jangan habiskan semua bonus yang kamu dapat dari kantor. Tidak ada salahnya menambah jumlah investasi yang kita punya atau menambah jenis instrumen investasinya. Sebab semakin banyak kita memiliki investasi maka akan jauh lebih baik dihari tua nanti.

Bonus yang kamu miliki bisa disesuaikan kembali dengan catatan keuangan yang sudah kamu buat nanti. Jika pos investasi ditambah tentu akan menambah keuntungan yang kamu miliki nantinya.

 

5. Perbesar Instrumen Investasi

via pixabay.com

Ketika kamu sudah naik jabatan atau pindah ke perusahaan lain yang gajinya lebih besar. Maka selanjutnya bisa menyesuaikan lagi catatan keuangan yang sudah dibuat sebelumnya. Memperbesar instrumen investasi sudah bisa dilakukan sekarang, menambah jumlah investasi yang sama atau membeli instrumen lainnya.

Instrumen lainnya yang bisa kamu beli adalah properti, saham, deposito bank, Obligasi Republik Indonesia (ORI), atau investasi bisnis ritel.

 

Itulah beberapa tips memaksimalkan investasi meskipun gaji kecil. Semoga setelah ini kamu bisa langsung mulai berinvestasi. Mulai dari yang terkecil dan terus tumbuh besar. Kelak kamu bisa lebih tenang saat di hari tua nanti.

 

Tulisan di atas adalah kiriman dari pembaca. Kamu punya kesempatan yang sama juga lho untuk berbagi ide dan informasi di JadiMandiri. Klik di sini sekarang!

Leave a Reply