Lulusan Baru, Beginilah Tips Mengatur Gaji Pada Bulan-Bulan Pertamamu Bekerja

Hai, fresh graduates. Kamu pastinya sangat senang sekali waktu mendapatkan gaji pertamamu. Sebagai karyawan junior, biasanya gaji bersih yang kamu terima berkisar 2 juta sampai 3 juta rupiah, tidak terlalu jauh dengan Upah Minimum Regional di kota tempat kamu bekerja.

Walau gaji yang kamu terima belum sebesar target pendapatan yang kamu impikan, kamu sudah mulai harus mengaturnya baik-baik. Sebagai panduan, kamu bisa simak tips mengatur gaji 3 jutaan per bulan berikut.

 

1. Buat Rekening Kedua

Tips Mengatur Gaji di Awal Karirmu
Dua rekening untuk peruntukan yang berbeda via pixabay.com

Untuk mencegah uang kamu habis tidak jelas juntrungannya, ada baiknya simpan uangmu dalam dua rekening. Rekening yang pertama untuk dana tabungan atau dana darurat dan satu rekening lagi untuk pengeluaran tiap bulan.

Kamu hanya boleh mengutak-atik rekening untuk pengeluaran. Rekening untuk tabungan dan dana darurat tidak boleh kamu sentuh, kecuali dalam keadaan benar-benar mendesak.

 

2. Gaji Dirimu Sendiri

Tips Mengatur Gaji di Awal Karirmu
Membayar diri sendiri sekalian menabung via pixabay.com

Saat kamu menerima gaji di rekening pertama, sisihkan sebagian dari gaji tersebut untuk ditabung. Supaya tidak terkesan membosankan, kamu bisa menganggap pos tersebut sebagai gaji untuk dirimu sendiri.

Contoh: Apabila gaji bersih kamu sebesar 3 juta maka kamu bisa menyisihkan 30% dari gaji.

30% x Rp 3.000.000 = Rp 900.000

Sisa uang di rekening = Rp 2.100.000

Masukkan uang tabungan tersebut ke rekening kedua. Akan lebih baik kalau rekening tersebut tidak punya ATM sehingga kamu terhindar dari keinginan membelanjakannya.

 

3. Buat Pos Dana Darurat

Tips Mengatur Gaji di Awal Karirmu
Dana darurat harus dipisahkan via thebalance.com

Selanjutnya, kamu perlu menyisihkan juga uang untuk pos dana darurat. Gunanya adalah untuk keperluan yang bersifat mendadak. Dengan begitu uang tabungan di rekening kedua tetap utuh. Besar dana darurat cukup 10% dari gajimu.

Contoh : 10% x Rp 3.000.000 = Rp 300.000

Sisa dana di rekening = Rp 1.800.000

Kamu bisa meletakkan dana darurat di rekening pertama, rekening tempat kamu menerima gaji. Kalau ternyata sepanjang bulan itu tidak kamu pergunakan, kamu bisa memindahkannya ke rekening kedua.

 

4. Hitung Kebutuhanmu

Tips Mengatur Gaji di Awal Karirmu
Mengatur keuangan dengan membuat pos-pos pengeluaran via pixabay.com

Kebutuhan utama adalah sandang, pangan, dan papan. Walau begitu, kamu pasti enggak terus menerus membeli pakaian tiap bulan, kan? Jadi fokuskan pengeluaran untuk membayar kebutuhan makan dan tempat tinggal.

Kalau kamu indekos atau mengontrak rumah, biasakan memisahkan uang untuk membayar kontrakan (atau kos). Jadi sesudah menyisihkan uang untuk tabungan, potong lagi sisa uangnya untuk membayar sewa tempat tinggal.

Tapi kalau kamu tinggal bersama keluarga, uang tersebut bisa kamu gunakan untuk membeli berbagai keperluan di rumah. Berikut contoh penganggaran berdasarkan kebutuhanmu.

Contoh:

Biaya Indekos = Rp 700.000

Biaya Makan per Hari = 30 x Rp 20.000 = Rp 600.000

Biaya Transport per Hari = 30 x Rp10.000 = Rp 300.000

Sisa dana di rekening = Rp 200.000

Masukkan uang untuk membayar masing-masing biaya dalam amplop terpisah. Dengan sisa uang yang ada kamu bisa pergi menraktir teman-teman atau orang tua. Bisa juga kamu gunakan untuk bersenang-senang seperti nonton bioskop atau beli komik kesukaan.

 

5. Belajar Hidup Sederhana

Tips Mengatur Gaji di Awal Karirmu
Hidup sederhana namun tetap sehat via womenfitnes.net

Dengan jumlah gaji yang tidak besar, kamu masih bisa hidup dengan nyaman. Hidup sederhana bukan berarti kamu kere. Hidup sederhana berarti memilih untuk membelanjakan uang yang dimiliki dengan sebaik-baiknya. Setiap sennya berharga.

 

Hal penting yang perlu kamu ingat adalah bukan seberapa besar gaji yang kamu dapatkan, tapi bagaimana cara kamu memanfaatkan penghasilan yang kamu terima. Kalau kamu, bagaimana cara membagi pengeluaran di awal-awal bekerja?


 

Leave a Reply