Hindari 5 Bentuk Pemborosan Ini Di Awal Membuka Usaha

Perasaan antusias campur deg-degan pasti kamu rasakan di awal membuka usaha. Antusias karena kamu akhirnya bisa mengaplikasikan segala ide dan impian. Deg-degan karena kamu sadar salah langkah bisa berakibat usahamu mandek dan merugi.

Periode awal membuka usaha memang sangat penting direncanakan dengan saksama. Pada periode inilah usahamu diuji, akan dapat bertahan atau tidak.

Kamu harus paham, mana pengeluaran yang esensial dan mana yang tergolong pemborosan. Jangan sampai usahamu belum menghasilkan, tapi modal sudah keburu habis duluan. Beberapa contoh pemborosan di awal membuka usaha, antara lain:

 

1. Kantor Mewah

via 277parkpenthouse.com

Siapa sih yang enggak mau punya kantor mewah dengan pemandangan yang keren? Di kantor itu kamu sudah bisa membayangkan duduk santai bekerja dan menerima klien.

Masalahnya, kantor seperti itu mahal dan hanya bisa dimiliki oleh perusahaan besar. Selain biaya sewa yang mahal, kantor biasanya memerlukan biaya-biaya tambahan seperti biaya pemeliharaan, biaya parkir, biaya asuransi, biaya macam-macam, dan lain sebagainya.

Sebagai orang yang baru mulai merintis usaha, sebaiknya kamu lebih fokus pada pengembangan usaha. Malah kalau usahamu enggak benar-benar membutuhkan tempat kerja, seperti usaha yang berbasis online, kamu bisa mempertimbangkan untuk membuka kantor di rumah saja.

Cara lain untuk menghemat biaya sewa kantor adalah menggunakan coworking space. Selain biayanya jauh lebih murah, nilai plusnya kamu juga jadi bisa berjejaring dengan entrepreneur lain.

 

2. Jasa Konsultan Pembuatan Laporan Keuangan

via englishspectrum.com

Pengaturan keuangan dan pembukuan sangat penting bagi suatu bisnis. Tapi mengingat usahamu masih terbilang baru, kamu sepertinya belum terlalu membutuhkan jasa konsultan pembuatan laporan keuangan.

Lihat saja transaksi yang kamu bukukan. Pasti belum terlampau banyak kan? Kamu masih bisa mengerjakan sendiri pembuatan laporan keuangan dan pembukuan tersebut. Memang butuh sedikit jerih payah membaca buku-buku akuntansi, tapi itulah risiko yang harus kamu ambil sebagai entrepreneur.

Manfaatkan juga aplikasi atau perangkat lunak gratis pembuatan laporan keuangan agar kamu semakin mudah memeriksa arus keluar masuk uang.

 

3. Peralatan Mahal

via geekersmagazine.com

Komputer berteknologi tinggi dan peralatan canggih memang akan sangat memudahkan pekerjaanmu, tapi bukan jadi suatu kewajiban di awal membuka usaha. Lebih baik cari peralatan yang fungsional dan harganya terjangkau. Dengan begitu modalmu enggak habis hanya untuk membeli peralatan mahal saja.

 

4. Pegawai Tetap

via forbes.com

Jadi bos memang sepertinya keren. Kamu bisa tinggal tunjuk bawahan untuk mengerjakan tugas ini itu. Enggak heran banyak pemilik usaha yang belum apa-apa sudah menggaji pegawai.

Hanya saja, di awal membuka usaha, jangan terburu-buru untuk merekrut pegawai tetap. Lihat lagi pekerjaan yang harus diselesaikan.

Kalau pun usahamu butuh tenaga tambahan, kamu bisa menggunakan tenaga kerja alih daya (outsource). Kegiatan bisnis dapat berjalan dengan biaya yang lebih rendah karena kamu tidak wajib memberikan berbagai tunjangan seperti halnya kepada pegawai tetap.

 

5. Kegiatan Pemasaran dan Pencitraan Berbiaya Besar

via brucemarsh.com

Sebagai pebisnis pemula, kamu perlu bijak dalam mengelola pengeluaran. Daripada buang-buang uang menyewa jasa desainer grafis dari perusahaan desain kenamaan, lebih baik minta tolong teman atau penyedia jasa lepasan. Biayanya pasti jauh lebih murah. Kamu juga bisa mengoptimalkan promosi lewat media sosial untuk memasarkan usaha.

 

Prinsip ekonomi, dengan modal terbatas mendapatkan hasil maksimal, harus kamu terapkan benar-benar sewaktu mulai membuka usaha. Menurut kamu, pengeluaran apa lagi yang bisa dipangkas sewaktu mulai buka usaha?


Leave a Reply